Cerita Seks

Cerita Dewasa 2016 – Ngeseks Setelah Mabuk Berat

Cerita Dewasa 2016 – Ngeseks Setelah Mabuk Berat

 Namaku Reno, dan aku adalah mahasiswa di sebuah PTS ternama di Jogja. Meski aku kuliah di Jogja, tapi aku punya usaha yang cukup untuk aku bisa menepuk dada di depan Orang lain terutama untuk seusiaku, bagaimana tidak jika aku berangkat kuliah naik Great Corolla hasil jerih payahku sejak aku SMA yaitu bisnis ternak ayam potong.
Cerita Dewasa 2016 - Ngeseks Setelah Mabuk Berat Cerita Dewasa 2016 - Ngeseks Setelah Mabuk Berat Cerita Dewasa 2016 - Ngeseks Setelah Mabuk Berat asian japan japanese japanesebeauties jjgirls pacificgirls whitelingerie 11
Cerita Dewasa 2016 – Ngeseks Setelah Mabuk Berat
Memang sih sepertinya kurang keren, bagiku itu tidak masalah selama hasilnya bisa mencukupi kebutuhanku bahkan lebih hingga aku pun mulai mengenal dunia malam, dunia gemerlap…
Cerita Dewasa 2016 – Ngeseks Setelah Mabuk Berat | Hingga pada suatu malam aku menghabiskan waktuku bersama teman2ku di sebuah klub malam, waktu sudah menunjukkan pukul 1 Dini hari. Aku pun pamit karna pagi nanti aku ada janji dengan klien yang ingin bekerja sama denganku. Biasanya kalau sudah begini aku memilih tidur di kandang ayamku daripada pulang ke kost karna bakalan bangun kesiangan dan malas untuk ke kandang yang letaknya 50 kilometer dari kostku. Setidaknya kalau aku bangun kesiangan aku gak perlu menempuh jarak puluhan kilo dengn posisi masih ngantuk dan tergesa-gesa karna ditunggu klien baruku yang akan menjadi langgananku nantinya. Meski sebenarnya ada beberapa karyawanku tapi aku lbih puas jika bertemu langsung dengan para klienku.
Cerita Dewasa 2016 – Ngeseks Setelah Mabuk Berat | Meski sedikit kantuk dan masih terpengaruh alkohol tapi aku masih punya sisa kesadaran untuk nyetir malam. Hingga di suatu tempat tiba-tiba pandanganku tertuju pada sosok wanita yang melambaikan tangannya untuk menarik perhatianku, aku coba menebak kalau ibu-ibu ini hendak numpang ke pasar induk yang tak jauh dari tempat usahaku, karna memang sedari tadi aku belum melihat kendaraan angkutan, hanya beberapa kendaraan pribadi yang mungkin tidak mau berhenti untuk memberikan tumpangan. Ya iyalah dini hari jalanan sepi dan harus memberi tumpangan untuk orang tak dikenal, siapa yang mau?
Cerita Dewasa 2016 – Ngeseks Setelah Mabuk Berat | Kecuali aku yang mungkin karna terpengaruh alkohol tak ada rasa was2 entah ibu itu komplotan perampok atau bahkan mahluk halus. Aku pun menghentikan mobilku tepat di depan ibu itu, kubuka kaca jendelaku, kulihat seorang ibu berumur sekitar 40 tahunan mengenakan kebaya, samar-samar wajahnya tidak jelek dan cantikpun tidak, tapi belahan dadanya yang kulihat dibalik selendangnya yang terurai karna berusaha menunduk agar bisa bertatap muka dwnganku yang masih duduk di kemudi sedan kesayanganku membuatku berfikir licik.
Tanpa berbasa-basi ibu itupun meminta tumpangan untuk ke pasar induk, tapi karna aku yang masih sedikit mabok dan melihat belahan dada ibu itu kembali saat ibu itu berusaha mengangkat sayuran dalam bakul yang diletakkannya di tanah untuk dibawa masuk kedlam mobilku. dan kemudian mengetuk pintu belakang seolah minta dibukakan pintu, dengan berat hati kutarik handle dari dalam dan ibu itu meletakan barang dagangannya diatas jok mobil yang beberapa hari lalu aku lapisi kulit di bengkel variasi. Dengan sedikit ketus aku meminta ibu itu untuk duduk di depan saja, si ibu yang sedikit canggung ahkirnya mau juga pindah duduk di depan sambil terus meminta maaf karena merepotkanku. Dan niat jahatku tiba-tiba muncul ketika aku melirik si ibu dan sepintas melihat belahan dadanya
Entah karna aku masih terpengaruh alkohol. Ahirnya sedapatnya aku berusaha menguasai keadaan dengan berkata; gak papa kok bu numpang mobil saya, asal saya boleh numpang juga sama ibu? Raut wajahnya yang semula lega karna dapat tumpangan mendadak jadi cemas dan ia pun sedikit ketus menjawab; maksud mas apa? Saya cuma maunumpang, tapi kalau mau saya juga bisa bayar! Dengan nada agak marah. Sambil berusaha mencari handle pintu beberapa saat kemudian ia menyerah karna pintu sudah aku kunci dengan central lock. ayolah bu aku cuma numpang tangan ibu buat ngocokin kontiku bu… gak ada yang tahu dan ibu bisa sampai pasar lebih pagi selorohku…
Si ibu mendadak lebih tenang meski pandangannya masih mengarah keluar, aku pun menoba meraih tangannya dan meletakkannya di kontiku yang sudah mulai mengeras sejak kukeluarkan dari celana ketika ibu itu marah2. Mungkin karena penasaran dengan ukuran kontiku yang diatas rata-rata, ahkirnya ibu itu membalukkan badannya dan kembali meletakkan tangannya tepat diatas kontiku kali ini tangannya lebih mencengkeram sambil memalingkan muka ia berkata; ya udah mas, ayo jalan… bak gayung bersambut mobil pun mulai kujalankan sambil ibu itu megelus kontiku. Entah aku merasa dicurangi atau karna mwmang aku sudah gak kuat menahan nafsu karna dari tadi si ibu hanya mengelus kontiku tanpa bersemangat, ahkirnya ketika. Aku melewati sebuah hutan, kubelokkan mobilku masuk ke jalan setapak, dan si ibu pun sedikit protes karna aku sudah keluar jalur.
Aku menghentikan mobil dan melompat ke jok belakang, dengan nada sedikit keras aku berkata, sini bentar buk… si ibu berusaha menolak dengan berkata; mau ngapain mas? Sudah bu, sini bentar keburu subuh kataku…. ahkirnya si ibu itupun menuruti permintaanku untuk pindah ke jok belakang. Dengan mencincingkan kain batiknya si ibu melompat ke jok belakang. Aku pun dengan sigap menyambut tubuhnya dan mendaratkannya di pangkuanku, kusingkapkan kain batik yang membalut bagian bawah tubuhnya lalu kuremas makinya dengan tangan kiriku d tangan kananku pun meremas toketnya yang sejak tadi. Mengganggu pikiranku.
Akhirnya karna aku sudah tak kuat dan waktu juga keburu subuh kulepas celana dalam si ibu yang bisa dibilang sudah rombeng di beberapa bagian, pantatnya kuangkat sambil tangan kiriku memperbaiki posisi si konti agar mudah menemukan lubang mekinya dan jleb…. kuremas dua gunung kembarnya saat kontiku masuk kedalam liang kenikmatannya… sesekali si ibu berusaha mengangkat pinggulnya untuk mengock kontiku dengan vaginanya, aku pun menggerak-gerakkan pinggulku meski dengan gerakan tak beraturan hungga ahkirnya… jruuuuthhh.

