Cerita Seks

Cerita Sex Gangbang Abg Hot

Cerita Sex Gangbang Abg Hot

Saya mau bercerita tentang pengalaman saya waktu lalu. Saya merupakan wanita yang memiliki hyperseksual yang dalam hal ini kecanduan akan kebiasaan sepongan ( melakukan oral sex terhadap kontol pria). Sudah lama sekali saya waktu pertama kali menghisap kemaluan pria. ” Sex Gangbang ” Waktu itu umur saya 16 tahun. Dan setelah kejadian itu, saya sudah mendapatkan 2 kejantanan pria lagi untuk saya sepong. Saya benar-benar tidak puas dengan tidak terpenuhinya keinginan saya buat menghisap kemaluan pria. “Cerita Gangbang” Masalah nya saya sering di pingit orang tua, apalagi ditambah dengan lingkungan sekolah saya yang merupakan sekolahan khusus cewek. Jadi saya sering sakaw ( menagih ) kemaluan pria. Suatu malam, saya sudah benar-benar tidak tahan lagi. Buku dan VCD porno pun tidak bisa memuaskan saya. Bahkan waktu saya melakukan masturbasi pakai alat bantu sex saya tetap merasa kurang puas.


50690787_1170108059
Cerita Dewasa Gangbang abg
Ketika itu sehabis masturbasi, membuka jendela kamar saya yang berada dilantai 2 rumah saya. Waktu itu jam 23:30. Saya melihat jalanan didepan rumah sudah sepi sekali. Tiba-tiba terlontar pikiran mesum saya mulai lagi. Saya dg nekat, diam-diam keluar rumah sambil telanjang tanpa sepengetahuan siapa pun yang ada dirumah karena semua sudah pada tidur. Saya sampai nekat melompat pagar dg harapan ada cowok atau pria yang melihat dan memperkosa saya. Apapun asal saya bisa menghisap kemaluannya. Cerita Sex Gangbang
“Dewasa Sex Gangbang” Di daerah komplek saya memang sepi sekali pada jam-jam segitu. Saya sedikit menyesal, kenapa saya tidak keluar agak lebih sore.”Cerita Sex Gangbang” Agak dingin juga malam itu / mungkin juga karena saya tidak memakai selembar pakaian. Di ujung jalan, saya melihat masih ada Mas Agus, tukang nasi goreng langganan saya yang masih jualan. Langsung saya sapa dia.
“Mas Agus, nasi goreng nya dong..” pinta saya.
“Lho, Mbak Lili..? Ngapain malam-malam begini masih diluar? “Cerita Gangbang” Ngga pake apa-apa lagi..” sahut nya sambil terheran-heran melihat saya yang tanpa sehelai benang pun ditubuh.
“Abis panas sih, Mas. Kok tumben masih jualan..?”
Mas Agus tidak menjawab. Tetapi saya tahu mata nya tidak bisa lepas dari payudaraku yang putih polos ini.
“Ngeliatin apa mas..?” kutanya.
“Ah ngga..” katanya gugup.
“Cerita Gangbang” Lalu Mas Agus menyiapkan penggorengan buat memasak nasi goreng pesanan ku. Saya lihat ke arah celananya, saya tahu kontol nya sudah berubah jadi bertambah besar dan tegang. Karna saya sudah tidak tahan lagi untuk segera menghisap kemaluannya, saya nekat juga.”Dewasa Sex Gangbang” Saya jongkok sambil membuka ritsletingnya dan mengeluarkan batang kejantanannya dari dalam CD-nya. “Cerita Sex Gangbang” Tidak pakai basa-basi, saya masukkan kontol Mas Agus ke dalam mulut saya. Saya jilat-jilat sebentar lalu saya hisap dengan bibir. Saya yakin Mas Agus merasakan senang yg tiada tara, seperti mendapat kan rejeki nomplok. ” Cerita Dewasa ” Tak hanya itu, saya juga menjilati dua telor Mas Agus. Memang agak bau sih, tetapi saya benar-benar menikmati kejantanan Mas Agus yang sekarang dia mulai bersuara, “Mmmh . . mmh.. uhh..”
Skitar 15 menit saya menikmati kemaluan nya Mas Agus, tiba” Mas Agus menyuruh saya untuk berdiri. Dia memelorot kan celana dan CD-nya sendiri sampai bawah dan menyuruh saya berbalik. Sekarang saya membelakangi Mas Agus. Mas Agus jongkok dan menjilati memek saya. Saya langsung merasakan kenikmatan yang hebat sekali. Hanya sebentar dia melakukan itu. Selanjutnya dia berdiri lagi dan memasukkan batang kejantanannya ke liang senggama saya. Kami berdua melakukan sex sambil berdiri. Saya melakukannya sambil pegangan di gerobak nasi gorengnya. Saya sudah benar-benar merasa keenakan. Cerita sex gangbang
“Uuuh . . akkhh.. akkh . . akhh..” saya menjerit-jerit kegilaan, untung tidak ada yang mendengar.
“Mas, kalo udah mau keluar, bilang ya..” pinta saya.
“Udah mau keluar nih..” jawabnya.”Cerita Gangbang”
“Dewasa Sex Gangbang” Langsung saja saya melepaskan batang kejantanannya dari liang vagina saya dan jongkok di hadapan kemaluannya yang mengacung tegak. Tetapi setelah itu saya tunggu beberapa detik, ternyata air maninya tidak keluar”. Terpaksa saya kocok dan hisap lagi batang kejantanannya, saya jilati, dan saya gigit” kecil. Setelah itu tibalah saatnya saya menerima upah yang dari tadi saya sudah tunggu-tunggu, yaitu air maninya yang memang lezat.”Dewasa Sex Gangbang”
“Crot.. crot.. crot..” semuanya saya minum seperti orang yang kehausan.
Langsung saja saya telan dan saya bersihkan kejantanan nya dari air mani yang tersisa.
Cerita Sex Terbaru Gangbang Abg
“Cerita Dewasa Sex Gangbang” Bertepatan dengan itu, 2 laki-laki lewat didepan kami. Ternyata mereka adalah bapak” yang tinggal dikomplek ini yang sedang meronda.
“Lho, Mas Agus lagi ngapain..?” kata seorang bapak di situ.”Dewasa Sex Gangbang”
“Ah ngga pak.. mm.. ini Mbak Lily..” jawab Mas Agus malu-malu.
“Ini Om, saya habis ‘gituan’ sama Mas Agus . .” saya jawab begitu nekat dengan harapan 2 bapak ini juga mau memperkosa saya seperti yang telah saya lakukan dengan si penjuali nasi goreng.”Cerita Gangbang”
Mereka keheranan setengah mati mendengar pengakuan saya itu.
“Adik ini tinggal di mana?” tanya salah satu dari mereka.”Cerita Dewasa Sex Gangbang”
“Disana, di blok F.” jawab saya.
“Ayo pulang sudah malam..!”
Dan saya pun diseret pulang. Saya takut setengah mati karena jika sampai saya di bawa pulang, pasti ketahuan sama orang tua dan saya bakal digantung hidup-hidup. Cerita sex gangbang
Ditengah perjalanan, saya beranikan diri berkata pada mereka, “Om, mau nyusu ngga ..?”
“Jangan main-main kamu..”
“Ayolah Om.. saya tau kok, Om mau juga kan ngewe sama saya. .?”
Mendengar itu, si Om langsung terangsang berat. Saya langsung mengambil kesempatan meraba-raba batang kejantanannya yang tegang.”Cerita Gangbang”
“Ayo dong Om.. saya pengen banget lho..” saya bilang lagi untuk menegasakan maksud saya.
Bapak yang satunya lagi langsung setuju dan berkata, “Ya udah, kita bawa ke pos ronda aja Pak Karim..” dan Pak Karim pun setuju.”Dewasa Sex Gangbang”
“Cerita Gangbang” Setibanya di sana, ternyata masih ada 3 orang lagi yang menunggu di sana, termasuk Bang Parli, hansip di komplek saya. “Cerita Sex Gangbang” Saya kegirangan sekali, membayangkan saya akan mendapatkan 6 batang kejantanan dalam semalam. “Cerita Dewasa Sex Gangbang” Gila.. beruntung sekali saya malam itu. Setelah kami berenam ngobrol-ngobrol sebentar tentang kejadian antara saya dan Mas Agus, saya langsung memberanikan diri menawarkan kesempatan emas ini ke mereka, “Saya sebenernya pengen banget ngerasain barangnya bapak-bapak ini..”
Mereka langsung terlihat bernafsu dan terangsang mendengar perkataan saya, dan saya jeas mengetahuinya. Saya suruh mereka berlima melepas celana dan CD mereka sendiri dan duduk di bangku pos hansip itu. Mereka berbaris seperti menunggu dokter saja. Batang kemaluan mereka besar” juga. Saya langsung memulai dengan batang kejantanan yang paling kanan, yaitu senjata keperkasaannya Bang Parli. “Cerita Gangbang” Saya hisap, saya gigit-gigit kecil, saya kocok didalam mulut saya, dan saya jilati keseluruhan batang nya dan termasuk juga telurnya. Begitu juga pada batang keperkasaan yang kedua,ketiga,keempat, dan yang terakhir miliknya Pak Karim.
Cerita Dewasa gangbang abg
“Cerita Dewasa Sex Gangbang” Setelah selesai, saya masih belum puas kalau belum meminum air mani mereka. Lalu saya duduki batang kejantananmya Bang Parli sampai masuk ke liang senggama saya. Saya kocok” di dalam vagina saya. “Dewasa Sex Gangbang” Sementara itu, Pak Karim dan satu bapak lainnya menjilati dan menghisap puting susu saya, sedang kan yang dua bapak lain nya menunggu giliran. 10 menit setelah itu, saya sudah setengah tak sadar, siapa yang menggenjot lubang senggama saya, siapa saja yang menghisap buah dada saya, batang kejantanan siapa saja yang sedang saya sepong, seberapa keras jeritan saya dan berapa kali saya sudah keluar karena orgasme. “Cerita Gangbang” Ada pula saat nya ketika satu senjata kejantanan masuk ke lubang vagina saya, sedangkan satu senjata lagi masuk ke lubang anus saya sambil saya menghisap 3 batang kemaluan secara bergantian. Pokok nya saya sudah tak sadar lagi. Karena merasakan kenikmatan yang benar-benar tiada tara.
Cerita Sex Gangbang Abg Hot
Untung nya mereka tidak mengeluarkan air maninya di dalam lubang kewanitaan saya, kalau tidak bisa hamil nanti saya.. berabe dong..! Lagipula saya berniat meminum semua air mani mereka. “Dewasa Sex Gangbang” Akhirnya saat yang saya tunggu-tunggu, yaitu saatnya saya berjongkok didepan mereka dan mereka mengelilingi wajah saya sambil mengocok-ngocokkan barang mereka masing-masing. “Cerita Dewasa Sex Gangbang” Sesekali saya masih juga menghisap dan menyedot kelima batang kejantanan itu dengan lembut.
Akhir nya, “Crot.. crot.. crot . . crot.. crot..” saya malam itu seperti mandi air mani. Saya merasa puas sekali.
Waktu pulang, saya di antarkan Bang Parli, si hansip. “Cerita Gangbang” Ketika sudah sampai di depan rumah saya, sekali lagi Bang parli membuka ritsletingnya dan menyodokkan batang kejantanan nya ke dalam lubang senggama saya. Saya melakukan sambil nungging berpegangan ke pagar depan rumah. Selama 10menit saya dan Bang parli melakukan senggama didepan pagar rumah saya. “Dewasa Sex Gangbang” Air maninya sekarang terpaksa di keluarkan di punggung saya. Saya tidak menyesal karena air mani nya kali ini tidak terlalu banyak. Cerita sex gangbang
Saya melompat pagar lagi, dan masuk ke kamar diam”. Sampai dikamar sudah jam 3 lebih. Badan saya seluruhnya malam itu bau sperma.”Cerita Gangbang” Saya langsung tidur tanpa mandi dahulu karna besok nya saya harus ke sekolah. Saya yakin mereka smua akan tutup mulut sebab takut dengan istri mereka masing”.”Cerita Dewasa Sex Gangbang
Cerita ML Ngentot Tante Bahenol Montok