Creeet crreet… aku pun mencapai puncak kenikmatan tanpa peduli pada kepuasan si ibu dan memindahkannya duduk disampingku, segera aku berpindah ke kursi kemudi sambil merapihkan celanaku dan melaju ke arah pasar induk. Sesekali kulihat dari kaca spion ibu itu masih sibuk merapihkan kebaya dan kain batiknya.
Cerita Sex: Tante Weli Hypersex

Cerita Sex: Tante Weli Hypersex

Ada yang bilang kalo tante girang itu mengalami puber kedua, dan gairah seks nya makin tinggi ketika memasuki puber kedua.
cerita-sex-tante-weli-hypersex-225x300

Berawal dari nafsu beringas tanteku. Tante Weli sebenernya tante ku sendiri. Namun, akhirnya ia kusetubuhi. Atau lebih tepatnya, tante yang menyetubuhiku. Apa pasal? Karena nafsu hiperseksnya belum terlampiaskan, Tante Weli pun memaksaku. Bahkan ia mengancam akan berteriak dan mengatakan bahwa aku akan memperkosanya, jika aku menolak keinginannya bercinta. Duhhh tante, besok lagi ya
Pagi itu aku sedang membereskan pakaianku untuk dimasukkan ke dalam koper. Ayahku memperhatikan dengan wajah sedih karena aku satu-satunya anak lelakinya harus pergi demi meraih masa depanku. Aku akan tinggal di Kota Surabaya bersama Tante dan Oomku.
“Papa harap kamu bisa menjaga diri dan berbuat baik, menurut pada Om Benny dan Tante Lenny..” kata papaku.
Aku hanya diam menoleh menatap papaku yang nampak kurang bersemangat karena kepergianku, lalu kupeluk papaku.
“Saya tidak akan mengecewakan Papa..” kataku sambil menuju ke pintu.
Aku naik angkot menuju ke terminal bus. Ketika sudah di atas bus, aku membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya sambil berharap semoga cita-citaku dapat tercapai. Sesampainya di terminal, aku melanjutkan dengan naik angkot menuju perumahan mewah di daerah Darmo.
“Apa ini rumahnya..?” kataku dalam hati.
Nomornya sih bener. Maklum aku belum pernah ke rumahnya.
“Gila.., ini rumah apa istana..?” gumamku bicara pada diriku sendiri.
Aku segera menekan bel yang ada pada pintu gerbang. Beberapa saat kemudian pintu gerbang dibuka. Seorang satpam berbadan gemuk mengamatiku, lalu menegurku.
“Cari siapa ya..?” tanyanya.
“Apa betul ini rumah Oom Benny..?” tanyaku balik.
“Ya betul.. sampean siapa?” tanyanya lagi.
“Saya keponakan Oom Benny dari Jember.”
“Kenapa nggak bilang dari tadi, Sampean pasti Den Welly, kan..? Tuan sedang keluar kota, tapi Nyonya ada lagi nungguin.”
Sekejap aku sudah berada di ruangan dalam rumah mewah yang diisi perabotan yang serba lux. Tak lama kemudian seorang wanita cantik berkulit putih bersih dan bertubuh seksi muncul dari ruang dalam. Kalau kutebak usianya sekitar 35 tahunan, tapi bagikan seorang gadis yang masih perawan.
Dia tersenyum begitu melihatku, “Kok terlambat Well..? Tante pikir kamu nggak jadi datang..” ucap wanita seksi itu sambil terus memandangiku.
“Iya Tante.. maaf..” jawabku pendek.
“Ya sudah.., kamu datang saja Tante sangat senang.. Pak Bowo.., antarkan Welly ke kamarnya..!” perintah Tante Lenny pada Bowo.
Lalu aku mengikuti Pak Bowo menuju sebuah kamar yang ada di bagian bawah tangga. Aku cukup senang menempati kamar itu, karena aku langsung tertidur sampai sore hari. Ketika bangun aku segera mandi, lalu berganti pakaian. Setelah itu aku keluar kamar hendak jalan-jalan di halamanbelakang yang luas. Ketika sedang asik menghayal, tiba-tiba suara lembut dan manja menegurku. Aku agak kaget dan menoleh ke belakang. Ternyata tanteku yang sore itu mengenakan kimono dengan rokok di tangannya, rupanya ia baru bangun tidur.
“Oh Tante..” sapaku kikuk.
Tante tersenyum, dan pandangan yang nakal tertuju pada dadaku yang bidang dan berbulu lebat. Badanku memang cukup atletis karena sering berenang, fitness, dan aku memang mempunyaiwajah yang lumayan ganteng.
“Kamu sudah mandi ya, Wel..? Tampan sekali kamu..” kata tanteku memuji.
Aku kaget bukan main ketika ia mendekatiku, tangannya langsung mengelu-elus penisku, tentu saja aku jadi salah tingkah.
“Saya mau ke kamar dulu Tante..” kataku takut kalau nanti dilihat Oom Benny.
“Tunggu sebentar Wel, Tante ingin minta tolong mijitin kaki Tante.., soalnya keseleo waktu turun tadi..” kata Tante Lenny sambil merengek.
Lalu dia duduk seenaknya, hingga kimono yang tidak dikancing seluruhnya tersingkap, dan bagian dalam tante terlihat olehku. Gila.., ternyata ia tidak memakai CD, sempat juga kulihat bulu-bulu tipis di sekitar kemaluannya seperti habis dicukur.
Aku menahan nafas dan mencoba mengalihkan pandangan, tapi Tante Lenny yang tahu hal itu malah menarik lenganku dan mengangkat kaki kanannya menunjukkan bagian yang sakit. Aku terpaksa melihat betis dan paha tante yang mulus dan padat itu.
“Tolong diurut ya Wel.., tapi pelan-pelan aja ya..” ucapnya lembut.
Terpaksa aku memijit betis tanteku, meskipun hatiku cemas dan bingung. Apalagi ketika aku mencuri pandang melihat paha dan selangkanganya, sehingga nampak sekilas bagian yang berwarna merah muda itu. Tanteku melirik ke arahku sambil tersenyum genit, aku semakin bingung dan malu.
Itu pengalamanku di hari pertama di rumah Oom Benny. Sudah tiga Hari Oom Benny belum pulang juga, padahal aku ingin bertemu dengannya, sedangkan tiap malam aku diminta oleh tante untuk menemaninya ngobrol, bahkan tidak jarang disuruh menemani menonton VCD porno. Benar-benar gila.Hingga pada suatu malam tanteku merintih kesakitan. Waktu itu tante sedang nonton TV sendirian.
Tiba-tiba wanita itu memekik, “Achh.., aduh.., tolong Wel..!” keluhnya sambil memegangi keningnya.
“Kenapa Tante..?” tanyaku kaget dan khawatir.