Cerita ML Ngentot Tante Bahenol Montok

Cerita ini khusus di sajikan untuk sobat yang udah cukup umur 17 tahun keatas. biar nggak kesepian karena pasangan sobat jauh atau lagi sendiri, mau tau serunya cerita ini langsung saja simak kisahku disini, selamat membaca.
ML Sama Tante Super Bahenol Montok – Ini cerita merupakan pengalamn pribadi saya. Nama ku Ruli mahasiswa asal medan. Lahir dan menuntut ilmu dimedan hehehe. Singkat cerita 3 bulan lalu aku pergi ke plaza mileni** untuk membeli hp, maklum laa awal bulan uang lagi on fire pengen ganti Hp baru. Aku pergi kesana waktu sore hari menjelang malam diperjalanan aku melihat lihat wanita” kampus yg pulang kampus, ada yg berpakaian dengan rok mini yang sexy membuat hasrat aku naik. Singkat cerita sampai aku di plaza tersebut aku melihat toko-toko yang menjual Hp yang ingin aku beli.
sampai lah aku ke satu toko, aku menawarkan harga hp tersebut dan melihat” kondisi hp tersebut sambil duduk di kursi toko itu, disamping aku ada sosok wanita yang cantiikk dan sexyy tpi tidak gadis melainkan sosok tante seksi yang bahenoolll dan montok. Dari ujung rambut ke ujung kaki aku memperhatikan tubuh tante itu.
Cerita ML Ngentot Tante Bahenol Montok
Cerita ML Ngentot Tante Bahenol Montok
Rambut tante itu lurus terurai dengan rambut berwarna cocacola.. kulit putihh pantat montokk. Dan yang menbuat aku kagett.. ukurann Tetek nya sangat besar sekitar 38, pakain tante tersebut cukup mebuat adek kecil aku ON, terlihat benjolan tetek tante itu yang sangat waaah. -_-
tante tersebut hendak membeli Hp BB dan membeli Sim Card baruu.
Aku berani kan diri untuk mengobrol dengan tante tersebut.
“Suka pakai BB ya tan.?”
 .’J‘ia ni,
“looh, hp tante kan lebih baguss dari BB tan. (Hp tante itu sblum nya ditaruk diatas kaca)”
‘krna kawan² tante pada pakai BB semua, jadi tante pingin cobainn’
“oogh.. (aku menjawab dgan singkat karena fokus melihat tetek tante trsbut yg sexy)”
tak lama kemudian tante tersebut bertanya dengan aku.
‘anak kulihan ya.??’
 “J“ ya tan
‘kamu cakep jugaa. Hehehe (sambil tertawa genit tante tersebut)’
“ahkk, tante bisa aja. “
Setelah aku m’mriksa Hp yg aku mau beli, diam diam aku mencatat No baru tante tersebut untuk menghubungi nya (cpa tau beruntung hehehe).
aku membayar kan Hp aku dan hendak pulang kerumah, aku pun berpamitan dengan tante tersebut. Tante itu pun berkata ‘hati-hati dijalan ya’ (sambil tersenyum genit dengan aku).
malam nya tepat jam 9 malam aku mencoba menghubungi nomor tante tersebut.
beruntung Nomor tersebut aktif dan yg mengannkat suara tante tersebut.
“halooo ini tante yg diplaza milen*** tadi ya.??”
‘iya, ni siapa yaa ?’
“ini aku yg tadi ngbrol dengan tante di toko Hp tadii”
‘oogh, knpa bisa tau No hp tante.?’
“iya tan, sebelum pulang tadi aku mencatat Nomor Hp tante yang baru tadi, hehehhe’ maaf ya tant klo aku tidak permisi”
‘iya tag apa kog, tante malah seneng bisa mengbrol dengan kamu lagi, oya,nama kamu siapa.?’
“aku Ruli tan , nma tante siapa? tante tinggal dmna.?? Uda b’kelurga ya tan.? Maaf bnyak tanya ya tan, hbis nya gerogi ngmong dengan tante yg cantik dan sexy. hehehe”
‘ahk, ruli bisa aja mengoda tante, panggil aja Tante yuli, tante uda b’kluarga kog Cuma suami tante tinggal diluar kota. Tante tinggal di Perumahan Taman SetiaBu** “
Panjang lebar kami mengbrol dengan tante itu,
diakhir telepon aku berani kan diri bertanya dengan tante itu.
“tan, kapan² aku boleh main kerumah gak tan.??”
‘hmmm, boleehh datang aja kapan kamu mau, tapi kalo mau datang hub tante aja dulu yaa, biar tante bersiap-siap pakai pakaian yang sexyy , hehehe’
jatung ku berdetak kencang saat tante itu menjawab seperti itu serasa dapat Harta karun
“ahkk, tante bisa aja bercanda yaa, ya da selamat malam ya tan.”
Lusa nya tepat nya jam 6 sore,aku menelepon tante tersebut dan hendak mau kerumah nyaa.
tante itu pun mengiyakan , dan aku segera meluncur kerumah nya.
Sesampai di rumah tante itu, bahh, rumah nya mewah bangett, tamannya cukup asri. Aku memencet tombol rumah nya, dan langsung diosuruh masuk oleh pembantu nya.
Aku duduk di ruang tamu dan datang la sesosok wanita yg berdadan cantik bangett, ternyata itu Tante Yuli, aku diam menatap tante itu.
‘Looh, kog melamun, ayukk kita makan dulu diluar,kamu bisa bawak mobil kan.?’
“iiiaaa iaaa tan, dgan groggi bercampur gugup aku menjawab nya”
 ).?
”J“tapi kereta aku tan (kereta sebutan Untuk Motor mklum la org Medan
‘uda taruk aja digarasi tante’
Kemudian kami makan malam diluar disana aku bukan hanya makan tapi melamunin tubuh tante tersebutt, gk kebayang kalo aku bisa ngentot dengan tante ini.
Setelah makan kami selesai kami pulang kerumah tante,
“tan, kenapa baju tante gk diganti dengan baju rumahan, kan lebih nyaman pakai baju biasa tant,?”
‘biar saja pakain baju ini, biar kamu tertarik dan terpcaing untuk membuka baju tante dengan sendirinya. (pancing tante tersebut dengan genitnya).
Kami duduk berhadapan diruang tamunya,dan aku melamun hampir 3menit melihat body tante yg aduhaaai ini.

Saat itu aku kaget pada saat aku melamun terdengar aku suara desahhan perempuan yg membuat aku sadar ternyata itu dari video Hp tante itu,
dan tante itu puin mendekati aku, dan memacing aku,
‘Ruli,kamu mau gk puasin tante malam ni,? Malam ni kamu tidur dirumah tante saja, kita ngentot satu malam ini, puaasiinn tanteeee.’ (bisik tante ini dikupung aku)
“akkuu takut tan, ntar pembantu tante tauuu “ (dengan gugup aku menjawab)
‘tenang aja pembantu tante uda tante suruh didalam kamar saja dan tidak akan memberitahu kepada suami tante’
aku pun mendapat angin sejuk.
Tante itu pun menjilati kuping aku dan tangannya pun naik turun dari atas kepala ku kebawah paha ku, tante itu terus memancing aku dan menari nari erotis di depan aku,
(bayangkan sediri gimana rasa nya didpan kita sosok wanita yg bahenol , sexy, tetek dan bodi montok menari-nari erotis didepan kita)
Setelah menari tante itu pun duduk diatas pangkuan aku duduk diatas kedua paha aku, dan kami berciuman memainkan lidahh beradu lidah satu sama lain, sambil berdesahh,
aahkkk, hmmmmm ahkkk ahh ahh,
aku pun tak mau kalah , aku remas-remas tetek yg besar itu, aku buka kancing baju nya dan aku buka baju nya, terlihat BH tante yg sexy dengan motif² yang bagus, aku buka BH tante itu danm terlihat tetek yg Indah dan langsung aku emut emutt, aku jilatinn aku mainkan teteknya, sehingga membuat tante tersebut mendesah
aahk ahhh ahhh , Rulii puasin tantee malam ini sampai pagii..
Aahhh ooh yess,,
isap yg kuat , emut pentil tante sayangg ,
ahh ahhh uhhm ..
sambil aku isap tetek nya sambil aku peluk tante itu dan aku remas remas pantatnya yg montok itu,
Tak lama kemudian kami berdiri kami berciuman lagi sambil mengoyangkan badan kami.
‘tante uda gk tahan sayangg , ayukk kentotin tante sayangg,.
“ia tante sayang aku juga uda gk tahan.. “
aku buka celana tante , telihat G-string tante yg model nya hanya tertutup bagian memek saja, aku buka, dan langsung aku jilat jilat memek tante,
hmm , harum sekali memek tante, aku suka tantee,
‘ia sayang emut teruss jilat teruss buat tante terbang kelangit ketujuh sayang..
ahhh.. oooh yess baby, emutt sayang jilattiin terusssssss.
Ahhh ahhh ahhh ohh yess uhhm .. aaaaaaaaaaaaaaahhk,
tante uda orgasmee nisayangggg
desah tante m’buat aku semakin bergairah,
kemudian tante berdiri dan mebuka celana aku dan sempak aku.
tante tersebut kaget melihat ukuran kontol aku yg cukup besar dan gemuk, tag tahan tante melihat langsung diemut nya kontol aku, sluppp sluppp slrupp, bunyi kontol aku yg keluar masuk dari mulut tante ,
tann, aku gk tahann, ayuuk kita ngentot tann,,
ia sayangg , sambil dicium nya aku,
dan aku pun mulai memasukan kontol aku kememek tante itu,
‘sayangg pelan pelan ya masukin nya, kontol kamu gemuk bget sayang,, ‘
“ia tante ku sayangg, blesssssss akhirnya kontol aku pun masukk,
‘aahhh yess babyy, sayangg puasin tantee sekarang.
“ia tante. Aku mengoyang goyang kan pinggul ku kami melakukan posisi MON.
ahh yess ahh ahhh ahh yess, hhmm kontol kamu ena¬k banget sayangg, ahhhh yesss , ooohh ouhhh, hmmmm.
sayang ganti posisi,,,
sekarang tante yg akan mengoyangkan kamu sayang, kamu dimaktin aja memek tante ya sayaannnnnnngg.
Pelan pelan dimasukin , ahhhhh, tan, rasa nya kontol aku dipijit pijit,
digoyangkan nya pantat tante yg montok, sambil aku isap isap tetek tante,
‘Sayangg isap in tetek tante yaa, emutt teruss, ia tan.
ahhhhhh ooohhh yesss, ahhh ahhh ahhk oooughhhhhhhhhhyess.
tak lama kemudian,
Tann, aku mau keluar ini, ahhh ahhhhhoohhh ,,
ia sayang tante jugaa, kamu keluari didalm aja yaa, tante pengen rasain manik kamu didlam sayangg.
ia tann,
Tante pun mulia mengoyang-goyangkan dengan nikmatnyaa.
aaaaahh ahhh ahhhkkk yesss yesssssss, aaahh ahhh tannnn , akkkuu keluaaaarrrrr ni,, aahhhh ahh oughhhhhhhhhhh.
kami pun berpelukan posisi tante di atas tubuh ku,
‘Ruli sayangg, biarinn dulu yaa kontol kamu nancep dimemek tantee,, memek tantee masiih mau di entot lagiii.
kami pun istirahat sejenak dan posisi tidak berubah,,
nikmatt banget memek tante, aku berbisik ditelinga tante dan aku cium kening nya.
Putri Tidur Porno