“Kepala Tante agak pusing.., aduh.. tolong bawa Tante ke kamar Wel..!” keluh tante sambilmemegangi kepalanya.
Aku jadi kebingungan dan serba salah.
“Saya panggil Pak Bowo dulu ya Tante..?” usulku sambil ingin pergi.
Tapi dengan cepat tanteku melarangnya, “Nggak usah, lagi pula Pak Bowo Tante suruh ke Pasuruan ngawal barang.”
Aku jadi bertambah bingung. Terpaksa kutuntun tanteku untuk naik ke ruang atas. Tante merebahkan kepalanya pada pelukanku, aku jadi gemeteran sambil terus menaiki tangga.Sesampainya di dalam kamar, tante merebahkan tubuhnya yang seksi itu dengan telentang. Aku menarik napas lega dan bermaksud meninggalkan kamar. Baru saja kubalikkan tubuh, suara lembut itu melarangku.
“Kamu mau kemana..? Jangan tinggalkan Tante.., tolong pijitin Tante.. Wel..!”
Mendengar itu seluruh tubuhku jadi teringat pesan papa agar menuruti perkataan Oom dan Tanteku.
Perlahan kubalikkan badan, ternyata tanteku telah melepas kimononya. Dan kini hanya tinggal CD saja. Tubuhnya yang masih padat membuat nafsuku naik, payudara yang masih montok dan menantang itu membuat penisku mulai tegang, karena aku belum pernah melihat keindahan tubuh wanita dalam keadaan telanjang seperti ini, apalagi tanteku menggeliat perlahan. Desahan bibirnya yang tipis mengundang nafsu dan birahiku, dan penisku semakin dibuatnya tegang. Kuberanikan diri melangkah menuju ranjang.
Begitu sampai, tanteku yang pura-pura pusing itu tiba-tiba bangkit, lalu memelukku dan mencium bibirku dengan penuh nafsu. Wanita yang hipersex itu dengan cepat melucuti seluruh pakaianku.
“Jangan Tante.., jangan, saya takut..” pintaku sambil mau memakai pakaianku kembali.
“Kalo kamu menolak, Tante akan teriak dan mengatakan pada semua orang bahwa kamu mau memperkosa Tante..” ancam tanteku.
Aku hanya terdiam dan pasrah. Wanita itu kembali mencumbuku, diciuminya dan dijilatinya tubuhku. Begitu tangan halusnya mengenggam penisku, aku langsung membalas ciumannya dan mulai menjilati payudaranya, lalu kukulum putingnya yang berwarna merah agak kecoklatan itu. Tanteku mendesah perlahan.
Selanjutnya kami memainkan posisi 69, sehingga penisku dihisap dan dikemutnya. Nikmat sekali, kurenggangkan kedua pahanya sambil kujilat-jilat kemaluannya yang mulai basah itu.
“Ahh.., aahh.., ayo terus jilat Wel..! Jangan berhenti..!” erang tanteku keenakan.
Rupanya tanteku mengeluarkan cairan dari dalam liang kewanitaannya. Cairan itu memuncrat di wajahku, lalu kuhisap dan kutelan semua. Aku semakin terangsang, kujilati lagi kali ini lebih dalam, bahkan sampai ke duburnya. Kemudian kami berganti posisi, kali ini aku berdiri dan tante jongkok sambil mengulum penisku yang sudah sangat tegang.
Ternyata tanteku pandai sekali menjilat penis, tidak sampai lima menit aku sudah keluar.
“Ahh.., ayo Tante.., terus jilat sayang.., acchh..!” desahku sambil kudorong keluar masuk di mulutnya penisku yang besar ini.
“Tante mau keluar nih.., achh.. yeahh..!” erangku sambil kumuncratkan maniku di mulutnya.
Tante menelan semua maniku, bahkan masih mengocoknya berharap masih ada sisanya.
Setelah beberapa saat penisku mulai bangun kembali. Setelah tegang dibimbingnya penisku masuk ke liang kewanitaannya. Kali ini aku di atas dan tante di bawah. Agak susah sih, mungkin sudah lama tidak service oleh Oom Benny. Setelah kepalanya masuk, kudorong perlahan hingga masuk semuanya ke dalam.
“Ayo Wel..! Gerakin dong Sayang..!” pinta tanteku sambil menggerakkan pantatnya ke atas dan ke bawah karena ia sekarang berada di bawah.
Akhirnya kudorong keluar masuk penisku dengan gerakan yang cepat, sehingga semakin keras erangan tanteku.
Beberapa saat kemudian aku sudah ingin keluar, “Aahh..! Tante.., Welly udah mau keluar.., ahh..!” kataku.
“Sabar Sayang.., Tante sebentar lagi nih..! Yeahh.. ohh.. ahh.., fuck me Wel..! Kita barengan ya Sayang..? Oh.. yeah..!”
Rupanya tanteku juga hampir orgasme. Rasanya seperti ada yang memijat-mijat penisku dan kakinya dilingkarkan ke pantatku. Tante bergetar hebat dan memelukku sambil kemaluannya mengeluarkan cairan yang menyemprot penisku. Tidak lama aku juga mengeluarkan air mani dan spermaku di dalam vaginanya. Terasa begitu nikmatnya dunia ini. Akhirnya kami berdua terkapar lemas.
“Hebat bener kamu Wel.., Tante nggak nyangka baru kali ini Tante merasakan kenikmatan yang luar biasa..!” tuturnya dengan nafas terengah-engah.
Aku diam tak menjawab, tapi dalam hati aku merasa bersalah telah berhubungan dengan tanteku dan takut ketahuan Oom Benny. Tante turun dari ranjang tanpa busana, lalu dia menyalakan sebatang rokok.
“Bagaimana kalau Oom Benny sampai tahu, Tante..? Saya takut.., saya merasa berdosa..” kataku lemah.
Tapi tanteku malah tersenyum dan memelukku dengan mesra.
“Asal kamu tidak memberitahu orang lain, perbuatan kita aman. Lagi pula Oommu itu udah nggak bisa melakukan hubungan badan sejak lama. Dia itu impotent, Wel..!” tutur wanita tanpa busana yang penuh daya tarik itu.
“Jadi semua ini Tante lakukan karena Oom Benny tidak bisa menggauli Tante lagi, ya..?” tanyaku.
“Ya. Bukan sekali ini saja Tante melakukan hal seperti ini.., sebelum sama kamu, Tante pernah melakukannya dengan beberapa teman bisnis Oommu. Terus terang Tante nggak tahan kalau seminggu tidak disentuh atau dipeluk laki-laki..” tutur Tante.
Aku jadi geleng kepala mendengar penjelasan tanteku. Lalu aku bergerak mau pergi, tapi dengan cepat tante menahanku dan mengusap-usap dadaku yang berbulu.
“Well.., kamu harus bersihkan badanmu dulu.., mandilah supaya segar..!” ucapnya lembut.

Aku tak menjawab hanya menarik nafas panjang, lalu melangkah ke kamar mandi. Tubuhku terasa letih namun puas juga.
Begitulah pengalaman di Surabaya yang kualami 6 tahun yang lalu. Dan sampai saat ini aku telah mempunyai istri dan seorang anak.
Lalu apa tante weli tergolong tante girang ? tau deeeeeh
Cerita Dewasa Ngesex Dengan Cewek Idaman

Cerita Dewasa Ngesex Dengan Cewek Idaman

 Namaku aldy, ini kisah yang paling mengesankan bagiku semasa aku SMA, ya pada saat itu adalah pertama kalinya aku mengenal cewek. Sebut saja cewek itu Lia. hmhmhm sebenarnya aku adalah cowok polos, tapi semenjak bertemu Lia, aku berubah menjadi cowok yang berutal.
Cerita Dewasa Ngesex Dengan Cewek Idaman Cerita Dewasa - Cerita Sex
Cerita Dewasa Ngesex Dengan Cewek Idaman –  Hmhmh kisahku ini berawal dari pesta perpisahan kelas tiga. “hai Aldy, jadi nggak kita ke rumah Lia” kata Rani ke padaku. ” so pastilah ran, nggak mungkinlah aku menyia-nyiakannya” jawabku sambil meneruskan langkah meninggalkan sekolah. Singkat cerita sekarang aku sedang berada di rumah, setelah mandi, makan dan sebagainya kini aku sudah siap untuk berangkat ke rumahnya Lia. TET, TET, TET. terdengar bunyi klakson yang kayanya aku kenal mobil siapa ini. “wah udah jam setengah delapan nih, pestanyakan setengah delapan bisa telat ke rumah Lia nih” gumamku dalam hati. “huy lagi sibuk ngapain sih, kaya cewek aja dandannya lama banget” kata Rani sambil membukakan pintu mobilnya untukku. “ok deh nenek cerewet” sahut ku sambil bercanda.
Jual Obat Pembesar Penis
Mobil Honda Avanza berwana silver tersebut melaju dengan kencang membelah jalanan kota Serang, tak terasa hanya 15 menit saja kita sudah sampai di rumahnya Lia. “Hmhmh ramai juga ya aku jadi minder nih” gerutuku. “Udah deh jangan menggerutu, ayo kita masuk nanti kehabisan makanan loch” kata Rani sambil menarikku kedalam. “Hai Lia wah ngabisin dana gede-gedean nih kayanya?” tanya Rani sambil cipika cipiki, “Ya jelas dong, oh ya ngomong-ngomong kamu kesini sama saiapa jangan bilang kalau sama aldy. “tapi emang bener aku sama aldy, dia kan sahabat karibku dari kecil” jawab Rani sambil meneruskan langkahnya naik keatas tangga bersama Lia. Sementara itu aku hanya menyaksikan mereka dari jauh dan aku kelihatan kaya orang bodoh sendirian di sini. tapi di sudut ruangan yang lain ku lihat Andrew dan Margaret sedang sibuk-sibuknya berciuman, padahal dia kan pacarnya Lia, “dasar playboy awas ya aku kasih tahu Lia biar nyaho” gumamku dalam hati. Aku secepat kilat langsung melangkahkan kakiku menaiki tangga dan mencari Lia yang sedang bersama Rani. “Lia, maaf kalau aku lancang memotong pembicaraan kalian, tapi ini penting untuk kamu ketahui” Rani yang ada di sampingnya pun penasaran melihat aku kayak orang kesurupan. “Apaan sih, bikin penasaran aja kamu ini Al” tanya Lia padaku. “Begini Lia, aku tadi ngeliat Andrew dan Margaret sedang asik-asiknya berciuman di kamar bawah”, jawabku dengan terbata-bata. “Wah kayaknya anak itu minta dihajar sama aku, tenang Lia aku pasti bantu kamu ngehajar tuh si playboy”, sahut Rani dengan muka garangnya. “Oke deh ayo kita cek dulu kebenarannya!!!!!”. Kata lia sambil melangkahkan kaki menuruni anak tangga, begitupun aku dan Rani mengikutinya dari belakang. Tak berapa lama aku Rani dan Lia sudah berada di ruangan dimana Andrew dan Margaret sedang bermesraan. “Waduh mampus deh aku, pasti Lia nyangka aku berbohong nih”. Gumamku dalam hati. aku lihat mata Rani melotot ke arahku dan berkata ” wah Aldy bohong nih, nggak lucu tahu leluconnya!!!”. Sementara itu Lia diam saja dia tidak menunjukan ekspresi apapun kepadaku, mungkin dia pikir jika kejadian ini benar terjadi mampuslah dia soalnya emang sih si Andrew itukan bintang sekolah udah tampan, keren, bule lagi.
Cerita Dewasa Ngesex Dengan Cewek Idaman – Sedikit info saja Andrew itu adalah bule belasteran Indonesia dan Selandia Baru. Tapi tiba-tiba terdengar suara samar-samar di balik pintu kamar tamu. “Ran, kamu denger nggak suara apaan ya” Tanya Lia kepada Rani. “Ya Lia, aku denger juga, kayaknya dari balik pintu itu deh”. Jawab Rani kepada Lia. “Ok dech ayo kita kesana”. Ajak Lia kepada Rani dan tentu saja aku. Tangan manis Lia mulai membuka pintu itu, dan perlahan demi perlahan pintu itu terbuka dan sesuatu yang tak terdugapun mengejutkan Lia. AAAAAAAAAA jerit Lia dan langsung lari entah kemana. Sementara itu aku dan Rani penasasran dan langsung masuk kedalam kamar tersebut, alangkah kagetnya aku, melihat Andrew dan Margaret sedang ngesex bareng, Rani langsung spontanitas menghajar Andrew dan Margaret sementara itu aku melangkahkan kakiku ke luar dan langsung mencari Lia. sudut demi sudut ruangan aku geledah dan setiap orang di pesta aku tanyai semua bilang tidak tahu. Tapi ku lihat di kejauhan di seberang kolam renang di samping saung aku lihat seorang cewek sedang menangis. Kayaknya aku kenal sama cewek itu. Tidak salah lagi, itu pasti Lia. Dengan secepat kilat aku lari dan langsung menghampiri Lia. “Lia, lagi ngapain sich sendirian di sini?”. “Aku sungguh lagi sedih banget nich, aku kecewa banget sama Anrew dan Margaret ko teganya mereka nusuk aku dari belakang”. jawab lia kepadaku sambil meneteskan air mata dan bersandar di bahuku. “Udah deh jangan nangisin orang yang nggak bener kaya mereka” kataku kepada Lia sambil menenangkannya. “Thanks ya Aldy, ternyata kamu orangnya baik”. kata Lia menyambung perkataanku sebelumnya. Akhirnya percakapan demi percakapanpun kita lalui dan akhirnya kita menjadi akrab.

Cerita Dewasa Ngesex Dengan Cewek Idaman – Dan malampun semakin larut Bulan dan Bintang pun serasa menemani kita berdua, begitupun juga suara-suara jangkrik dan serangga lainnyapun ikut menemani kita berdua. Singkat cerita sekarang sudah pagi rasa-rasanya badanku sakit semua kayak habis ditonjokin Mike Tison, aku menggeliat dan membuka mata dan alangkah terkejutnya aku setelah aku menoleh di sampingku ada Lia yang sedang tertidur pulas tanpa mengenakan sehelai kainpun yang menutupi tubuh putih mulusnya, demikian pula dengan aku sendiri ku lihat tubuhku tidak mengenakan busana malahan sekarang tombak ajaibku pun masih keras mengacung. “Aldy, kamu puas nggak main sama aku semalam”?. Tanya Lia kepadaku walaupun matanya masih merem. “Aku puas sekali Lia.” jawabku dengan tersenyum lebar kepadanya. “Kamu heran ya, kenapa kita bisa ngelakuin ini semua?” Tanya Lia sekali lagi. “Ya aku cuma nggak habis pikir, ko bisa ya kamu mau tidur sama aku”. jawabku sekali lagi. “Tadi malamkan emang malam yang melelahkan buat aku, Andrew tega berselingkuh di belakangku, kenapa enggak aku melakukan hal yang sama di beloakangnya biar impas, kamu nggak apakan jadi pelampiasan aku”? Tanya Lia sambil menerangkan kejadian semalam. “Aku nggak msalah jadi pelampiasan atau istilah kasarnya simpanan kamu” Jawabku dengan senang hati. Hari-hari berikutnya begitu menyenangkan bagi aku dan Lia, kami sering melakukannya seminggu sekali bahkan kadang-kadang tiap hari. Kayaknya aku sudah kecanduan banget dengan yang namanya ngesex, sampai akhirnya kami berpisah karena dia pindah ke luar negeri untuk meneruskan pendidikannya