Putri Tidur Porno

cerita hot terbaru, cerita hot sexDahulu kala di sebuah negeri yang damai, hidup seorang raja
dengan seorang Putri kecil yang sangat cantik. Sayangnya Putri itu hanya
sebentar dalam merasakan kasih sayang seorang ibu. Ketika ia masih berumur 9
tahun, ibunya sakit dan tidak dapat di sembuhkan. Dan akhirnya dia meninggal.
Untuk menemani setiap malam, sang raja menyunting seorang Ratu dari negeri
sebelah yang konon di negeri itu banyak sekali penyihir.
Setelah Sang Putri mendapatkan seorang ibu tiri, hidupnya
menjadi sengsara. Walaupun dia tinggal di istana, dia hanya mendapat kasih
sayang dari seorang ayah yang selalu sibuk mengurus negerinya. Sang Putri
selalu merasa kesepian, sehingga untuk melepas kejenuhan dia selalu mengurung
diri di kamar dan bermain bersama binatang peliharaannya.
Suatu hari ketika Sang Putri telah menginjak umur 18 tahun,
ayahnya sang raja meninggal dunia karena penyakit keras yang menyerangnya.
Setelah sang raja meninggal, tahta raja diambil alih oleh Sang Ratu yaitu ibu
tiri Sang Putri yang ternyata dia adalah seorang penyihir yang sangat jahat.
Ketika kerajaan dipimpin oleh Ratu itu, kerajaan selalu diliputi oleh
kegelapan. Karena Ratu itu hanya merawat kecantikanya, negeri yang dahulu indah
dan damai sekarang menjadi kacau balau dan banyak kejahatan di mana-mana.
Melihat itu, Sang Putri merasa sedih. Kemudian ia pergi menemui ibu tirinya itu
untuk membicarakan tentang negerinya. Tapi Ratu itu malah membentak-bentak Sang
Putri dan mengusirnya. Sang Putri merasa sakit hati dan dia langsung mengurung
diri di kamarnya.
Permaisuri yang datang dari negeri penyihir mempunyai ilmu
sihir yang tinggi. Dikamarnya dia membuat sebuah cermin yang bisa berbicara dan
menamakannya cermin ajaib. Cermin itu akan selalu menjawab semua pertanyaan
yang diberikan padanya. Suatu hari permaisuri menanyakan siapa wanita tercantik
di negeri itu.
“Wahai cermin ajaib, siapakah wanita tercantik di negeri
ini?”
“Tentunya hanya Putri Salju seorang yang paling cantik di
negeri ini.”
Ketika mendengar jawaban itu, Sang Ratu menjadi murka.
Kemudian dia mengutus anak buahnya untuk menyingkirkan dan membuang Sang Putri
ke hutan. Kemudian anak buahnya segera melaksanakanya. Mereka mengajak Sang
Putri berkuda ke hutan dan meninggalkanya di tengah hutan belantara yang sangat
gelap. Ditengah gelapnya hutan belantara, Sang Putri terus berjalan menyusuri
hutan untuk menemukan jalan keluar. Tapi Sang Putri malah menemukan sebuah
rumah kayu yang sangat terawat dan banyak di tumbuhi bunga yang amat indah.
Ketika dia menemukan rumah itu, dia langsung masuk dan mencari makanan karena
telah lelah seharian mencari jalan keluar dari hutan. Saking laparnya dia
menghabiskan semua persediaan makanan di rumah itu. Karena kekenyangan terlalu
banyak makan akhirnya Sang Putri pun tertidur lelap di rumah itu.
Setelah bangun, Sang Putri terkejut karena itu adalah rumah
7 Kurcaci yang rajin bekerja.
“Hah.. siapa kalian? apakah kalian Kurcaci yang menghuni
hutan ini?”, kata Putri sambil lalu berdiri.
“Anda betul sekali..! Lalu anda ini siapa?”
“Ohh.. aku adalah Putri dari kerajaan. Aku dibuang oleh
pesuruh ibu tiriku..”
“Apakah Tuan Putri tahu letak kerajaan Tuan Putri..?”
“Aku tidak tahu, karena selama di kerajaan aku tidak pernah
keluar rumah..”
“Kalau begitu Tuan Putri boleh tingal disini..”
“Dan karena Tuan Putri telah menghabiskan makanan kami, kami
ingin dibuatkan kembali makanan kami..”, potong salah satu Kurcaci itu.
“Baiklah aku akan membuatkan makanan bagi kalian..”
Kemudian Sang Putri pun bergegas pergi ke dapur dan
membuatkan makanan buat Kurcaci itu. Setelah makanannya jadi, para Kurcaci
segera menyantapnya bersama dan mereka sangat senang karena makanan itu jauh
lebih enak dari makanan yang mereka makan setiap hari.
“Putri, makanan ini sungguh enek sekali..”
“Iya makanannya sangat enak..!”
“Maukah Putri membuatkannya lagi selagi kami bekerja..?”
“Baiklah.. aku akan membuatkannya lagi untuk kalian, dan
karena sekarang hari sudah gelap, sebaiknya kalian segera tidur..”
“Baiklah!”, sahut mereka bersama.
Malam pun menjelang, Sang Putri tidur terlelap. Tapi bagi
para Kurcaci. Mereka semua bersamaan di gelapnya malam. Mereka semua berkumpul
di kamar Sang Putri. Dan sepertinya mereka telah merencanaan sesuatu.
“Apa yang sebaiknya kita lakukan?”, bisik salah satu Kurcaci
itu.
“Kita harus melakukannya bersama”, jawab Kurcaci yang lain.
“Baiklah.”
Kemudian mereka segera menuju tempat tidur Sang Putri dan
mereka melepas pakaian mereka masing-masing dan terlihatlah penis-penis yang
telah berdiri dengan ukuran yang besar. Mereka bersama-sama melucuti
satu-persatu pakaian Sang Putri. Secara bergiliran mereka menciumi vagina dan
payudara Sang Putri yang terlihat sangat indah dan mulus sekali. Kemudian salah
satu Kurcaci yang paling tua segera mengambil alih bagian vagina Sang Putri.beritaseks.com
Dengan menggesek-gesekkan penisnya ke mulut vagina Sang Putri terlebih dahulu
Kurcaci itu memulai aksi mereka. Kurcaci itu membuat mulut vagina Sang Putri
menjadi basah terlebih dahulu dan kemudian Kurcaci itu mendorong masuk penisnya
yang besar ke dalam lubang vagina Sang Putri yang masih perawan itu.
Bercak darah keluar dari vagina Sang Putri ketika Kurcaci
itu berhasil memasukan penisnya yang besar. Kemudian Kurcaci itu mulai
menggenjot penisnya keluar masuk vagina Sang Putri yang terlihat mulai memerah
dan terus mempercepat genjotannya. Beberapa menit kemudian, Kurcaci itu
terlihat sudah mencapai puncaknya dan Kurcaci itu pun langsung mencabut
penisnya dan langsung mengeluarkan spermanya di tubuh Sang Putri. Spermanya
yang kental dan putih itu membasahi hampir seluruh badan Sang Putri.
“Sekarang giliranku..!”
Selama semalaman mereka menggilir Sang Putri yang tertidur
pulas karena pengaruh makanan yang dimakannya tadi siang.Beritaseks
Pagi telah menjelang Sang Putri sangat terkejut karena
ketika bangun dia melihat tubuhnya telanjang dan dilumuri oleh cairan putih
yang ia tidak tahu apakah itu.
“Hah.. apa yang terjadi padaku..!”
Sang Putri melihat ke sekeliling dan dia melihat dia
kelilingi oleh para Kurcaci yang tertidur dengan tanpa busana.
“Hey..! Kalian semua bangun..! Apa yang kalian lakukan
kepadaku?”
Para Kurcaci itu pun terbangun oleh suara Sang Putri dan
semua segera berkumpul dihadapan Sang Putri.
“Maafkan kami Tuan Putri, kamu lupa memberitahu kalau selain
kami tak bisa masak kami juga membutuhkan Tuan Putri untuk melampiaskan nafsu
kami”, jawab salah satu Kurcaci yang paling tua.
“Jika kami tidak melampiaskannya, tempat tidur kami akan
rusak setiap malam dan itu disebabkan oleh nafsu kami yang tidak tertahan.”,
sambung salah satu Kurcaci yang lain.
“Oohh.. jadi begitu.. aku mulai mengerti sekarang..”
“Terimakasih Putri..!”, jawab mereka bersama
“Iya, sekarang kalian harus segera bersiap untuk bekerja
jangan bermalas-malas”
“Baiklah Tuan Putri.”
Sedangkan di kerajaan. Sang Putri masih sibuk dengan
kecantikanya. Dia selalu berusaha untuk mempercantik diri dan bertanya kepada
cermin ajaib. Tetapi jawaban yang diberikan oleh cermin selalu sama.
“Wahai cermin siapakah wanita tercantik di negeri ini?”
“Tentunya hanya Putri Salju seorang yang tercantik di negeri
ini”
“Apakah ada cara untuk membuat aku menjadi yang tercantik?”
“Tentu ada Ratu..”
“Apakah itu?”
“Ratu hanya harus menyingkirkan Putri Salju”
“Baiklah kalau begitu, aku akan membunuhnya..!”
Cerita Dewasa 2016
foto sex 2016,foto seks 2016,foto dewasa 2016,foto mesum 2016,foto bokep 2016, foto ngentot 2016,foto hot 2016,foto porno 2016,foto sange 2016,foto telanjang 2016,foto panas 2016,foto syur 2016,foto lesby 2016,foto gay 2016,foto lucah 2016,foto homo 2016,kisah sex 2016,kisah seks 2016,kisah dewasa 2016,kisah mesum 2016,kisah bokep 2016,kisah ngentot 2016,kisah hot 2016,kisah porno 2016,kisah sange 2016,kisah telanjang 2016,kisah panas 2016,kisah syur 2016,kisah lesby 2016,kisah gay 2016, kisah lucah 2016,kisah homo 2016,
KIsah Dewasa 2016
Kemudian Sang Ratu mengutus salah satu anak buahnya yang
telah ia sihir untuk mencari Putri Salju dan segera membunuhnya. Kemudian
utusan Ratu itu segera pergi ke tempat yang telah di gambarkan oleh cermin
ajaib. Setelah berhari-hari utusan itu mencari, akhirnya pada suatu hari ia
berhasil menemukan rumah yang digambarkan oleh cermin ajaib. Ia langsung
mengetuk pintu dan Sang Putri pun segera membukakan pintu untuk dia.
Ketika pintu dibuka seperti dihipnotis, Sang Putri langsung
tak sadarkan diri. Sang Putri langsung melepas celana utusan itu. kemudian ia
langsung mengulum penis utusan itu yang berdiri di mulut Sang Putri. Utusan itu
sangat menikmati kuluman Sang Putri yang tak sadarkan diri.
“Aahh.. Putri engkau sangat hebat..mmhh..”
Beberapa menit Sang Putri mengkulum penis utusan itu
akhirnya utusan itu mencapai puncaknya. Dia mengeluarkan semua spermanya di
mulut Sang Putri. Dengan tak sadarkan diri Sang Putri langsung menelan semua
sperma di mulutnya. Seketika Sang Putri pun jatuh ke lantai dan ternyata Sang
Ratu menyihir utusannya agar spermanya menjadi beracun.
Setelah melihat Sang Putri roboh, utusan itu langsung pergi
meninggalkan rumah itu. Dan ketika para Kurcaci pulang, mereka sangat terkejut
karena Sang Putri tergeletak di lantai tak bernyawa.
“Ohh.. Putri! Apa yang terjadi dengan anda..!”
“Putri tolong jawab pertanyaan kami..!”
“Semua tenang..!”, teriak Kurcaci yang paling tua.
“Dia tak akan apa-apa, karena dia telah sering meminum
sperma kita racun yang ada pada tubuhnya tak akan membunuhnya. Kita hanya
tinggal menunggu seorang Pangeran dari kerajaan negeri sebelah”, lanjut Kurcaci
itu.
Kemudian bersama-sama mereka melepas celana mereka dan salah
satu dari mereka langsung memasukan penisnya yang sudah berdiri ke dalam lubang
vagina Sang Putri dengan maksud untuk melindungi tubuh Putri dari racun yang
mematikan.
Dikerajaan Sang Ratu tertawa bahagia karena akhirnya cermin
ajaib menyebutkan namanya.
“Wahai cermin ajaib siapakan wanita tercantik di negeri
ini?”
“Tentunya Ratu seorang yang paling cantik di negeri ini”
“Akhirnya aku adalah wanita tercantik di negeri ini karena
Putri Salju sudah aku lenyapkan dari bumi ini untuk selamanya.. ha.. ha..
ha..!”
Dihutan, para Kurcaci sedang bersedih karena Sang Pangeran
belum juga datang. Hari-hari berlalu tapi Sang Putri tetap tidak bangun dan
Pangeran tak kunjung datang. Hingga akhirnya dari balik hutan belantara
munculah Pangeran sedang mengendarai kuda putih. Pangeran itu amat tampan dan
gagah. Pangeran itu adalah putra tunggal dari seorang raja dari kerajaan
seberang. Pangeran itu tiba-tiba berhenti karena dia melihat seorang Putri yang
sedang terlelap.
Pangeran itu mandekatinya dan alangkah terkejutnya Sang
Pangeran karena tidak sehelai pun pakaian menutupi tubuh Putri itu. Kemaluan
Pangeran yang semula kecil tiba-tiba membesar ketika melihat tubuh Sang Putri
yang tak memakai pakaian.beritaseks.com Sang Pangeran langsung turun dari
kudanya dan langsung melucuti semua pakaian yang menempel di tubuhnya. Kemudian
dia mendekati Sang Putri dan berbaring di samping tubuh Putri yang telanjang
itu. Dengan lembut Sang Pangeran mencium Sang Putri. Sang Pangeran pun
ketagihan. Dengan memeluknya erat dia berciuman dengan Sang Putri dengan penis
yang terus berdiri. Sang Pangeran bangkit kemudian dia berciuman dengan Putri
dengan tubuh diatas tubuh Sang Putri yang putih tak bergerak. Beberapa kali
penisnya yang berdiri menyentuh perut Sang Putri.
Ciuman Pangeran beralih menyusuri dada dan perutnya. Dia
menciumi seluruh bagian selangkangan Sang Putri. Sang Pangeran kemudian
membukakan vagina Sang Putri dengan tangannya dan kemudian dengan lidahnya ia
memainkan klitoris Sang Putri tang terlihat sangat merah dan sedikit becek.
Sang Pangeran mencoba untuk menyentuh-nyentuhkan penisnya ke mulut vagina Sang
Putri kemudian ia menggesek-gesekkan penisnya itu. Sang Pangeran masih belum
merasa puas dan ia pun langsung mencoba memasukan penisnya ke dalam lubang
vagina Sang Putri. Sang Pangeran menggesek-gesekan jarinya di mulut vagina Sang
Putri terlebih dahulu kemudian ia memasukkan jarinya ke lubang vagina itu.
Lalu Sang Pangeran membasahi dulu penisnya dengan ludah dan
langsung mengarahkan penisnya ke arah vagina Sang Putri yang trlihat mulai
memerah.
“Baiklah Putri aku akan mengajakmu ke surga..”
Kemudian Sang Pangeran langsung mendorong kemaluannya
dalam-dalam hingga semua batang kemaluan Sang Pangeran dilumat oleh vagina Sang
Putri. Sang Pangeran kemudian menggoyangkan pinggulnya maju mundur.
“Aahh.. sshh.. Putri, aku akan menemanimu.. sshh..”
Ketika Sang Pangeran asik menggenjot vagina Sang Putri,
tiba- tiba mata Sang Putri terbuka dan dia langsung bangkit yang membuat penis
Sang Pangeran terlepas dari vaginanya.
“Uuhh.. apa yang terjadi.. eeh..! kamu siapa?”
“Ohh.. aku adalah Pangeran dari negeri seberang, dan aku
menemukan Putri sedang tertidur disini..”
“Oohh.. iya sekarang aku ingat.. setelah aku meminum sperma
orang itu aku langsung tak sadarkan diri..”
Tiba-tiba dari balik semak-semak keluarlah para kuraci yang
habis bekeja. Mereka sangat terkejut sekaligus senang karena Sang Putri telah
hidup.
“Pangeran, kaulah Pangeran yang diramalkan akan datang dan
akan menyelamatkan Putri Salju, dari sihir Sang Ratu”, kata salah satu Kurcaci
yang paling tua itu.
“Aku ucapkan terimakasih kepada Pangeran karena telah
menyelamatkan aku.”
“Iya sama-sama aku sangat senang bisa menolongmu.”
“Pangeran, kamu harus melanjutkan kegiatanmu tadi agar sihir
dalam tubuh Putri sepenuhnya hilang..”
“Baiklah..”
Kemudian Sang Pangeran pun kembali melanjutkan menggenjot
vagina Sang Putri. Ditemani para Kurcaci yang juga telah melepaskan pakaiannya,
Pangeran menggenjot dengan penuh semangat dan gairah yang membara. Salah satu
Kurcaci yang paling muda meremas sambil menciumi payudara Sang Putri dengan
tangan satunya mengocok penisnya yang sudah berdiri. Dengan vagina yang masih
di genjot oleh Sang Pangeran Sang Putri mengkulum penis salah satu Kurcaci yang
berdiri di samping Sang Putri. Sang Pangeran kemudian mengganti posisinya. Dia
menyuruh Sang Putri untuk berbaring di tubuhnya dan Pangeran pun memasukkan
penisnya lewat lubang anal.
Dua Kurcaci lainnya memasukan penisnya ke dalam lubang
vagina Sang Putri yang terlihat sudah sangat basah secara bersamaan. Setelah
beberapa menit Sang Pangeran melakukan anal sex, akhirnya Sang Pangeran
mencapai puncak kenikmatannya. Dia menyemburkan spermanya di dalam tubuh Sang
Putri dan Pangeran pun terkulai lemas di samping Sang Putri.
Setelah Sang Pangeran selesai, 3 Kurcaci lainnya segera
menggilir lubang anal Sang Putri. Beberapa menit kemudian para Kurcaci akhirnya
mencapai puncak kenikmatan mereka. Secara bersamaan mereka mengeluarkan sperma
mereka di atas tubuh Sang Putri yang belum orgasme itu. Sperma mereka membasahi
seluruh tubuh Sang Putri.beritaseks.com Hampir seluruh tubuh Putri berwana
putih karena sperma para Kurcaci. Tapi Sang Putri yang belum orgasme terus
menusuk-nusukkan jarinya ke lubang vaginanya itu.
Setelah beberapa saat Sang Pangeran terbaring lemas di
samping Sang Putri, akhirnya penis Sang Pangeran berdiri kembali. Pangeran
segera memeluk Putri dan di saat itu pula Pangeran memasukan penisnya ke dalam
lubang vagina Sang Putri. Beberapa menit Pangeran menggenjot vagina Sang Putri
akhirnya mereka mencapai klimaks bersamaan. Diiringi desahan panjang dari mulut
mereka, keduanya saling mengeluarkan cairan dari kemaluan mereka.
“Aahh..!!”
Mereka terbaring lemas dengan tubuh penuh dengan peluh.
“Putri, kamu sangat hebat.. aku tak menyangka kamu sehebat
itu..”
“Itu berkat bantuan para Kurcaci itu..”
Ketika hari sudah menjelang malam, mereka semua berkumpul
untuk merencanakan untuk mengembalikan kerajaan kepada Putri Salju. Mereka
semua sepakat untuk mengerahkan semua kemampuan mereka membantu Sang Putri
mendapatkan kembali tahta kerajaan.
Kemudian esok hari akhirnya tiba. Mereka semua sudah siap
dan dalam perjalanan menuju kerajaan Sang Ratu. Sesampainya disana, Sang Ratu
terlihat sangat histeris karena melihar Putri Salju masih hidup.
“Hah..! Mengapa kamu masih hidup..!”
“Pangeran ini telah menyelamatkan hidup saya..”
“Iya..! sekarang kamu harus menyerahkan kerajaan ini kembali
kepada Putri..”
“Apa..! Tidak pernah..! Kamu harus bisa mengalahkan aku..!”
“Baiklah aku akan menghadapimu demi Putriku..”
Sang Ratu langsung melepas semua pakaiannya dan membuka
lebar selangkangannya. Sang Pangeran pun mendekati Sang Ratu dan langsung
menusukkan penisnya ke dalam lubang vagina Sang Ratu.
“Ratu terimalah seranganku ini..!”
Selama beberapa menit mereka melakukan pertempuran di
singgasana raja yang indah. Hingga singgasana menjadi rusak karenanya. Setelah
1 jam mereka bertempur, dengan kegagahan Sang Pangeran akhirnya Sang Ratu
mengaku kalah. Dia mengalami orgasme terlebih dahulu dibanding Pangeran. Dan
dengan berat hati Sang Ratu menyerahkan singgasana kepada Putri.