Cerita Dewasa] Rejeki Nomplok Saat Nunggu Rumah

Peristiwa ini berlangsung beberapa bulan yang lalu di awal 2006. Di Sabtu malam yang cerah aku terpaksa menunggu rumah sendirian. Keluarga semua pergi ke Jakarta menghadiri acara pernikahan saudara sepupuku.
Aku perkenalkan diri dulu. Namaku Reno, 28 tahun. Tampangku biasa-biasa aja dengan kulit sawo matang. dengan tinggi 170 cm dan berat 70 kg. Pembaca mungkin menyangka aku gendut. Itu sama sekali tidak tepat karena aku rajin fitness hingga otot2ku pun terbentuk walaupun tidak sekekar Ade Rai . Aku bekerja di satu perusahaan swasta di kotaku. Aku tinggal di kota kecil di bagian Barat pantura Jawa Tengah. Dan sekarang aku masih menyandang predikat jomblo. Namun aku selalu enjoy menjalaninya.
Cerita Panas
Sabtu malam itu tidak seperti biasanya. Teman-temanku yang sebagian jomblo juga (mungkin aku perlu bikin perkumpulan Jomblo Merana, hehehe…) tidak keliatan batang hidungnya. Aku yang nungguin rumah sendirian akhirnya cuma bisa duduk sambil mengisap rokok putih di teras depan rumah sambil cuci mata pada cewe-cewe yang lewat di jalan depan rumahku. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Rasa kantuk sudah mulai menyerang. Aku pun bergegas masuk ke rumah. Begitu tanganku hendak meraih gagang pintu, aku dikejutkan suara becak yang direm mendadak. Spontan aku liat ada yang terjadi. Ternyata seorang wanita kira2 berumur 40 tahunan turun dari becak kemudian membayar ongkos ke abang becak. Aku masih terpaku melihat apa yang akan dilakukan oleh wanita dengan kulit sawo matang dan berwajah sensual itu. Tingginya kira-kira 160 cm dan beratnya mungkin 60 kg dengan payudara yang besar kira2 36C dan pantat yang besar pula serta perut yang sudah tidak rata lagi. Wanita itu memakai baju terusan dengan rambut digelung ke atas menambah kesensualannya. Tanpa dikomando penisku lagi berdiri tegang.
“Permisi…”, suara lembutnya membuyarkan lamunanku. “Eh…iya, Bu…”, jawabku sekenanya. “Pak Atmonya ada?”
Aku jadi bingung karena nama orang tuaku bukan Atmo. Dengan cepat aku baru sadar kalo rumah yang aku tempati sekarang dulu adalah milik Pak Atmo yang sekarang sudah pindah di kota di provinsi Jawa Tengah bagian Selatan.
Akhirnya aku jelaskan padanya tentang keadaan saat ini. Dia pun bingung hendak ke mana karena tidak ada sanak sodara di kota ini. Kemudian aku persilakan masuk wanita itu ke dalam ruang tamu. Setelah melalui percakapan singkat dapat kuketahui kalo wanita itu bernama Tuminah, sepupu Pak Atmo dari Boyolali dan aku tahu kalo dia telah hidup menjanda selama 10 tahun semenjak kematian suaminya.
“Dik Reno, ibu saat ini bingung mau tidur di mana. Lha wong sudah malam begini. Mau melanjutkan perjalanan sudah tidak ada bis lagi,” kebingungan meliputi dirinya. “Sudahlah Bu Minah…Ibu sementara bermalam di sini dulu. Besok Ibu bisa ke tempat Pak Atmo,” aku coba menenangkannya sambil mataku mencuri-curi pandang ke arah gundukan di dadanya yang membusung itu.
Mengetahui hal itu Bu Minah jadi salah tingkah sambil tersenyum penuh arti. Akhirnya Bu Minah setuju untuk bermalam di rumahku. Aku persiapkan kamarku untuk tidur Bu Minah. Tak lupa aku buatkan teh panas untuk menyegarkan tubuhnya. Kemudian aku persilakan Bu Minah untuk membersihkan badan dulu di kamar mandi.
Aku menunggu dengan menonton tivi di ruang tengah. Bayangan tubuh montok Bu Minah menjadikan burungku jadi makin berdiri keras. Ditimpali suara kecipakan air di kamar mandi terdengar dari tempatku.
“Mas Reno…” aku dikejutkan panggilan Bu Minah dari kamar mandi. “Iya Bu… Ada apa?” aku bergegas menuju ke kamar mandi. “Ibu lupa tidak bawah handuk. Ibu boleh pinjem handuk mas Reno?” terdengar suara Bu Minah dari balik pintu kamar mandi. “Boleh kok, Bu. Saya ambilkan sebentar, Bu”, aku ambil handukku di jemuran belakang.
“Ini Bu handuknya” perlahan pintu kamar mandi dibuka oleh Bu Minah. Aku sodorkan handuk ke tangan Bu Minah yang menggapai dari balik pintu. Tak kusangka sodoran tanganku terlalu keras sehingga mendorong pintu terbuka lebar hingga badanku terhuyung ke depan ikut masuk ke kamar mandi. Aku menubruk badan Bu Minah. Aku peluk tubuh bugil Bu Minah agar aku tidak jatuh. Bu Minah pun memeluk tubuhku erat-erat agar tidak terpeleset. “Aahhh…”, Bu Minah menjerit kecil. Aku rasakan buah dada bu Minah yang besar itu dalam pelukanku. Penisku langsung tegang mengenai perus Bu Minah. Beberapa detik kami terdiam.
“Ih, mas Reno kok meluk aku sih…” katanya manja tanpa melepas pelukannya padaku. Wajahku merah padam. Aku tidak bisa menyembunyikan hasratku yang meletup-letup. “Kaalauu…akkuu lepass …nantii akku liat ibu Minah telaanjaang donggg..”, jawabku terbata-bata dengan nafas tersengal menahan gejolak birahi. Aku tekan-tekan penisku yang masih terbungkus celana ke perutnya.
“Aacchh…sungguh nikmat sekali,” batinku karena aku baru pertama kali ini memeluk wanita dalam keadaan telanjang bulat. “Burung mas Reno nakal…” katanya manja sambil tangannya merogoh penisku dari balik celana training yang aku pakai. Dielus dan dikocoknya perlahan penisku. “Ouuugghhh…” aku hanya bisa mendesah. “Burung Mas Reno besar sekali…” Aku tidak tahu apakah dengan panjang 16 cm dan diameter 4 cm itu penisku termasuk besar, entahlah mungkin Bu Minah sebelumnya hanya tahu penis dibawah ukuranku. Dan aku pun tidak tinggal diam. aku remes-remes teteknya yang gede itu sambil aku emut putingnya.
“Mmmhhh… enak banget mas…”
Tangan kiriku langsung turun ke vaginanya yang mulai basah itu. Aku gesek-gesek dengan jariku dan aku mainkan klitorisnya…
“Mas….” hanya itu yang bisa Bu Minah ucapkan dengan mata sayu sementara tangannya masih mengocok penisku dengan pelan. “Mas…Mas Reno….aku wis ora kuat….” suaranya parau “Masukin sekarang ya, Mas….”
Aku jadi bingung karena belum pernah ml sebelumnya. Dengan malu-malu aku pun beranikan diri bertanya, “Bu, caranya gimana?” Bu Minah tersenyum genit. “Oh mas Reno masih bujang tong-tong to?” Kemudian Bu Minah membalikan badannya dengan berpegangan pada bak mandi Bu Minah mengambil posisi nungging. Aku yang udah gak sabar langsung mengarahkan penisku ke vagina yang merah merekah dengan rambut kemaluan yang tercukur rapi tapi gagal karena aku tidak tahu lubang kenikmatan itu. “Sini mas Reno biar aku bantu…” Bu Minah yang mengerti keadaanku langsung menyamber batang penisku kemudian diarahkannya ke lubang vaginanya.
Kepala penisku menyentuh bibir vaginanya. Oouugghhh… sungguh kenikmatan yang luar biasa yang baru aku rasakan. Kemudian aku dorong penisku ke dalam vagina Bu Minah. Agak susah memang. “Mas…pelan-pelan. Aku udah lama tidak kaya gini…” suara Bu Minah terdengar lirih tertahan. Aku majukan lagi penisku hingga tinggal setengahnya yang belum masuk ke lubang kenikmatan. Bu Minah memaju mundurkan pantatnya berulang-ulang. Dan… Slleeepppp…. penisku seperti tertelah semuanya oleh vagina Bu Minah. Aku maju mundurkan penisku dengan cepat seperti yang aku liat di BF.
“Ooohhhh….masss….mmmhhhh….” hanya itu yang keluar dari mulut Bu Minah. Aku merasakan sensasi yang sangat luar biasa…
Dan belum ada 30 kocokan aku merasakan akan memuntahkan spermaku.”Bu…. aku mau keluar…” Aku percepat sodokan-sodokan penisku ke vagina Bu Minah. Dengan gerakan yang luwes Bu Minah memutar-mutar pantatnya mengimbangi sodokanku. Melihat goyangan pantat Bu Minah yang erotis itu aku semakin tidak sanggup menahan laju spermaku. Aku percepat sodokanku…. dan… “Ooouuugggghhhh…..” aku tekan kuat2 penisku hingga menyentuh dasar rahim Bu Minah. “Crrootttt…..ccrrrooottt….cccrrottt….” penisku menyemburkan sperma sebanyak 15 kali ke vagina Bu Minah.
Goyangan-goyangan erotis pantat Bu Minah mengiringi siraman spermaku. “Oooohhhhh….” Aku terkulai lemas. Aku peluk tubuh Bu Minah dari belakang dengan tangan meremas2 tetek Bu Minah yang besar walopun sudah agak kendur. Sementara penisku yang masih tegang tenggelam dalam vagina Bu Minah yang enak itu. Nafas kami masih tersenggal-senggal. Lama kami terdiam meresapi sisa-sisa kenikmatan yang baru saja dilalui.
“Mas Reno….” Bu Minah lirih memanggilku. “Udahan dulu ya Mas.., aku capek banget. Aku mau istirahat dulu”. Aku bisa memahami kondisi tubuh Bu Minah setelah melakukan perjalanan panjang.