Akhirnya kerajaan kembali tentram. Mereka akhirnya menikah
dihadiri oleh seluruh warga negeri. Hari-hari berlalu, Sang Pangeran dan Sang
Putri hidup bahagia di kerajaan itu.
Pembantu dan Istri Tetangga Yang Membantuku Dalam Menuntaskan Birahi

Pembantu dan Istri Tetangga Yang Membantuku Dalam Menuntaskan Birahi

Cerita bokep terpanas sebelumnya yang berjudul Kecerobohanku Hingga Bisa Dientot Bule Karena Pengaruh Obat, dan pada kesempatan kali ini situs CeritaDewasaIGO.com akan membagikan cerita sex dewasa baru yang tidak kalah seru nya dengan judul Pembantu Menawan dan Istri Tetangga Yang Membantuku Dalam Menuntaskan Birahi
Cerita Dewasa – Namaku Damar, 25 tahun, baru lulus Universitas. Sambil menunggu kesempatan untuk dapat mulai bekerja, sekarang aku meneruskan program S-2 di Universitas yang sama. Sampai saat ini aku belum punya pacar, meskipun teman wanitaku cukup banyak, dan pergaulanku dengan mereka termasuk kategori ‘biasa-biasa’ saja.
Pembantu dan Istri Tetangga Yang Membantuku Dalam Menuntaskan Birahi
Pembantu dan Istri Tetangga Yang Membantuku Dalam Menuntaskan Birahi

Sejak lulus SMA di Jawa Tengah, aku tinggal dengan Pak De di kawasan perumahan eksklusif di kawasan Jakarta Selatan. Pak De dan Bu De, yang menyayangiku adalah ‘pasutri’ yang sangat sibuk dengan kegiatan bisnis dan sosial mereka masing-masing. Berusia 60-an, mereka berdua adalah cerminan kaum feodal Jawa yang masih sangat konservatif.
Ketiga orang anak-anak mereka sudah berumah tangga dan semua tinggal di luar negeri. Ini membuatku jadi seolah seorang pangeran yang kesepian, dan sebagai seorang introvert. Aku banyak menghabiskan waktu di puri yang megah namun kosong ini.
Salah satu dari berbagai kesukaanku adalah menonton film hardcore di home theater, tentu ketika Ndoro-ndoro itu tidak sedang di rumah. Terkadang ketika aku tidak dapat lagi menahan gejolak birahi, maka aku ‘melepas’-nya dengan bermasturbasi di kursi kegemaran Pak De. (Aku tidak pernah lupa menyediakan sekotak tissue di dekatku.)
Pembantu Rumah Tangga (PRT) kepercayaan Bu De. Dari 3 orang PRT disitu, hanya dia lah yang diperbolehkan masuk ke ‘ruangan dalam’ untuk membersihkannya. Berkulit mulus layaknya mojang Priangan, janda menawan beranak satu asal Sukabumi ini menurut perkiraanku berumur 30-an.
Seringkali tubuhnya yang sintal dan terawat baik itu mengisi ‘laporan’ (lamunan porno)-ku. Hanya karena pengaruh ajaran keluarga, yang dengan tegas menganut perbedaan ‘kelas’ (antara majikan dan pembantu), yang masih bisa mencegahku untuk ‘mendekatinya’.
Satu kejadian yang sangat memalukan tapi sekaligus mendebarkan terjadi ketika aku sedang bermasturbasi sambil menonton adegan lesbian favoritku. Di saat aku sedang orgasme, maniku bermuncratan, dan aku mengerang dalam nikmat, masuklah Narsih.
“Eh, ada Aden disini, kirain teh kosong, sayah cuma mau bersihin kok. Punten nya’, nanti aja kalau Aden udah selesai, sayah balik lagi.”
Aku yakin bahwa sebenarnya, tanpa sepengetauanku, dia sudah cukup lama ikut menonton bermacam adegan, dan mengamati dari awal permainan soloku.
Sejak peristiwa itu aku bertekad untuk membalas dendam dengan cara mengintip ketika dia sedang mandi, atau berganti pakaian di kamarnya. Suatu ketika aku bahkan pernah melihatnya sedang bermasturbasi, meremasi payudara dan memelintir puting-putingnya, jari-jarinya yang lentik mempermainkan klitoris, dan keluar-masuk vulva-nya.
Sampai akhirnya dia merintih, mengerang dalam klimaksnya. Dan aku pun ‘menemani’-nya dalam orgasme dari kejauhan. (Aku selalu membawa beberapa lembar tissue di kantongku saat mengintip Narsih.)
Selain itu ada Bu Murti, istri pengusaha sukses ini tinggal hanya berselang 3 rumah jauhnya. Perbedaan umur yang cukup jauh tampaknya bukan penghalang dalam menjalin persahabatannya dengan Bu De, sehingga dia sudah terbiasa dan leluasa bergerak di rumah kami. Sejak pertama diperkenalkan kepadanya, aku tidak pernah berhenti mengaguminya.
Ibu dari 2 anak ABG, yang sangat paham merawat kecantikan dan tubuhnya ini seringkali kuajak ‘kencan’ dalam fantasi liarku. Semula Bu De mengharuskan aku menyapanya dengan “Bu”, tapi suatu kali justru Mbak Murti yang menegaskannya sendiri.
“Mbakyu, Dik Damar dan saya ‘kan hanya terpaut beberapa tahun saja, dia masih pantas menjadi ‘adik’ saya.” katanya waktu itu. (Ooh.., terima kasih Mbak Murti.)
Suatu waktu Pak De dan Bu De bepergian cukup lama ke luar negri menengok cucu-cucunya. Siang hari itu aku sedang asyik dengan menonton film XX kegemaranku, dan bersiap untuk bermain solo.
Tiba-tiba ketika aku sedang bersiap melepas celana, entah sudah berapa lama dia mengamati ‘kesibukan’-ku, di sampingku berdiri Mbak Murti. Dalam pakaian tennis (gaun sangat pendek dan t-shirt ketat) dia menampakkan kemolekan lekuk tubuhnya. Dan tanpa basa-basi lagi dia berlutut di depanku.
“Sini Damar, biar saya bantu.”
Dengan sangat santun dan ramah dia mengatakan bahwa dia dapat memahami keadaanku, dan dalam suara yang mulai serak dia masih sempat memuji bahwa aku adalah anak muda yang baik karena ternyata lebih memilih swalayan daripada jajan ataupun bermain sex bebas.
Selanjutnya, tanpa berkata sepatah pun, kedua tangannya dengan leluasa mulai melepas bajuku. Bibirnya yang sering aku khayalkan menciumiku mulai menjelajahi leher, telinga dan dadaku, lidahnya juga seakan tak mau kalah beraksi.
Aku semakin tenggelam dalam kolam kenikmatan waktu Mbak Murti menjilat, mengecup, dan menggigit kecil puting dadaku. Jemarinya mulai mengelus penisku, sekejap kemudian, dalam satu gerakan yang sangat cepat, dilepasnya celanaku, dan aku yang tak berdaya telah telanjang, duduk di kursi Pak De. Mbak Murti semakin tak terkendali, darah semakin mengalir deras ke penisku, keras-panjang-tegak-menantang.
“Aaahh..!” desah panjang Mbak Murti, nafasnya yang panas terasa sangat dekat di sekitar bawah perutku, penisku yang telah dalam genggamannya tak dilepasnya lagi.
“Oohh.., Mbaak..!” terucap dari mulutku saat dia mendaratkan lidahnya di ‘leher’ penisku.
Disitu dia memutar dan memainkan lidahnya, aku tak dapat menahan keluarnya cairan kentalku.
“Mmm.., Damar..!” dan dengan tatap kagum pada penisku (panjang 18 cm, lingkar 5 cm) dijilatinya protein yang mengalir dari tubuhku itu.
Satu tangan Mbak Murti mulai menggenggam dan meremas lembut, lalu lidahnya berpindah menjilati setiap milimeter kantong bijiku. Di ‘ambil’-nya bijiku dengan bibirnya, lalu dikulum dalam mulut, seakan ingin ditelannya.
Dia melihat juice mengalir lagi dari ujung penisku, tanpa membuang waktu sedetik pun dikatupkannya kedua bibirnya pada mahkotaku. Inilah oral sex-ku yang pertama. Terus perlahan dia berusaha memasukkan seluruh penisku ke dalam mulutnya, bibir dan lidahnya seakan berlomba, naik-turun-naik-turun menelusuri penisku. Aku tidak sedang berkhayal, badanku terasa ringan serasa melayang tinggi saat dia tersengal megatakan, “Masih tahan Damar..? Tunggu saya ya, plee..ase..!”
Mbak Murti bangkit, seperti kesurupan dia tanggalkan seluruh pakaiannya, dan dengan gaya yang sangat binal dia baringkan tubuhnya di selembar kulit domba New Zealand yang terhampar di lantai.
“Damar, kamu tau apa yang harus kamu lakukan..” katanya, dan tiba-tiba aku bukan lagi jejaka pemalu.
Seluruh ingatanku (dari ‘pelajaran’ di film) kukerahkan. Aku seolah menjelma menjadi cowboy yang sedang bersiap menundukkan kuda betina yang sedang birahi ini. Tak ada waktu lagi menciumi bibirnya yang merekah dan merangsang.
Kuraih payudaranya, aku sempat melirik BH-nya yang berukuran 34C, dan tak kulepaskan. Kedua putingnya yang meregang kupelintir pelan sampai dia mengerang dalam kenikmatan. Kujilati, kulum, dan hisap keduanya tanpa ampun.
Sekejap dengan sigapnya dia menyergap kepalaku dan, tanpa berkata apapun, mengarahkannya ke bawah perutnya. Aku ragu sejenak, tapi sudah cukup aku melihat bagaimana lelaki pun ternyata dapat memberikan cunnilingus, dan sekaligus menikmatinya.
Dengan rakus aku melahap apa yang ada di hadapanku, klitorisnya yang telah mencuat tampak mengkilat dilumuri cairan yang menggenang di vulva Mbak Murti. Bukit vagina tertutup bulu kemaluannya yang digunting pendek dan terawat rapih mengundangku untuk berlama-lama menikmati keindahan ini sambil berpindah ke posisi 69.
Bertubi-tubi kuluncurkan lidahku, keluar-masuk, naik-turun, sambil sekali-sekali bersama jariku menggoda sang ‘Dewi Clitoris’. Mulutku tak hentinya meneguk segarnya air danau senggama ini. Kurasakan otot-otot Mbak Murti menegang, dan Mbak Murti berteriak dalam ledakan orgasme yang tak terkendalikan lagi.
“Ooohh.. Hhh.., Daamm.. Ar.. Yess, Yess, Damar..! Aaa.. hh..!”
“Aden..! Ibu Murti kenapa..?” masuklah Narsih tergopoh-gopoh.
Dari kamar mandi, Narsih yang tubuhnya masih basah hanya dibalut handuk, tampak jelas gemetar menyaksikan pemandangan yang dilihatnya. Seperti lemas tanpa tulang dia roboh terduduk di sampingku, handuk pembungkus tubuhnya terlepas.
Sebelum Narsih sempat menyadarinya, aku tarik tubuh janda molek ini. Tubuhnya terbaring menggelepar ketika aku lampiaskan semua khayalanku yang selalu berakhir di lembar-lembar tissue selama ini.
“Aden, Aden, Aden..!” hanya itu desahnya.
Kudaratkan rudalku di lembah payudaranya, aku gesekkan ke putingnya, tampak dia menggelinjang. Lalu aku bangkit tepat di hadapannya, “Den Damar, kok jadi seperti di pi..” kalimatnya (maksud dia pilem) tidak selesai karena penisku sudah membungkam mulutnya.
Dengan mata tertutup aku sangat menikmati permainan seruling janda Sukabumi ini, sampai ketika tiba-tiba alunan nadanya terasa faals. Ketika aku membuka mata ternyata Mbak Murti yang untuk beberapa saat tadi KO-lah penyebabnya.
Kulihat dari belakang Narsih, satu tangan Mbak Murti meremas payudara Narsih, sementara satunya lagi mengobok-obok ‘momok’ (Sunda: vagina)-nya. Melihat adegan ini aku memutuskan untuk istirahat sejenak menjelang final round nanti. Sekarang Narsih lah yang berjaipong tanpa protes sedikitpun atas iringan degung Juragan Murti.
Gila, semua fantasiku jadi kenyataan, sementara di layar muncul adegan lesbian, di depan mataku dua perempuan, yang katanya berbeda ‘kelas’ (tapi tak ada batas lagi kan?) beraksi. Mbak Murti tanpa sungkan lagi langsung menyodorkan clitoris nya ke mulut Narsih yang langsung melahapnya seakan sedang menikmati jagung bakar di Puncak,
tangan Mbak Murti menuntun tangan Narsih ke payudaranya. Narsih tetap patuh ketika jemari Mbak Murti menelusuri ‘momok’-nya, tapi segala sesuatu ada batasnya. Nurani perempuan desa lugu yang lama tak tersentuh lelaki ini akhirnya bicara.
“Den Damar, saya pingin dirojok pake kontolnya Aden.”
Mbak Murti terhenyak, “Nggak bisa Narsih, saya harus duluan! Nanti kalau kontol Damar masih bisa ngaceng, baru giliran kamu. Pokoknya nggak bisa, harus saya duluan!”
Narsih pasrah, “Yah, kalau memang begitu mah, terserah Juragan ajah.”
“Damar, fuck me, now, please..! I want your cock inside my pussy.”
Too good to be true. Penisku yang memang sudah semakin berat di ujungnya ini segera meluncur ke sasaran pertamanya. Sewaktu penisku mulai masuk ke dalam, dan memompa Mbak Murti, kulihat Narsih ‘sibuk’ sendirian bermasturbasi. Rupanya tembakanku tepat, bull’s eye! Hanya sebentar aku menunggangi Juragan kuda binal ini, dia menyerah.
“Damar, aku keluar sekarang. Fuck me, fuck me. Aaa.. ah, yess!”
One down, one to go.
Kali ini aku tak boleh membedakan kedua perempuan itu, mereka harus mendapatkan apa yang diinginkannya. Perlahan aku memisahkan diri dari Mbak Murti yang sudah tak berdaya lagi, dan beringsut ke arah Narsih yang tahu bahwa sekarang gilirannya.
“Den Damar, punten, sayah pingin seperti yang di pilem itu. Dirojok sembari nungging!”
Edan, dasar janda doyan, kataku dalam hati. Pelan tapi pasti aku tak ingin mengecewakan PRT Bu De-ku yang setia ini. Ternyata goyang, gitek, geyol, dan sedotan mojang ini istimewa. Aku hampir kewalahan berjaipong dengan Narsih, ini harus ditancep seperti wayang golek di batang pisang, pikirku. Tanpa peduli lagi, aku pindah versnelling 2.
“Adee.. een, kontol Aden enak, aduh saya kayak terbang, terus tancep Den Damar. Ampun, Aden, aduh Emak, sayah keenaa.. aakan, Ade.. een..!”
Game is not over, pikirku begitu masih berdiri di belakang Narsih dengan penis yang sangat keras dan berdenyut-denyut.
“Damar, kamu hebat!” celetuk Mbak Murti, sambil merangkak dia beringsut mendekatiku lagi.
“Narsih, kesini kamu..!” perintahnya, “Sekarang kita kerjain Damar berdua, ya. Nanti kalau maninya keluar (“mani itu pejuh, ya Juragan?” tanya Narsih polos,) kita pakai buat luluran. Maninya lelaki bisa bikin kulit kita jadi halus.”
Dengan kompak mereka mulai ‘bekerja’. Mbak Murti dengan telaten mengocok batang penisku, sementara Narsih dengan patuh menjilati kantong bijiku. Disinilah batasku, aku meledak sejadi-jadinya.
Hampir tak mampu lagi rasanya aku berdiri selagi maniku menyemprot dengan deras, kedua perempuan itu berusaha keras untuk mencegah ada yang tercecer. Dengan sungguh-sungguh diulaskannya saripati kelelakianku ke tubuh-tubuh mereka yang molek itu.