Akhirnya aku tidur bareng Bu Minah di kamarku. Dan tentunya masih ada kejadian2 kenikmatan yang kami lakukan berdua setelah itu. Nanti akan aku ceritakan buat pembaca semua.
Bude Nurul Teman Ibuku

Bude Nurul Teman Ibuku

Bude Nurul Teman Ibuku
Bude Nurul Teman Ibuku – TANPA gairah Ipul mengeluarkan sepeda motor dari ruang tamu. Setelah yakin kondisi oli mesin pada motornya masih cukup bagus, distater dan dijalankannya mesin kendaraan yg dari segi mode sudah agak ketinggalan jaman. Bunyinya berderum cukup keras, maklum motor anak muda.
“Sudah siap Pul? Bude Imah udah nungguin nih. Takut pulangnya kemalaman dan kehujanan di jalan,” suara ibunya terdengar dari ruang dalam rumahnya.
“Uh bawel amat sih. Orang baru mau manasin mesin kok,” gerutu Ipul membathin.
Gara-gara Pak Nardi (tetangganya) diam-diam kawin lagi, Ipul memang jadi ikutan repot. Sebabnya, Bu Nurul istri Pak Nardi berteman akrab dengan ibunya. Dan Bude Imah (demikian Ipul biasa memanggil Bu Nurul) atas masalahnya yg dihadapinya selalu curhat kepada ibunya yg juga ditinggal suami yg kawin lagi. Hingga saat Bude Nurul memutuskan untuk meminta bantuan dukun guna mengembalikan suaminya, atas permintaan ibunya Ipul yg diminta untuk selalu mengantarnya.

Sang dukun yg tinggal di desa terpencil, kendati masih satu wilayah kabupaten, jaraknya dari rumah Ipul lebih dari 50 kilometer. Tetapi bukan karena faktor jarak dan kondisi buruk jalan ke arah sana yg membuat Ipul enggan mengantar Bu Nurul. Apalagi wanita itu selalu mengajaknya makan dan memberikan sejumlah uang setiap Ipul sehabis mengantar.
Namun masalahnya, sudah tiga kali datang ke dukun tersebut belum ada tanda-tanda Pak Nardi akan kembali. Bahkan seperti yg diceritakan Bu Nurul pada ibunya, ulah Pak Nardi kian nekad. Seluruh pakaiannya telah dibawa ke rumah janda yg menjadi istri mudanya. Karenanya Ipul merasa, dukun itu hanya mengakali Bu Nurul yg gampang memberi uang sampai ratusan ribu rupiah sekali datang dengan dalih untuk membeli berbagai persyaratan dan sesaji.
“Nak Ipul pasti bosan ya harus ngantar-ngantar bude seperti ini,” kata Bu Nurul ketika mereka berhenti makan di warung sate langganan dalam perjalanan ke rumah sang dukun.
“Ee.. enggak Bude. Nggak apa-apa kok,” ujar Ipul yg terpaksa berhenti menikmati dua tusuk sate terakhir yg tersisa di piringnya.
Sepuluh tusuk sate di piring Bu Nurul tampak telah tandas tanpa sisa. Tetapi Ipul yakin wanita itu tdk menikmati makanannya. Karena ekspresi wajahnya terlihat masygul dan tatap matanya terlihat kosong. Pasti ia sangat tertekan gara-gara ulah suaminya. Melihat itu Ipul menggeser duduknya, merapat ke dekat Bu Nurul. Diraihnya tangan wanita itu dan digeganggamnya dengan lembut.
“Ipul siap mengantar ke manapun Bude mau pergi. Bude tdk usah ragu,” kata Ipul mencoba meyakinkan.

Cukup lama Ipul menggenggam dan meremas tangan Bu Nurul. Bahkan seperti seorang kekasih yg tengah menenangkan pasangannya yg tengah merajuk, Ipul melakukan itu sambil menatapi wajah Bu Nurul. Menatapi hidungnya yg bangir, matanya yg teduh dan bibirnya yg merah merekah.
Ipul baru menyadari pakaian yg dikenakan wanita itu berbeda dari biasanya. Dibalik jaket tipis warna hitam yg dilepasnya, Bude Nurul hanya mengenakan T shirt warna krem dipadu dengan celana panjang warna hitam. Biasanya ia selalu mengenakan rok terusan panjang yg longgar.
Ketatnya bentuk kaos dari bahan agak tipis yg dikenakan, membuat bentuk tubuhnya seperti tercetak sempurna. Di balik kaos tipis itu, sepasang buah dadanya yg berukuran besar nampak membusung dan kutang warna hitam yg dipakainya terlihat membayg. Serasi dengan perawakannya yg tinggi besar. Ke bagian menggunung itulah Ipul berkali-kali mencuri pandang. Juga ke leher jenjangnya yg putih seksi meski sudah ada kerutan karena usianya.
Kendati usianya memasuki kepala 5, Bu Nurul belum kehilangan pesonanya. Karena itulah Ipul sering mencuri-curi pandang menatapi keindahan pinggul dan pantat besarnya serta tonjolan buah dadanya ketika wanita itu cuma mengenakan kaos oblong dan celana training ketat saat hendak berangkat dan sepulang senam dengan ibunya.