Entah berapa jam kemudian ketika aku terbangun, Mbak Murti tak nampak lagi disitu. Tapi kulihat Narsih memandangiku tersenyum sambil membersihkan arena tempat permainan rodeo tadi. Narsih menyerahkan secarik kertas dari Mbak Narti.

cerita sex abg kurenggut keperawanan abg cantik

abg smp narsis hot
cerita sex abg kurenggut keperawanan abg cantik  Hari telah senja awan mendung pun mulai menyelimuti kota metropolitan ini membuat suasana semakin gelap, di saat itu di sebuah SMU Negeri terkenal di kota itu nampak gadis-gadis membubarkan diri dari sebuah ruang aula olahraga. Mereka mengakhiri latihan rutin paduan suaranya. Tawa dan canda khas gadis-gadis SMU mengiringi mereka bubar, satu demi satu mereka keluar dari halaman sekolah yang telah gelap itu. Sementara itu suara gunturpun terdengar pertanda hujan akan segera turun. Ada yang dijemput oleh orangtuanya, adapula yang membawa mobil pribadi, dan ada juga yang menggunakan angkutan umum. Aku sangatlah hafal dengan aktifitas anak-anak SMU ini, karena memang sudah hampir sebulan ini aku bekerja sebagai tukang cat disekolah ini. Usiaku memang sudah tidak muda lagi, saat ini aku berusia 48 tahun. Aku adalah seorang duda, istriku sudah lama minggat meninggalkanku setelah mengetahui aku tengah melakukan hubungan intim dengan keponakannya. Reputasiku sebenarnya lebih banyak didunia hitam, dulu aku dikenal sebagai seorang germo yang aku sambi dengan berdagang ganja. Namun beberapa bulan yang lalu semua para wanita yang aku jajakan terkena razia dan kemudian bisnis ganjaku hancur setelah kurir yang biasa membawa ganja ditembak mati oleh aparat. Di sekolah ini aku tidaklah sendirian aku masuk bekerja dengan sahabatku yang bernama Charles yang seorang residivis kambuhan. Usianya tidak begitu jauh denganku yaitu 46 th, perawakannya tinggi besar rambutnya panjang dan kumal. Kami berdua sengaja hidup berpindah-pindah tempat. Kami bukanlah pekerja tetap di sekolah ini, kami hanya mendapat order untuk mengerjakan pengecatan kusen-kusen pintu-pintu kelas di sekolah ini. Kami tidak dibayar mahal namun kami memiliki kebebasan untuk tinggal dilingkungan sekolah ini. Maklumlah kami adalah perantau yang hidup nomaden. Di antara gadis-gadis tadi, ada salah seorang yang paling menonjol. Aku sangatlah hafal dengannya. Karena memang dia cantik, lincah dan aktif dalam kegiatan sekolah, sehingga akupun sering melihat dia mondar-mandir di sekolahan ini. Adinda Wulandari namanya. Postur tubuhnya mungil, wajahnya cantik dan imut-imut, kulitnya putih bersih serta wangi selalu, rambutnya ikal panjang sebahu dan selalu diikat model ekor kuda. Penampilannyapun modis sekali, seragam sekolah yang dikenakannya selalu berukuran ketat, rok seragam abu-abunya berpotongan sejengkal di atas lutut sehingga pahanya yang putih mulus itu terlihat, ukuran roknyapun ketat sekali membuat pantatnya yang sekal itu terlihat menonjol, sampai-sampai garis celana dalamnya pun terlihat jelas melintang menghiasi lekuk pantatnya, tak lupa kaos kaki putih selalu menutupi betisnya yang putih mulus itu. Tidak bisa kupungkiri lagi aku tengah jatuh cinta kepadanya. Namun perasaan cintaku kepada Adinda lebih didominasi oleh nafsu sex semata. Gairahku memuncak apabila aku memandanginya atau berpapasan dengannya disaat aku tengah bekerja di sekolah ini. Ingin aku segera meyetubuhinya. Banyak sudah pelacur-pelacur kunikmati akan tetapi belum pernah aku menikmati gadis perawan muda yang cantik dan sexy seperti Adinda ini. Aku ingin mendapatkan kepuasan itu bersama dengan Adinda. Informasi demi informasi kukumpulkan dari orang-orang disekolah itu, dari penjaga sekolah, dari tukang parkir, dari karyawan sekoah. Dari merekalah aku mengetahui nama gadis itu. Dan dari orang-orang itupun aku tahu bahwa Adinda adalah seorang siswi yang duduk di kelas 2, umurnya baru 16 tahun. Beberapa saat yang lalu dia merayakan hari ulang tahunnya yang ke-16 di kantin sekolah ini bersama teman-temannya sekelas. Diapun termasuk siswi yang berprestasi, aktif dalam kegiatan paduan suara dan paskibra di sekolah ini. Dan yang informasi terakhir yang kudapat bahwa dia ternyata adalah salah seorang finalis foto model yang diselenggarakan oleh sebuah majalah khusus untuk remaja putri terkenal di Negeri ini dan bulan depan dia akan mengikuti seleksi tahap akhir. Kini disaat sekolah telah sepi salah satu dari gadis-gadis anggota paduan suara tadi itu tengah merintih-rintih dihadapanku. Dia adalah gadis yang terakhir kalinya masih tersisa di dalam sekolah ini, yang sedang asyik bercanda ria dengan temannya melalui HP-nya, semetara yang lainnya telah meninggalkan halaman sekolah. Beberapa menit yang lalu melalui sebuah pergulatan yang tidak seimbang aku telah berhasil meringkusnya dengan mudah, kedua tangannya kuikat dengan kencang kebelakang tubuhnya, dan mulutnya kusumpal dengan kain gombal. Setelah itu kuseret tubuhnya ke bangsal olahraga yang berada di bagian belakang bangunan sekolah ini. Tidak salah salah lagi gadis itu adalah Adinda, gadis cantik sang primadona sekolah ini yang telah lama kuincar. Aku sangat hafal dengan kebiasaannya yaitu menunggu jemputan supir orang tuanya di kala selesai latihan sore dan sang supir selalu terlambat datang setengah jam dari jam bubaran latihan. Sehingga dia paling akhir meninggalkan halaman sekolah. Kini dia meringkuk dihadapanku, dengan tangisannya yang teredam oleh kain gombal yang kusumpal di mulutnya. Sepertinya dia memohon-mohon sesuatu padaku tetapi apa peduliku, air matanya nampak mengalir deras membasahi wajahnya yang cantik itu. Sesekali nampak dia meronta-ronta mencoba melepaskan ikatan tali tambang yang mengikat erat di kedua tangannya, namun sia-sia saja, aku telah mengikat erat dengan berbagai simpul. Posisinya kini bersujud di hadapanku, tangisannya kian lama kian memilukan, aku menyadari sepenuhnya bahwa dia kini tengah berada dalam rasa keputusasaan dan ketakutan yang teramat sangat di dalam dirinya. Kunyalakan sebatang rokok dan kunikmati isapan demi isapan rokok sambil kutatap tajam dan kupandangi tubuh gadis cantik itu, indah nian tubuhnya, kulitnya putih bersih, pantatnya sekal berisi. Kunikmati rintihan dan tangis gadis cantik yang tengah dilanda ketakutan itu, bagai seseorang yang tengah menikmati alunan musik di dalam ruangan sepi. Suara tangisnya yang teredam itu memecahkan kesunyian bangsal olahraga di sekolah yang tua ini. Sesekali dia meronta-ronta mencoba melepaskan tali ikatan yang mengikat kedua tangannya itu. Lama kelamaan kulihat badannya mulai melemah, isak tangisnya tidak lagi sekeras tadi dan sekarang dia sudah tidak lagi meronta-ronta mungkin tenaganya telah habis setelah sekian lamanya menagis meraung-raung dengan mulutnya yang telah tersumbat. Sepertinya di dalam hatinya dia menyesali, kenapa Heru supirnya selalu terlambat menjemputnya, kenapa tadi tidak menumpang Desy sahabat karibnya yang tadi mengajaknya pulang bareng, kenapa tadi tidak langsung keluar dari lingkungan sekolah di saat latihan usai, kenapa malah asyik melalui HP bercanda ria dengan Fifi sahabatnya. Yah, semua terlambat untuk disesali pikirnya, dan saat ini sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada dirinya. “Beres Yon.., pintu pagar depan sudah gue tutup dan gembok”, terdengar suara dari seseorang yang tengah memasuki bangsal. Ternyata Charles dengan langkah agak gontai dia menutup pintu bangsal yang mulai gelap ini. “OK.. Sip, gue udah beresin nih anak, tinggal kita pake aja..”, ujarku kepada Charles sambil tersenyum. Kebetulan malam ini Pak Parijan sang penjaga sekolah beserta keluarganya yang tinggal di dalam lingkungan sekolah ini yaitu sedang pulang kampung, baru besok lusa mereka kembali ke sekolah ini. Mereka langsung mempercayakan kepada kami untuk menjaga sekolah ini selama mereka pergi. Maka tinggallah kami berdua bersama dengan Adinda yang masih berada di dalam sekolah ini. Pintu gerbang sekolah telah kami rantai dan kami gembok sehingga orang-orang menyangka pastilah sudah tidak ada aktifitas atau orang lagi di dalam gedung ini. Pak Heru sang supir yang menjemput Adinda pastilah berpikiran bahwa Adinda telah pulang, setelah melihat keadaan sekolah itu. Kupandang lagi tubuh Adinda yang lunglai itu, badannya bergetar karena rasa takutannya yang teramat sangat di dalam dirinya. Hujanpun mulai turun, ruangan di dalam bangsal semakin gelap gulita angin dinginpun bertiup masuk ke dalam bangsal itu, Charles menyalakan satu buah lampu TL yang persis diatas kami, sehingga cukup menerangi bagian disekitar kami saja. Kuhisap dalam-dalam rokokku dan setelah itu kumatikan. Mulailah kubuka bajuku satu per satu, hingga akhirnya aku telanjang bulat. Batang kemaluanku telah lama berereksi semenjak meringkus Adinda di teras sekolah tadi. “Gue dulu ya..”, ujarku ke Charles. “Ok boss..”, balas Charles sambil kemudian berjalan meninggalkan aku keluar bangsal. Kudekati tubuh Adinda yang tergolek dilantai, kuraba-raba punggung gadis itu, kurasakan detak jantungnya yang berdebar keras, kemudian tanganku turun hingga bagian pantatnya yang sekal itu, kuusap-usap pantatnya dengan lembut, kurasakan kenyal dan empuknya pantat itu sambil sesekali kutepok-tepok. Badan Adinda kembali kurasakan bergetar, tangisnya kembali terdengar, sepertinya dia kembali memohon sesuatu, akan tetapi karena mulutnya masih tersumbat suaranyapun tidak jelas dan aku tidak memperdulikannya. Dari daerah pantat tanganku turun ke bawah ke daerah lututnya dan kemudian menyelinap masuk ke dalam roknya serta naik ke atas ke bagian pahanya. Kurasakan lembut dan mulus sekali paha Adinda ini, kuusap-usap terus menuju keatas hingga kebagian pangkal pahanya yang masih ditutupi oleh celana dalam. Karena sudah tidak tahan lagi, kemudian aku posisikan tubuh Adinda kembali bersujud, dengan kepala menempel dilantai, dengan kedua tangannya masih terikat kebelakang. Aku singkapkan rok seragam abu-abu SMU-nya sampai sepinggang. “Waw indah nian.. Gadis ini” gunamku sambil melototi paha dan pantat sekal gadis ini. Kemudian aku lucuti celana dalamnya yang berwarna putih itu, terlihatlah dua gundukan pantat sekal gadis ini yang putih bersih. Sementara Adinda terus menangis kini aku memposisikan diriku berlutut menghadap ke pantat gadis itu, kurentangkan kedua kakinya melebar sedikit. Dengan jari tengahku, aku coba meraba-raba selangkangan gadis ini. Disaat jari tengahku menempel pada bagian tubuhnya yang paling pribadi itu, tiba-tiba tubuh gadis ini mengejang. Mungkin saat ini pertama kali kemaluannya disentuh oleh tangan seorang lelaki. Di saat kudapatkan bibir kemaluannya kemudian dengan jariku itu, aku korek-korek lobang kemaluannya. Dengan maksud agar keluar sedikit cairan kewanitaannya dari lobang kemaluannya itu. Tubuhnya seketika itu menggeliat-geliat disaat kukorek-korek lobang kemaluannya, suara desahan-desahanpun terdengar dari mulut Adinda, tidak lama kemudian kemaluannya mulai basah oleh cairan lendir yang dikeluarkan dari lobang vaginanya. Setelah itu dengan segera kucabut jari tengahku dan kubimbing batang kemaluanku denga tangan kiriku kearah bibir vagina Adinda. Pertama yang aku pakai adalah gaya anjing, ini adalah gaya favoritku. Dan.. “Hmmpphh..”, terdengar rintihan dari mulut Adinda disaat kulesakkan batang kemaluanku kebibir vaginanya. Dengan sekuat tenaga aku mulai mendorong-dorong batang kemaluanku masuk kelobang kemaluannya. Rasanya sangat seret sekali, karena sempitnya lobang kemaluan gadis perawan ini. Aku berusaha terus melesakkan batang kemaluanku kelobang kemaluannya dengan dibantu oleh kedua tanganku yang mencengkram erat pinggulnya. Kulihat badan Adinda mengejang, kepala mendongak keatas dan sesekali menggeliat-geliat. Aku tahu saat ini dia tengah merasakan sakit dan pedih yang tiada taranya. Keringat terus mengucur deras membasahi baju seragam sekolahnya, namun harum wangi parfumnya masih terus tercium, membuat segarnya aroma Adinda saat itu, rintihan-rintihan terdengar dari mulutnya yang masih tersumpal itu. Dan akhirnya setelah sekian lamanya aku terus melesakkan batang kemaluanku, kini bobol sudah lobang kemaluan Adinda. Aku telah berhasil menanamkan seluruh batang kemaluanku ke dalam lobang vaginanya. Kurasakan kehangatan di sekujur batang kemaluanku, dinding vagina Adinda terasa berdenyut-denyut seperti mengurut-urut batang kemaluanku. Sejenak kudiamkan batang kemaluanku tertanam di dalam lobang vaginanya, kunikmati denyutan-demi denyutan dinding vagina Adinda yang mencengkram erat batang kemaluanku. Selanjutnya kurasakan seperti ada cairan mengucur mengalir membasahi batang kemaluanku dan kemudian meluber keluar menetes-netes. Ah.. Ternyata itu darah, berarti aku telah merenggut keperawanan dari gadis cantik ini
Cerita Sex Sekretaris Bahenol Bisa Ajak ML

Cerita Sex Sekretaris Bahenol Bisa Ajak ML

 Aku baru saja merekrut sekretaris baru karena sekretarisku yang lama sudah malas-malasan dan kurang profesional, apalagi setelah dia menikah. Oh ya, hampir lupa, aku bekerja di sebuah perusahaan swasta yang sedang naik daun, tepatnya di sebuah bank swasta. Tak kuduga, sekretaris baruku itu memang bukan saja masih perawan, tapi rajin, pintar dan yang paling penting lagi adalah bodinya yang montok dan parasnya yang cantik, dengan kulit putih bersih tanpa cela. Dari pandangan mata pertama kali ketika kuwawancarai aku langsung terpikat dan dari sorot matanya serta sikapnya terhadapku, aku juga faham jika dia suka padaku.
Cerita Sex Sekretaris Bahenol Bisa Ajak ML
Wah, cocok deh, rasanya pada minggu pertama hari-hari di kantor begitu indah dan rasanya sangat cepat berjalan. Namanya Indah Rita Purwati, oh.. rasanya kerjaku semakin bersemangat. Setiap kali dia datang ke kamar kerjaku membawa surat atau minumanku, aku mulai menancapkan busur-busur asmaraku dari mulai menggenggam tangannya, mencium hidung dan keningnya tetapi masih cukup sopan, jangan sampai dia kaget atau marah. Tapi aku yakin, dia pun ingin diperlakukan demikian karena ternyata dia tak menolak bahkan kerjanya semakin rajin dan cekatan bahkan tak pernah bolos (termasuk ketika datang matahari, eh datang bulan). Kupikir tak apa, malah aku senang, toh aku belum mau pakai, yang penting bisa mencium bibirnya, hidungnya, keningnya dan dari hari ke hari kami semakin tenggelam dalam asmara. Ketika itu, tahun 1982, dia sudah punya pacar bahkan pacarnya terus memintanya untuk segera menikah. Herannya, menurut pengakuannya, dia semakin benci dan tidak berniat kawin dengan pacarnya itu. Weleh-weleh-weleh, rupanya jerat cintaku telah merasuki jiwanya.
Sampai suatu hari (3 bulan kemudian), aku memberanikan diri untuk mengajaknya pergi ke luar kota di hari minggu, karena tidak mungkin kami mencurahkan cinta kasih kami di kantor. Dia setuju dan berjanji untuk menungguku di sebuah pasar swalayan tak jauh dari rumahnya. Maka ketika mobil kami meluncur di toll Jagorawi menuju Bogor dan kemudian ke Pelabuhan Ratu Sukabumi, hati kami semakin berbunga-bunga sebab kami akan dapat mencurahkan segalanya tanpa takut diketahui orang atau pegawai lain di kantor maklum kedudukanku sebagai kepala cabang bank swasta terkemuka di samping sudah beristeri dan beranak dua.
“Rit..” kataku pelan ketika mobilku keluar pintu toll.
“Ada apa Pak?” Rita menjawab manis, sambil melirikku.
“Sekarang jangan panggil bapak, panggil saja Papah, biar nanti orang mengira kita ini suami-isteri.” Dia mencubit pahaku sambil tersenyum manja, dan tangannya kutahan untuk tetap memegang pahaku, dia mendelik manja tapi juga setuju.
“Pah.. kamu nakal deh”, sambil mencubit sekali lagi pahaku. Wah, rasanya aku seperti terbang ke langit mendengar Rita mengatakan “Papah” seperti yang kuminta. Sebaliknya, aku pun mulai saat itu memanggil Rita dengan sebutan “Mamah” dan kami saling memagut cinta sepanjang perjalanan ke Pelabuhan Ratu itu, laksana sepasang sejoli yang sedang mabuk cinta atau pengantin baru yang akan ber-“honey-moon”, sehingga tak terasa mobilku sudah memasuki halaman Hotel Samudera Beach. Pelabuan Ratu yang berada di tepi Samudra Hindia dengan ombaknya yang terkenal garang. Laksana suami isteri, aku dan Rita masuk dan menuju “reception desk” untuk check-in minta satu kamar yang menghadap ke laut lepas. Petugas resepsi dengan ramah dan tanpa rewel (mungkin karena aku ber-Mamah-Papah dan terlihat sebagai suami isteri yang sangat serasi, sama ganteng dan cantiknya) segera memberikan kunci kamar, sambil minta seorang room-boy mengantar kami ke ruangan hotel di lantai tiga kalau aku tak salah. Segera kututup pintu kamar, di-lock sekaligus dan pesan supaya kami tidak diganggu karena mau beristirahat. Aku dan Rita duduk berhadapan di pinggir tempat tidur sambil tersenyum mesra penuh kemenangan. Akhirnya, angan-angan yang selalu kuimpikan untuk berdua-duaan dengan Rita ternyata terlaksana juga. Kukecup hidungnya, keningnya, telinganya, Rita menggelinjang geli. Kusodorkan mulutku untuk meraih mulutnya, dia terpejam manja dan ketika bibir kami bersentuhan dan kuulurkan lidahku ke bibirnya, ternyata dia langsung menyedot dan melumat lidahku dalam-dalam. “Ooohhgghh, Paahh”, Rita mulai terangsang dan merebahkan badannya, aku segera saja menggumulinya dan menaiki badannya, Rita melenguh dan terpejam, kemaluanku bergesekan dengan selangkangannya dan bau harum parfumnya semakin merangsang nafsuku. “Paahh, kita buka pakaiannya dulu, nanti lecek.” Oh, harum sekali mulutnya, kulumat habis wajahnya, kupingnya, jidatnya dan mulutnya. “Paahh, bandel nih, kita buka dulu bajunya!” Aku masih terengah-engah menahan nafsuku yang membara, kemaluanku semakin menegang menggesek selangkangannya. “OK Mahh.. yuuk dibuka dulu.”
Karena sudah sama-sama ngebet, kami saling membukakan pakaian dan setelah T-Shirt-nya kulepas, terlihat sepasang gunung menyembul putih, dan mulus sekali. Kami berpandangan setelah tak selembar benang pun menempel. Kudekap Rita yang mulus, putih, harum itu, kujilati semuanya sambil berdiri, sementara kemaluanku sudah tegang memerah, apalagi ketika Rita mulai meraba dan meremas batang kemaluanku. Kutelentangkan dia di tempat tidur. Oh.. betapa mulusnya badan Rita, sempurna sekali seperti bidadari. Pinggulnya yang montok, buah dadanya yang putih kencang dengan puting merona merah dan kemaluannya yang dijalari rambut kemaluan yang tidak terlalu lebat jelas menampakkan bentuknya yang sempurna tanpa cacat, dan kelentit yang merah terlihat rapi dan belum menonjol keluar karena memang Rita masih perawan. Kujilati dari ujung kaki sampai ujung jidatnya yang mulus, naik ke atas, berhenti lama di bawah kemaluannya. Kumainkan lidahku di antara selangkangannya, Rita melenguh, terus kukulum-kulum kemaluannya, klitorisnya yang merah dan beraroma harum, tambah lama tambah merambah ke dalam lubang kemaluannya yang merah.
“Ogghh, Paahh, gelii.., teruss Pahh, ogghh, tapi jangan terlalu dalam Pahh.., saakiit.”
“Yaa, sayangg”, sambil terus lidah dan mulutku mengulum kemaluan dan kelentitnya yang mulai terasa agak asin karena cairan kemaluan Rita mulai keluar.
“Ogghh, Paah.., adduuhh, Paahh, gelii, Pahh, Mamah kayaak maauu.. ogghh.” Aku terus menjilati seluruh kemaluannya dengan membabi buta, kuhirup seluruh cairannya yang wangi itu, sekali-kali lubang pantatnya kujilati dan Rita menggelinjang dan merintih setiap kali kujilat pantatnya.
Penisku semakin tegang dan keras, urat-uratnya terlihat jelas menegang, aku tahan terus supaya tidak ejakulasi duluan. Aku ingin memuaskan Ritaku yang tentunya baru merasakan kenikmatan surga dunia ini bersama lelaki yang dicintainya. “Paahh, eemmgghh.., teruss.. Paahh, geellii.., oogghh.., Pappaahh jaahhaatt!” aku masih saja terus melumat, memamah, menggigit-gigit kecil lubang kemaluan dan klitorisnya yang merah dan beraroma wangi, dan pantat Rita semakin cepat naik turun sepertinya mau agar lidahku semakin masuk ke lubang kemaluannya. “Paahh, naik Paahh, udaahh donnkk, Mamahh nggak tahaan”, sambil menarik tanganku. Matanya terpejam ayam, buah dadanya yang putih, mulus dan mengkel terlihat naik turun. Aku menaiki badannya dan penisku yang sudah seperti besi terasa menggesek bulu kemaluannya dan menempel hangat disela-sela kemaluannya yang semakin basah oleh ludahku dan cairan vaginanya. Kuremas dan kuhisap buah dadanya, kukulum puting susunya yang merah muda, terasa sedap dan manis. Rita menggelinjang dan semakin melenguh. “Maahh, masukin yaa, penis Papah”, dia mengangguk sambil tetap terpejam. Kubidikan penisku yang sudah keras itu kelubang kemaluannya, dan kujajaki sedikit-sedikit lubangnya, maklum Rita masih perawan, aku tak ingin menyakitinya. “PPaahh, masukkaan cepatt.. Mamah nggak tahan Paah aahh..” Kutancapkan penisku lebih dalam, Rita merintih nikmat, pantatku naik turun untuk mencari lubang kemaluannya yang masih belum tertembus penis itu, Rita terus menggoyangkan pantatnya naik turun sambil terus merintih. “Maahh, penis Papahh udahh masuukk, oogghh mahh, vaginanya lezat, menyedot-nyedott.. penis..” aku mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa, karena disamping Rita masih perawan, vaginanya juga punya keistimewaan yang sering disebut “empot-empot ayam” itu. Tambah lama, penisku tambah melesak jauh ke dalam vagina Rita dan ada beberapa tetes darah sebagai tanda keperawanannya diberikan kepadaku, boss-nya, kekasih barunya. Oh, betapa bahagianya hati ini. “Paahh, saakkiitt, Paahh, tapi enaak, oogghh.. Paahh, terus, goyang paahh.., ooghh, cepeetiinn paahh..” Aku semakin mempercepat goyangan pantatku naik turun dan penisku sudah bisa masuk semuanya ke lubang kemaluan Rita. Aku bangun dan duduk sambil kupeluk Rita untuk duduk berhadap-hadapan dengan tidak melepaskan penisku. Rita duduk di pangkuanku dengan kaki melonjor ke belakang pantatku. Penisku terus menancap di vaginanya dan Rita mulai menaik-turunkan pantatnya. “Paahh, ogghh.. pahh”, sambil melumat bibirku dan menggigitnya. “mmaahh, oogghh, aememmhh.. maahh, goyang teruss.., Papah mau keluarr.” Rita semakin beraksi menaik turunkan pinggulnya yang bahenol dan putih bersih dan aku pun meladeninya dengan menaik-turunkan pantat dan penisku semakin kencang juga.
“Pppaahh.. Papahh harus tanggung jawab yaa, kalau Rita hamil”, ucapnya di sela-sela nafasnya yang semakin ngos-ngosan.
“Ritaa.. emmhhgg, sayang Pappaahh.. biarin mengandung anak Papaah”, manjanya. Aku mengangguk saja sebab aku sangat mencintainya.
“Paahh.. oogghh.. emmgghh.. Ritaa mauu.. keluaarr.. oomhh.” “Papahh.. jugaa.. sayangg..”jawabku sambil telentang agi sedangkan Rita tetap nongkrong berada di atas badanku dan vagina serta pantatnya naik turun semakin cepat melumat habis batang penisku.
“Paahh.. Mamahh.. ooghh.. ssakitt, oogghh.. tapii.. ennaakk”, ketika kubalikkan badannya dan kutancapkan penisku dari belakang. Kugenjot terus penisku keluar masuk lubang kemaluannya sambil kuremas-remas pinggulnya yang mulus dan montok seperti gitar itu, Rita semakin merintih, aku juga semakin tersengal-sengal menahan nafasku dan penisku yang semakin liar. Waktu sudah berjalan sekitar 50 menit sejak kami masuk kamar. Kuat juga pikirku, mungkin berkat latihan yogaku yang cukup teratur, sehingga bisa menahan emosi dan cukup nafas. Aku memang rada jago juga dalam bermain asmara di ranjang.
“Terruuss.. Paahh.. eemmhh.. ogghh.. Paahh.. Paahh, gghh.. Mamahh maaoo keluaarr.. oogghh.. bareng Paahh.” Kucabut dulu penisku dan Rita kuminta untuk telentang kembali dan lantas kutindih lagi sebab aku ingin menatap dan menciumi wajah kekasihku ketika kami sama-sama ejakulasi. Kutancapkan kembali penisku ke vaginanya yang terlihat semakin memerah, kujilati dulu lendir-lendir di kemaluannya sampai lumat dan kutelan dengan nikmat. Dia menggeliat,
“Cepat dong masukan lagi penisnya Pah!” dan,
“Bbbleess”, oh nikmat sekali rasanya vagina perawanku tercinta ini. Aku seperti di awang-awang, saling mencintai dan dicintai. Kugoyang terus pantatku semakin lama semakin kencang dan penisku keluar masuk vaginanya dengan gagah, Rita terus melenguh kenikmatan sambil tangannya memilin-milin puting susuku semakin membawa nikmat. Rita semakin menggila goyangannya mengimbangi keluar masuk penisku ke vaginanya, penisku terasa disedot-sedot dan dijepit dengan daging lunak yang ngepres sekali. Keringat kami semakin bercucuran dan semakin membangkitkan gairah cinta, kemudian tiba pada puncak gairah cinta dan surga dunia kami yang paling indah, paling berkesan sekali disaksikan laut kidul, dan kami berdua serempak berteriak dan mengejang, “Paahh.. Maahh.. oogghh.. mauu keluuarr.. ogghh.. baarreengg.. yuu.., ooghh.. sayaang.” Kami sama-sama mengejang, mengerang, merengkuh apa pun yang bisa direngkuh, sebuah klimaks dua manusia yang saling mencintai dan baru dipertemukan, meskipun sudah agak telat karena aku sudah berkeluarga.
Sejak itu, aku terus memadu kasih kapan dan di mana saja (kebanyakan di luar kota) sampai Rita kawin dan keluar dari perusahaanku. Anak-anaknya adalah anak-anakku juga bahkan wajahnya mirip wajahku dan kadang-kadang kami masih bertemu memadu kasih karena kami tidak bisa melupakan saat-saat indah itu. Kapan akan berakhir perselingkuhan ini, kami tidak tahu sebab cinta kami sangat mendalam.