Saat telanjang, bentuk tubuhnya pasti jauh lebih merangsang, demikian Ipul selalu membathin setiap melihat wanita itu habis bersenam. Karenanya Bu Nurul selalu menjadi wanita favorit yg dihadirkan dalam angan-angannya saat beronani.
Sambil mengocok sendiri kontolnya untuk menyalurkan hasrat biologisnya, Ipul memang selalu membaygkan nikmatnya dada besar dan vagina Bu Nurul bila disetubuhi. Makanya ia tdk habis pikir dengan tindakan Pak Nardi yg jatuh ke pelukan wanita lain. Diperlakukan sedemikian rupa oleh Ipul, Bu Nurul sebenarnya sangat senang dan tersanjung karena ada laki-laki muda yg memberinya perhatian. Hanya seorang wanita pengunjung warung yg lain, menatapinya dengan tatapan aneh hingga Bu Nurul segera menarik tangannya dari genggaman dan belaian Ipul.
“Satenya tdk dihabiskan Nak Ipul? Kalau tdk yuk kita berangkat. Nanti kemalaman di jalan,” ujarnya.
Kunjungan keempat ke rumah sang dukun ternyata sia-sia. Sang dukun ternyata tdk berada di tempat. Kata istrinya, ia tengah ke Jakarta untuk mengobati pasien selama sepekan. Maka diputuskan untuk pulang secepatnya karena mendung di langit mulai menggantung dan cukup tebal. Bu Nurul nampak kecewa. Dalam perjalanan pulang, baru beberapa kilometer dari tempat tinggal sang dukun, hujan mengguyur deras. Air seperti tercurah dari langit.

Saat itu, Ipul dan Bu Nurul yg berboncengan sepeda motor tengah berada di posisi jalan sebuah kawasan hutan. Hingga tdk memungkinkan bagi keduanya mencari tempat berteduh. Dalam terpaan derasnya air hujan dan hawa dingin yg menusuk, Ipul yg mengenakan jaket kulit tebal tak kelewat terpengaruh oleh cuaca tersebut. Ipul hanya merasakan dingin di bagian pinggang ke bawah. Karena celana jins yg dikenakan basah kuyup oleh hujan.
Tetapi tdk bagi Bu Nurul. Ia memang memakai jaket. Namun jaket yg dipakainya dari bahan kain yg kelewat tipis hingga air hujan langsung meresap menembus ke semua lapis pakaian yg dikenakannya. Termasuk ke kutang dan celana dalamnya. Karena dingin yg dirasakan ia yg tadinya membonceng agak merenggang, mulai merapat ke depan menempel ke tubuh Ipul. Bahkan kedua tangannya akhirnya melingkar, memeluk tubuh pria muda anak teman baiknya tersebut kendati agak canggung.
Perubahan posisi yg dilakukan Bu Nurul dalam membonceng sepeda motornya, diyakini Ipul dilakukan wanita itu untuk mengurangi dingin akibat hujan. Namun yg membuatnya risih dan kurang berkonsentrasi dalam mengemudi, ia merasakan buah dada Bu Nurul jadi menempel ketat ke punggungnya. Sepasang payudara yg ia yakin ukurannya cukup besar itu, terasa empuk dan sesekali menekan punggungnya. Membaygkan itu, gairah mudanya jadi terbakar.
Timbul pikiran nakal di kepala Ipul. Saat tubuh Bu Nurul agak merenggang, diinjaknya rem dengan mendadak. Seolah hendak menghindari jalanan berlubang. Dengan begitu tubuh wanita yg diboncengnya terdorong ke depan hingga kembali dirasakan tetek Bu Nurul menekan punggung. Ia melakukannya berkali-kali dan berkali-kali pula tetek besar Bu Nurul menumbuk punggungnya. Hasrat Ipul jadi kian terpacu dan fantasinya makin melambung.

Awalnya Bu Nurul mengira injakan rem dilakukan karena Ipul benar-benar tengah menghindari lubang. Namun setelah beberapa kali terjadi dan dilihatnya jalanan yg dilalui sangat mulus, ia menjadi curiga. Terlebih ketika ia disadarkan pada sikap Ipul saat di warung yg seperti tak lepas memadangi busungan buah dadanya. Menyadari itu, Bu Nurul yakin Ipul sengaja melakukannya agar buah dadanya merapat dan menekan punggungnya.
Sejak 5 bulan terakhir, terlebih sejak suaminya mengawini janda muda, Pak Nardi memang sudah tdk menyentuhnya lagi. Ulah nakal Ipul membuat gairah Bu Nurul jadi terpicu. Puting teteknya mengeras mengharap belaian dan remasan mesra. Tanpa sadar ia menggeser posisi duduknya di boncengan sepeda motor. Maju ke depan, merapat serapat-rapatnya ke tubuh yg memboncengkannya. Hingga buah dadanya menempel ketat ke punggung Ipul. Ia yakin pemuda anak temannya bisa merasakan besarnya buah dada yg dimilikinya.
Seperti halnya Bu Nurul yg mulai terangsang gairahnya akibat buah dadanya yg menggesek-gesek punggung pemuda itu, reaksi Ipul malah lebih jauh. Selama ini ia selalu membaygkan tetek Bu Nurul saat beronani. Kini daging empuk dan kenyal itu menempel di punggungnya hingga tak terasa kontolnya mulai mengeras di balik jins ketatnya yg basah oleh hujan.
Hujan mengguyur kian deras dan bahkan mulai kerap ditingkahi oleh suara guruh yg menggelegar serta kilat yg menyambar. Ketika dilihatnya sebuah bangunan pos polisi hutan di pinggir hutan jati, Bu Nurul yg menjadi ketakutan meminta Ipul berhenti untuk berteduh.
“Kita berhenti dan numpang berteduh dulu Nak Ipul. Takut ah kalau terus di jalan,” ujarnya.

Bangunan pos polisi hutan itu kosong tanpa seorang petugas pun di dalamnya. Ada bale besar dari kayu dengan alas tikar. Bahkan di lantai bagian tengah bangunan ada semacam tungku dengan setumpuk kayu bakar kering. Mungkin biasa dipakai para petugas untuk merebus air atau menanak nasi. Sebuah tempat ideal buat berteduh di hari hujan dan cuaca dingin karena di dalamnya bisa memanaskan diri dengan membakar kayu dalam tungku.
Setelah mencopot jaketnya dan menggantungkannya pada paku yg menempel pada tiang bangunan pos polisi hutan, Ipul segera berusaha menyalakan api dalam tungku. Untung ada sisa minyak tanah dalam keleng yg ada di sudut ruang. Dengan bantuan korek Zipo-nya, api langsung menyala membakar ranting-ranting kayu kering.
Tetapi berbeda dengan Ipul yg mulai merasa nyaman dengan kehangatan yg didapat dari posisinya yg berjongkok di depan perapian, Bu Nurul terlihat gelisah. Ia berdiri mematung sambil bersedekap menahan dingin.
“Bude, kenapa di situ. Sini di depan tungku biar hangat,” panggil Ipul melihat wanita teman ibunya seperti menggigil kedinginan.
“Iya nih dingin banget. Eee .. Nak Ipul, jaket kulitnya Bude pinjam dulu ya. Kayaknya bagian dalamnya kering biar tubuh Bude agak hangat,” ujar Bude Nurul.
“Oh silahkan-silahkan Bude, pakai saja,” kata Ipul. Bahkan dengan sigap ia langsung berdiri mengambil jaket tersebut dan bermaksud membantu memakaikannya.
“Nanti dulu Nak, Bude mau copot dulu semua baju ini. Soalnya celana dalam dan kutang Bude ikut basah semua. Ta…… tapi kira-kira ada orang ke sini nggak ya?,” kata Bude Nurul lagi sambil memutarkan pandangannya ke arah luar bangunan tersebut.
“Ah kayaknya nggak ada Bude. Nggak mungkin ada yg datang ke hutan di tengah hujan deras begini,”
Meski agak ragu, Bu Nurul akhirnya membukai pakaiannya. Bukan hanya jaket hitamnya yg basah. Kaos ketat warna krem yg dipakainya pun tak kalah kuyup. Setelah Bu Nurul melepaskan jaket dan menaruhnya di balai-balai yg ada, terpampanglah lekuk-liku tubuh wanita itu. Kaos yg dipakainya memang kelewat basah hingga lengket ke tubuhnya.
Ipul yg berdiri di belakang wanita itu berkali-kali menelan ludah karena lekuk-liku tubuh di hadapannya menjadi seperti telanjang. Namun yg membuat Ipul kian gelagapan adalah saat setelah Bu Nurul melepas kaos dan kutang hitamnya. Seperti yg diminta wanita itu, seharusnya dari arah belakang Ipul segera membantu mengenakan jaket kulit yg dipegangnya. Tetapi tubuh telanjang di hadapannya kelewat menarik untuk dilewatkan hingga Ipul lupa dengan yg harus dilakukan. Ia baru tersadar ketika Bu Nurul mengingatkannya.
“Bude kedinginan Pul, tolong jaketnya dipakaikan,” ujar wanita itu.