Rita telah keluar dari kantor cabang bank yang kupimpin di bilangan Slipi, karena dia dipaksa kawin dengan seorang laki-laki yang tidak dicintainya. Namun sebagai anak yang patuh sama orang tua, terpaksa harus mengikuti keinginan orangtuanya dan ikut bersama suaminya setelah itu ke Bandung, karena suaminya bertugas di kantor pajak Jawa Barat. Sebulan sebelum menikah dia kuajak ke Singapore untuk operasi selaput dara, karena aku tidak ingin Ritaku bermasalah dengan suaminya pada malam pengantinnya. Kami menginap di sebuah hotel di kawasan Orchard Road yang ramai dan penuh pertokoan selama tiga malam dan satu malam lainnya aku menungguinya di Rumah Sakit Elizabeth yang terkenal dan langsung ditangani oleh dr. Lie Tek Shih, spesialis operasi plastik, kenalan lama saya. Malam sebelum operasi selaput dara, kami menumpahkan seluruh kasih sayang semalam suntuk di hotel bintang empat itu, dan malam itu merupakan malam yang ke 24 (karena Rita rajin mencatat setiap pertemuan kami) kami memadu kasih dan terlarut dalam kebersamaan yang tiada tara sejak yang pertama di “Samudera Beach” Pelabuhan Ratu.
“Papah”, Rita bersender manja di dadaku di kamar hotel itu.
“Apa sayang?” jawabku sambil mencium rambutnya yang harum.
“Mamah.. Mamah nggak mau kawin dan meninggalkan Papah”, rengeknya manja.
“Memangnya kenapa sayang?” jawabku sambil mengusap sayang payudaranya yang putih ranum.
“Mamah nggak cinta sama calon suami pilihan Bapak, lagi pula Mamah nggak mau meninggalkan Papah sendirian di Jakarta.” Matanya terlihat mulai berkaca-kaca, “Mamah sangat sayaang sekali sama Papah, Mamah cintaa sekali sama Papah, Mamah tak rela tubuh dan segala milik Mamah dijamah dan dimiliki orang lain selain Papah, achh.. kenapa Tuhan mempertemukan kita baru sekarang? setelah Papah punya isteri dan anak?” Rita terus bergumam sambil membelai dadaku dan sesekali mempermainkan puting susuku yang semakin keras.
“Mahh, sudahlah, itu sudah diatur dari sananya begitu, kalau dipikir, Papah pun nggak rela kamu dijamah laki-laki lain, Papah tak kuasa membayangkan bagaimana malam pengantinmu nanti, tapi semuanya sudah akan menjadi kenyataan yang tidak mungkin kita robah.” Aku menciumi seluruh mukanya dengan segenap kasing sayang, seakan kami tidak ingin terpisahkan, air mata kami berlinangan campur menjadi satu dalam kesenduan dan kemesraan yang tak pernah berakhir setiap kali kami memadu kasih.
“Papaahh, nikmatilah Ritamu sepuasmu Pahh, sebelum orang lain menjamah tubuhku.” Rita menarik tanganku ke buah dadanya dan merebahkan badannya ke kasur empuk sebuah double-bed. Aku beringsut mendekatinya, sambil kurebahkan badanku di samping tubuhnya yang putih mulus dan seksi itu. Kuusap-usap penuh mesra dan kasih sayang buah dadanya yang putih ranum dengan putingnya yang merona merah. Kujulurkan mulut dan lidahku ke puting buah dada kirinya yang menurutnya cepat membuat rangsangan berahinya timbul.
“Paahh.., gellii.. sayaang.. oogghh, Paahh.., naikin Mamaahh.. Paahh..” Matanya merem ayam dan dadanya semakin turun naik.
“Iyyaa, yaanng..” aku segera menindihi badannya, dan penisku mulai kembali tegang. Tiba-tiba Rita membalikkan badannya dan mendadak merenggangkan kedua kakiku. Tak sampai satu menit, Rita sudah mengulum penisku yang semakin mengeras dan mengkilat kepalanya sampai batangnya amblas semua ke dalam mulutnya.
“Oogghh, Paahh, sudah assiinn, Papah sudah ngiler nih, tapi nikmat kok, Mamah suka?” Aku semakin merem melek,
“Ogghh, Mmaahh, geellii, sayaang, nikmaatt, ogghh.” Rita mengenyot biji pelirku dan menggigit-gigit sayang, hingga aku menggelinjang geli dan nikmat. Rita memang pintar, hebat, telaten dan cantik. Aku terkadang tak suka dan tak rela dia nanti ditiduri dan dijamah lelaki lain, walaupun itu suaminya. Aku terpikir untuk menggodanya.
“Mah, apa nanti suamimu juga dijilati begini?” Rita berhenti melumat dan menjilat penis dan buah pelirku sejenak. Matanya mendelik dan mencubit pantatku keras sekali.
“Jangan menyakiti hati Mamah ya Pah, Mamah sumpah nggak akan seperti ini, seperti main sama Papah, meskipun nanti lelaki itu resmi jadi suamiku”, Rita iseng mengusap-usap penisku penuh sayang sambil nyerocos lagi.
“Percaya dech pah, Rita cuma cinta sama Papah, paling-paling kalau main nanti sama dia sekedar karena kewajiban, biar saja kayak gedebong pisang.”
“Benar ya Mah, Papah nggak rela kalau kamu main sama dia dirasain, terus ikut goyang dan melenguh, Papah pasti merasakannya”, kataku menimpali.
“Nggak bakal sayang, Mamah hanya manja dan menikmati semua kalau ngewe sama Papah, percaya dech sayang.” Rita kembali naik di atas badanku dan penisku terus diusap-usapnya dan sesekali dikocoknya persis di bagian kepalanya, sehingga langsung tegang dan berdiri perkasa menampakkan otot-ototnya. Rita mengangkat sedikit pantatnya ke atas dan menyelipkan penisku yang semakin perkasa ke lubang kemaluannya yang mulai basah dan licin. Penisku nggak begitu panjang memang, paling sekitar 15 sentimeter, tapi kerasnya seperti besi, dan Rita selalu menikmati klimaks dengan sangat bahagia bahkan bisa berkali-kali klimaks dalam setiap kali berhubungan denganku. Pantatnya mulai bekerja naik turun dan pantatku juga mengimbanginya dengan menekan-nekan ke atas, sehingga Rita semakin merem melek keasyikan. “Ppaahh, aagghh.. terus teken sayaang.. Mamaahh eennaakk adduuhh Paahh.., oogghh.., Mamaahh, cintaa.. yaangg..” Selalu saja Rita nyerocos mulutnya kalau lagi keasyikan vaginanya melumat penisku. Vaginanya mulai lagi menyedot-nyedot penisku dengan “empot ayamnya” yang tak bisa kulupakan.
“mmaahh.. oogghh.. aduuhh, Maahh, nikmaat, sayaang.. teruuss Maahh, goyaanng.” Aku mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa. Kuremas-remas buah dada dan putingnya, hingga dia kegelian dan semakin kencang menaik-turunkan pantatnya, sampai bunyi gesekan penis dan vaginanya semakin terdengar. Rita membalikkan badannya dan membelakangiku tapi dengan posisi tetap di atas tubuhku tanpa mengeluarkan penisku dari kemaluannya. Aku paling bernafsu kalau melihat pantat Rita yang putih mulus dan bahenol turun naik di depan mataku sambil vaginanya terus menghisap-hisap batang penisku sampai amblas semuanya ke dasar kemaluannya. Tiba-tiba, “Pppaahh, ogghh, Papaahh, Mamahh maoo keluaarr.. ooghh.. Papaahh.. aa.. aa.. aagghh aagghh, Mamaahh duluaann Pahh..” Rita terkulai lemas sambil menyubit keras pantatku dan berbalik kembali menindih tubuhku, sambil memegang penisku yang masih berdiri tegak dan belepotan lendirnya. “Bandel nich.. ayo cepeten masukin lagi, Mamah yang di bawah!” perintahnya manja sambil menciumi wajahku. Kedua tubuh kami mandi keringat, rasanya puas sekali setiap bersetubuh dengan Ritaku sayang. Cerita Bokep
Aku tersenyum puas, aku memang nggak egois, biar Ritaku dulu yang terkulai lemas menikmati klimaksnya, aku bisa menyusul kemudian dan Rita selalu melayaniku dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Kubalikkan tubuhnya, kujilati dengan kulumat lendir-lendir di vaginanya, kujilat, kugigit sayang klitoris dan vaginanya, dia menggelinjang kegelian. Kutelan semua lendir Ritaku, sementara itu penisku masih berdiri tegak.
“Cepat masukin penisnya sayang, Mamah mau bobo nich.., lemas, ngantuk”, kicaunya. Setelah kubersihkan vaginanya dengan handuk kecil, kumasukkan lagi penisku, aduh ternyata lubang vaginanya menyempit kering lagi, menambah nikmat terasa di penisku.
“Mmaahh, eennaak.. Maahh, oogghh, sempit lagi Maahh..” sambil terus kutekan ke atas dan ke bawah penisku.
Aku sedikit mengangkat badanku tanpa mencabut penisku yang terbenam penuh di vagina Rita, kemudian kaki kanan Rita kuangkat ke atas dan aku duduk setengah badan dengan tumpuan kedua dengkulku. Rita memiringkan sedikit badannya dengan posisi kaki kanannya kuangkat ke atas. Dengan posisi demikian, kusodok terus penisku ke luar dan ke dalam lubang vaginanya yang merah basah. Rita mulai melenguh kembali dan aku semakin bernafsu menusukkan penisku sampai dasar vaginanya. “Oogghh, Maahh, oogghh.. nikmat sekali sayang”, lenguhku sambil memejamkan mataku merasakan kenikmatan vagina Rita yang menyut-menyut dan menyedot-nyedot. “Paahh.. Mamah enaak lagi, oogghh.. Paahh”, dia mulai melenguh lagi keenakan. Aku semakin bersemangat menusukkan penisku yang semakin tegang dan rasanya air maniku sudah naik ke ujung penisku untuk kusemburkan di dalam kemaluan Rita yang hangat membara. Kubalikkan tubuhnya supaya tengkurap dan dengan bertumpu pada kedua dengkulnya aku mau bersenggama dengan doggy style, supaya penisku bisa kutusukkan ke vaginanya dari belakang sambil melihat pinggul dan pantatnya yang putih dan indah. Dalam posisi senggama menungging begitu, aku dan Rita merasakan kenikmatan yang sangat sempurna dan dahsyat. Apalagi aku merasakan lubang vaginanya semakin sempit menjepit batang penisku dan sedotannya semakin menjadi-jadi. “Paahh.. teruuss genjoott.. Paahh..” Rita mulai mengerang lagi keenakan dan pantatnya semakin mundur maju sehingga lubang vaginanya terlihat jelas melahap semua batang penisku. “Blleess, shhoott.. bleess.. sroott, sreett crreeckk..” gesekan penisku dan vaginanya semakin asyik terdengar bercampur lenguhan yang semakin nyaring dari dua anak manusia yang saling dilanda cinta.
“Maahh, oogghh.. adduuhh, Yaangg.. emghh, Papah enaakk, ooghh!” aku tergoncang-goncang dan dengkulku semakin lemas menahan kenikmatan dan nafsuku yang semakin menggelegak. Sementara itu keringatku semakin bercucuran membasahi kasur meskipun AC cukup dingin di kamar hotel itu.
“Paahh, oogghh, teruuss tusuuk Paahh..” Rita merintih-rintih ke asyikan, kelihatannya akan klimaks lagi. Rupanya Rita nggak mau tahu kalau posisi persetubuhan saat itu akan berakhir 2-1 untuk kemenanganku, dan entah akan menghasilkan skor berapa sampai pagi hari nanti, soalnya mumpung ketemu sebelum dia dikawinkan. Rita memintaku untuk telentang lagi dan sementara dia berada jongkok di depanku, sehingga vaginanya yang merah basah sampai ke bulu-bulunya terlihat jelas di depan mataku. Aku memberi kode agar Rita mendekatkan vaginanya ke mukaku. Sesaat kemudian vaginanya sudah ditindihkan di mulutku dan kulumat habis cairan asin bercampur manis yang ada di selangkangan dan mulut vagina dan bulunya. Kujilati habis dan kutelan dalam-dalam. Rita melenguh keasyikan sambil menggoyangkan pinggulnya ke atas ke bawah dan membenamkan vaginanya ke mukaku.
“Paahh.., ooghh, Paahh.., nikmaatt, yaangg.. teruuss, aduuhh.., oogghh, eemmhh, gilaa.., emmhh”, mulai ramai lagi dia dengan lenguhannya yang semakin menambah semangatku untuk terus melumat, menjilat, menggigit-gigit kecil kemaluan dan klitorisnya, lidahku terus menggapai-gapai ke dalam kemaluannya dan sesekali menjilat lubang pantatnya, sehingga dia menggeliat dan melenguh keenakan. Lenguhan Rita kalau sedang senggama itu tak bisa kulupakan sampai saat ini.
Ritaku adalah isteriku yang sesungguhnya, meskipun secara resmi tidak dapat dilakukan karena keadaan kami masing-masing. Terkadang kami bingung apakah cinta kasih kami akan terus tanpa akhir sampai takdir memisahkan kami berdua? Rita kembali kuminta celentang, karena sudah kebiasaanku kalau aku klimaks harus melihat wajahnya dan mendengar lenguhannya di depan mataku, dan rasanya semua perasaan cintaku dan spermaku tumpah ruah di dalam vaginanya kalau aku ejakulasi sambil berada di atas tubuhnya yang mulus montok, terkadang sambil meremah buah dadanya yang putih padat.
Kumasukkan lagi segera penisku yang sekeras besi dan berwarna coklat mengkilap itu kelubang vaginanya, “Blleess.” Aku sudah tak tahan lagi menahan gumpalan spermaku di ujung penisku. Kugenjot penisku keluar masuk vaginanya sampai ke ujung batang penisku, sehingga rambut kemaluan kami terasa bergesekan membuat semakin geli dan nikmat rasanya. Kuangkat kaki kanan Rita ke atas, sehingga aku semakin mudah dan bernafsu memaju mundurkan pinggulku dan penisku, Rita meringis dan melenguh keenakan. “Paahh.. teruuss Paahh.. oogghh, penis Papah eaakk.. oogghh, eemmhh.. emmhh.. aduuhh.” Keringat kami semakin bercucuran membasahi sprei, masa bodoh sudah bayar mahal ini. Aku semakin bernafsu menyodok dan menarik batang penisku dari vagina Rita yang semakin licin tapi tetap sempit seperti perawan.
“Ooogghh.. Maahh.. oogghh.. Maahh.. ikut goyang dong Sayaang.., ooghh.. Papaahh maauu keluuaarr..” aku semakin gila saja dibuatnya, keringat semakin bercucuran, nikmat dan nikmat sekali setiap bersetubuh dengan Ritaku sayang. Air maniku rasanya tinggal menunggu komando saja untuk disemprotkan habis-habisan kelubang vagina Rita. “Paahh, aduuhh, bareng yuu.. Paahh.. Mamah mmoo keluaarr lagi”, Rita minta aku menindihnya dan menciumnya. Segera kutimpa dia dari atas sambil melumat mulut, bibir dan lidahnya. “Ooogghh.. yuu.. baraeeng.. Paahh.. aiiaaogghh.. aduhh.. yuu Maahh.. Paahh..” badan kami saling meregang, berpelukan erat seakan tak mau lepas lagi. Air maniku kusemprotkan dalam-dalam ke lubang vagina Rita, rasanya nggak ada lagi tersisa. Kami terkulai lemas dalam pelukan hangat dan puas sekali. Sesekali penisku kutusukan ke dalam vaginanya, Rita menggelinjang geli dan melenguh “Paahh.. udaahh.. Mamahh geli..” matanya terpejam puas. Kuciumi dia, kubersihkan lagi vaginanya dengan jilatan lidah dan mulutku, ketimbang pakai handuk. Vaginanya tetap harum, manis dan wangi laksana melati.
Sepulang dari Singapore, aku dan Rita masih selalu bertemu di beberapa motel di Jakarta dan sekitar Botabek. Aku seakan tidak rela melepas kekasihku untuk dikawinkan dengan lelaki lain. Tapi memang tidak ada jalan lain, sebab meskipun Rita telah menyatakan keikhlasannya untuk menjadi isteri keduaku, namun aku juga sangat cinta keluarga terutama anak-anakku yang masih butuh perhatian. Rita sangat maklum hal itu, namun dia juga tidak bisa menolak keinginan orangtuanya untuk segera menikah mengingat hal itu bagi seorang wanita adalah sesuatu yang harus mempunyai kepastian karena usianya yang semakin meningkat. Waktu itu Rita sudah berusia hampir 26 tahun dan untuk wanita seusia itu pantas untuk segera berumah tangga.
Tanpa terasa hari pernikahan Rita sudah tinggal tersisa satu bulan lagi, bahkan undangan pesta pernikahan sudah mulai dicetak, dan dia memberitahukan aku bahwa resepsi pernikahannya akan diselenggarakan di Balai Kartini. Hatiku semakin merasa kesepian, dari hari ke hari aku semakin sentimentil dan sering marah-marah termasuk kepada Rita. Aku begitu tak rela dan rasanya merasa cemburu dan dikalahkan oleh seorang laki-laki lain calon suami Rita yang sebenarnya tidak dia cintai. Tapi itulah sebuah kenyataan pahit yang harus kutelan. Itulah adat ketimuran kita, adat leluhur dan moyang kita. Barangkali kalau aku dan Rita hidup di sebuah negara berkebudayaan barat, hal ini tidak bakalan terjadi, sebab Rita bisa menentukan pilihannya sendiri untuk hidup bahagia bersamaku di sebuah flat tanpa bisik-bisik tetangga dan handai-taulan di sekitar kita.
Tanpa terasa pula aku sudah menjalin cinta dan berhubungan intim dengan Rita hampir empat tahun lamanya, seperti layaknya suami isteri tanpa seorang pun yang mengetahui dan hebatnya Rita tidak sampai mengandung karena kami menggunakan cara kalender yang ketat sehingga kami bersenggama jika Rita dalam keadaan tidak subur.
Pada suatu sore, Rita meneleponku minta diantarkan untuk mengukur gaun pengantinnya di sebuah rumah mode langganannya di kawasan Slipi. Kebetulan aku sedang agak rindu pada dia. Kujemput dia di sebuah toko di Blok M selanjutnya kami meluncur ke arah Semanggi untuk menuju ke Slipi. Di mobil dia agak diam, tidak seperti biasanya.
“Rit, kok tumben nggak bersuara”, kataku memecah hening.
Dia menatap mukaku perlahan, tetap tanpa senyum. Air matanya terlihat samar di pelupuk matanya.
“Mah, kenapa sayang? kok kelihatannya bersedih”, kataku sekali lagi.
Dia tetap menunduk dan air matanya mulai meluncur menetes di tanganku yang sedang mengelus mukanya.
“Bertambah dekat hari pernikahanku, aku bertambah sedih Pah”, ujarnya.
“Mamah membayangkan malam pengantin yang sama sekali tidak Mamah harapkan terjadi dengan lelaki lain. Sayang sekali kamu sudah milik orang lain. Kenapa kita baru dipertemukan sekarang?” Rita berceloteh setengah bergumam. Aku merasa iba, sekaligus juga mengasihani diriku yang tidak mampu berbuat banyak untuk membahagiakannya.
Kugenggam tangannya erat-erat seolah tak ingin terlepaskan. Tanpa terasa, mobilku sudah memasuki pekarangan rumah mode yang ditunjukan Rita. Hampir setengah jam aku menunggu di mobil sambil tiduran, mesin dan pendingin mobilku sengaja tak kumatikan. Laser disk dengan lagu “Love will lead you back” mengalun sayup menambah suasana sendu yang menyelimuti perasaanku. Aku dikejutkan Rita yang masuk mobil dan membanting pintunya. Setelah berada di jalan raya kutanya dia mau ke mana lagi dan dia menjawab terserahku. Kuarahkan mobilku kembali ke jembatan Semanggi dan belok kiri ke jalan Jenderal Sudirman dan masuk ke Hotel Sahid. Sementara aku mengurus check-in di Reception Desk, Rita menungguku di lobby hotel. Kemudian kami naik lift menuju kamar hotel di lantai dua.
“Pah, Mamah serahkan segalanya untukmu, Mamah khawatir sebentar lagi Mamah dipingit, nggak boleh keluar sendirian lagi, maklum tradisi kuno kejawen masih ketat.” Tanpa malu-malu lagi karena kami memang sudah seperti suami isteri, dia membuka satu persatu pakaian yang melekat di badannya sehingga kemontokan tubuhnya yang tak bisa kulupakan terlihat jelas di hadapanku. Tanpa malu-malu pula dia mulai memelorotkan celana panjang sampai celana dalamku, sehingga batang penisku yang masih tiduran terbangun. Tanpa menungguku membuka baju dan kaus singlet, Rita sudah membenamkan batang penisku ke mulutnya dan melumatnya dalam-dalam. Aku mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa dan batang penisku mulai mengembang besar dan keras seperti besi.
“Ogghh.. Maahh.., isep terus yaang ooghh, aduuhh.. gelli”, aku mulai melenguh nikmat dan Rita semakin cepat mengulum penisku dengan memaju-mundurkan mulutnya, penisku semakin terasa menegang dan aliran darah terasa panas di batang penisku dan Rita semakin semangat melumat habis batang penisku. “Ogghh, Paahh, enaakk asiin.. Paahh.” Wah, batang penisku makin terasa senut-senut dan tegang sekali rasanya cairan spermaku sudah berkumpul di ujung kepala penisku yang semakin merah mengkilat dikulum habis Rita. Aku minta Rita menghentikan hisapannya dulu, kalau tidak rasanya spermaku sudah mau muncrat di mulutnya.
“Ooogghh, Maahh, sudah dulu doong, Papaahh moo.. keluaar!” Rita menuruti eranganku dan beranjak rebah dan telentang di tempat tidur. Aku mengambil nafas dalam-dalam untuk menahan muncratnya spermaku. Aku ikut naik ke tempat tidur dan kutenggelamkan mukaku ke tengah selangkangannya yang mulus putih tiada cela tepat di depan kemaluannya yang merekah merah. Kujulurkan lidahku untuk kemudian dengan meliuk-liuk memainkan kelentitnya, turun ke bawah menjilat sekilas lubang pantatnya. Rita melenguh kegelian dan mulai menaik-turunkan pantatnya yang putih dan gempal.
Kutarik ke atas lidahku dan kujilat langit-langit vaginanya yang mulai basah dan terasa manis dan asin. Kutegangkan lidahku agar terasa seperti penis, terus kutekan lebih dalam menyapu langit-langit vagina Rita. Rita semakin memundur-majukan pinggulnya sehingga lidahku menembus lubang vaginanya semakin dalam. Aku sebenarnya ingat bahwa hasil operasi selaput daranya tempo hari di Singapore bisa jebol lagi, tapi aku tak peduli kalau kenikmatan bersenggama dengan Rita telah memuncak ke ubun-ubunku. “Paahh.. ooghh.. woowww.. ooghh.. paahh, terus paahh.. enaakk.. paahh lidahnya kayaak kontooll..” Goyangan pinggul Rita semakin menggila, aku pun tambah semangat membabi buta memainkan lidah dan mulutku melumat habis vagina dan klitorisnya sampai cairan Rita semakin banyak mengalir. Kuhisap dan kutelan habis cairan vagina Rita yang asin manis itu sehingga lubang vaginanya selalu bersih kemerahan. Rita terus menyodok-nyodokkan vaginanya ke mukaku sehingga lidahku terbenam semakin dalam di lubang vaginanya, sampai mulai terasa pegal rasanya lidahku terus kutegangkan seperti penis. “Paahh.. sudah naik sayaang, Mamah sudah nggak tahan, masukkan penisnya sayang.” Rita menarik tanganku ke atas supaya aku segera menaikkan badanku di atas badannya.
Penisku memang sudah terasa panas dan tegang sekali. Rita tak sabar memegang penisku dan menuntunnya ke lubang vaginanya yang sudah basah karena lendir kemaluan bercampur ludahku. Maka “bleess”, “Ogghh.. Paahh.. tekan terus sayaang, Mamah udaahh rinduu.. oogghh emmgghh.. Paah.. terus goyaag sayaang.. ooghh..” Pantat Rita mulai bergerak naik turun dengan liar dan penisku sebentar masuk sebentar keluar dari lubang vaginanya yang menyedot-nyedot lagi. Kunaikkan kaki kanannya dan dengan posisi setengah miring dan posisiku setengan duduk aku sodok vagina Rita dari belakang. Aku semakin bernafsu kalau melihat pantat dan pinggul Rita yang putih. Penisku semakin ganas dan tegang menyodok mantap vaginanya dari belakang.
Rita membalikkan tubuhnya sehingga menungging membelakangiku dan penisku tak kucabut dari vaginanya. “Paahh.. teruuss doong, Mamaah nikmaa.. ogghh.. teruuss.. sodook sayaang.. ogghh.. Paahh.. aaogghh.. uugghh..” Pantatnya semakin menggila mundur maju dan aku pun semakin menggila menyodokkan penisku sampai rasanya mau patah. Memang setiap senggama sama Rita rasanya habis-habisan. Kutumpahkan semua kemampuan dan keperkasaanku untuk membahagiakan Ritaku. Dia pun demikian, tidak ada yang tersisakan kalau kami bersenggama. Harus habis-habisan supaya puas. Keringat kami membanjiri sprei hotel seperti habis mandi.
“Mmaahh.. ooghh, teruuss goyaang.. oogghh.. Maahh.. Papaahh moo keluaarr.. gila Maahh.. vaginanyaa.. ooghh.. nikmaat.. sekalii..” Aku mulai ribut dan Rita melenguh semakin panjang. Mungkin tamu kamar sebelah mendengar lengkingan dan lenguhan kami.
Masa bodoh! “Pahh.. emmghh.. oogghh.. Paapaahh.. adduuhh.. Paahh.. adduuhh.. Mamaahh.. mmoo kelluuaarr.. emmgg.. adduhh.. Paahh aduuhh.. Paahh.. adduuhh”, Kugenjot terus penisku keluar masuk, vagina Rita yang semakin banjir dengan cairan vaginanya, terus kugenjot penisku sampai pegel aku tak peduli. Keringat kami terus membanjiri sprei.
Kuminta Rita telentang kembali karena dengkulku mulai lemas. Dia tersenyum sambil tetap memejamkan matanya. Oh, cantiknya bidadariku, rasanya ingin kukeluarkan seluruh isi penisku untuknya. Rita baru sadar bahwa hasil operasi selaput daranya mungkin jebol lagi. Rita bilang masa bodoh, yang penting semuanya telah diberikan buat Papah. Biar saja suaminya curiga atau marah atau bahkan kalau mau cerai sekalipun kalau tahu dia nggak perawan lagi. Kali ini kami nggak menunggu waktu ketika Rita sedang tidak subur, karena Rita ingin mengandung anakku dan orang tidak akan curiga karena Rita akan punya suami. Memang kasihan nasib suami Rita nanti, tapi bukan salah kami karena dia merebut cinta kami, ya kan?
“Cepat pah masukan lagi ach.. jangan mikirin orang lain!” Tuh kan betapa dia nggak ambil peduli tentang hari pernikahannya dan calon suaminya, sebab bagi dia akulah suami sesungguhnya dalam hati sanubarinya. Bleess.., “Ooogghh.. Paahh, enaak.. Paahh.. aaoogghh.. uuhhgg.. uughh.. genjot terus Paah”, Aku tekan penisku sekuat-kuatnya sampai tembus semuanya ke lubang paling dalam vaginanya sampai terasa mentok. “Ooogghh.. mmaahh.. nikmaatt.. istrikuu.. sayaangg.. oogghh.. aagghh.. eemmgghh..” aku setengah berdiri lagi dengan tumpuan ke dua dengkulku dan kurenggangkan kedua kaki Rita, kusodokkan terus penisku keluar masuk vaginanya, bleess.. sreett.. blleess.. sreet.., vaginanya menimbulkan suara yang semakin memancing gairah kami berdua. Rita memejamkan dan mengigit-gigit bibirnya dan mencakar-cakar punggung dan tanganku ketika mulai meregang.

“Ooogghh.. Paappaahh.. emmgg.. oogghh.. aduuhh.. Mamaah moo keeluuarr.. ooghh.. Paahh.. teruuss.. saayyaang, keluuaarriinn barreenng oogghh”,
“Hayyoo.. Maahh.. oogghh.. hayoo.. baarr.. ooghh.. reenng.. Maahh.. ooghh”, teriakanku tak kalah serunya. Kami menggelepar, meregang, mengejang bersama-sama, serasa nafasku mau copot dan Rita melenguh panjang sambil merasakan cairan air maniku tertumpah ruah di lubang kemaluannya, terasa nikmat dan hangat katanya. Biasanya sehabis merasakan klimaks yang sangat dahsyat Rita selalu memukul dan mencubit sayang badanku, terus kelelahan mau tidur sehingga terbaring lunglai dengan keringat bercucuran. Aku selalu memeluk dan menciumi keningnya, hidungnya, mulutnya, rambutnya sampai ke pantatnya, biasanya dia menggelinjang dan marah-marah karena geli. Jika Rita sudah terpuaskan dan tertidur, aku rasanya lelaki yang sangat berbahagia di dunia ini. Sekian dulu (Akan kusambung setelah Rita kawin seminggu, tambah seru deh!