Ia tampak menggigil kedinginan. Tergesa Ipul segera memakaikan jaket kulit miliknya. Menutupkannya ke tubuh telanjang Bu Nurul. Namun karena kelewat tergesa, tanpa segaja tangan Ipul menyentuh tetek wanita itu. Payudara Bu Nurul yg ukurannya cukup besar terasa empuk dan lembut. Bahkan jemari Ipul sempat pula menyentuh putingnya yg mencuat dan terasa agak keras.
“Ma.. maaf Bude, sa .. saya tdk sengaja,” Ipul berusaha menarik tangannya setelah sesaat sempat menikmati kelembutan buah dada Bu Nurul.
Tetapi anehnya, Bu Nurul seolah mencegahnya. Dipegangnya tangan Ipul dan tetap ditekankannya pada buah dadanya. Seolah memberi kesempatan pemuda itu untuk menggeraygi teteknya.
“Dingin banget ya Pul. Kamu nggak kedinginan?”
“I.. iya Bude, sebenarnya Ipul juga kedinginan,” kata Ipul menimpali.
Dari usaha Bu Nurul agar ia tdk melepaskan sentuhannya pada buah dadanya dan pernyataannya soal kedinginan, Ipul menebak wanita itu membutuhkan sentuhan kehangatan. Namun ia tdk berani terlalu gegabah mengingat perbedaan usia yg sangat jauh dan wanita itu adalah teman dekat ibunya.

Karenanya meskipun ia sangat ingin meremasi tetek Bu Nurul yg sudah ada dalam genggamannya, Ipul tdk berani melangkah lebih jauh. Takut dianggap kurang ajar dan berpengaruh pada hubungan baik ibunya dan Bu Nurul.
“Tadi waktu di warung Ipul ngelihatin tetek Bude terus kan? Juga sengaja main injak rem agar tetek Bude nempel di punggung Ipul kan? Kok setelah ada di pegangan malah didiamkan? Bude sudah tua sih, jadi teteknya udah nggak menarik bagi Ipul,” kata Bu Nurul lagi.
Pernyataan itu membuat Ipul semakin yakin bahwa Bu Nurul mengharapkan sentuhan kehangatan. Sekaligus mengingatkan agar Ipul mengambil insiatif melakukan sentuhan-sentuhan yg mengundang gairah. Maka peluang itu langsung disambutnya. Tangan Ipul yg semula hanya menangkup memegangi busungan buah dada wanita itu, kini mulai berani meremasinya. Remasan yg tdk hanya memberi kehangatan pada diri Bu Nurul yg sudah lama tdk disentuh suaminya, juga memuaskan dahaga Ipul yg selama ini hanya bisa membaygkan kemontokan busung dada wanita itu saat beronani.
“Sa.. saya suka banget tetek Bude. Sebenarnya saya sering membaygkannya khususnya kalau habis lihat Bude. Saya suka membaygkan bentuk tubuh Bude kalau telanjang, pasti sangat merangsang,” ujar Ipul semakin berani.
“Masa? Kalau begitu remaslah Pul, lakukan apa saja yg kamu suka pada tubuh Bude. Sudah lama Pak Nardi nggak menyentuh Bude sejak tergoda janda itu,” kata Bu Nurul sambil membalikkan tubuh.
Kini, yg sebelumnya cuma hanya ada di angan-angannya benar-benar terpampang di hadapannya. Tubuh Bu Nurul yg nyaris bugil karena hanya tersisa celana dalam warna hitam yg masih dipakainya setelah jaket yg dipakainya dibiarkan terjatuh ada di depannya. Ah tubuh Bu Nurul ternyata benar-benar masih sangat menawan. Lebih dari yg kubaygkan, begitu Ipul membathin. cerita sex
Postur tubuh Bu Nurul yg tinggi, montok dan berisi benar-benar menawan di mata Ipul. Payudaranya besar, mengkal, meski agak turun menyerupai buah kelapa. Pinggangnya ramping dan makin ke bawah pinggulnya yg masih terbungkus celana dalam warna hitam makin membesar seperti gentong besar.
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan yg ada, Ipul langsung menubruk dan memeluk tubuh telanjang teman baik ibunya itu. Dengan rakus dihisap-hisapnya puting susu kiri Bu Nurul dengan mulutnya. Puting berwarna coklat kehitaman itu terasa mengeras di mulut Ipul setelah dihisap dan dipermainkan dengan lidah. Kedua tangan Ipul juga meliar di tubuh montok wanita itu.

Sambil terus menghisapi tetek wanita itu, tangan kanan Ipul meremasi dan memain-mainkan buah dada Bu Nurul yg lain. Sedangkan telapak tangannya yg sebelah kiri merayap meremasi bongkahan pantat besarnya. Bu Nurul menggelinjang, menahan gairah yg menjadi terbangkitkan. Ia tak menygka, pemuda anak teman baiknya ternyata menyimpan nafsu terpendam pada dirinya.
Bila diperhatikan seksama, sebenarnya tanda-tanda ketuaan pada Bu Nurul sudah sangat kentara. Wanita berambut sebahu yg bertubuh tinggi besar itu, pada bagian perutnya sudah tdk rata. Agak membusung dan sudah ada lipatan-lipatan kecil. Namun di mata Ipul, itu tanda-tanda kematangan pada wanita dan membuatnya makin terangsang.
Puas menghisapi tetek Bu Nurul dan meremasi bongkahan pantat besarnya, perhatian Ipul mulai tertuju ke selangkangan wanita itu. Bagian di bawah perut yg tertutup celana dalam warna hitam itu, tampak gembung dan membusung. Bahkan terbentuk sebuah celah membujur karena celana dalam yg menutupnya melekat rapat karena basah kuyup akibat air hujan.
Di bagian paling peka milik wanita itulah tangan Ipul kini meliar. Diusapnya perlahan vagina Bu Nurul dari bagian luar celana dalam yg masih membungkusnya. Ipul yg memang belum pernah menyentuh kemaluan wanita, seolah ingin menikmati dan merasakan setiap inchi dari busungan vagina wanita itu. Selama ini ia hanya melihat vagina wanita dewasa dari video porno yg sering dilihatnya.
Dijalari jari-jari tangan Ipul di bagian yg paling peka, Bu Nurul kian mendesah. Terlebih bukan cuma sentuhan-sentuhan di vaginanya yg membuat gairahnya terbangkitkan. Tetapi karena pentil-pentil teteknya juga mulai menjadi sasaran kuluman dan hisapan pemuda itu.
“Ssshhh… sshh… aaahhh…ahhhh… terus hisap tetek Bude Pul. Aaahhh… ee.. enak banget Pul, ya… ya terus .. terus hisap,” Bu Nurul tak mau kalah.

Sambil menikmati sentuhan jemari Ipul di vaginanya dan hisapan pemuda itu di pentil susunya, tangan wanita itu merayap berusaha membuka kancing celana pemuda anak teman akrabnya. Akhirnya, setelah Ipul membantunya dengan membuka kancing celana jinsnya dan sekaligus memelorotkannya bersama CD nya, Bu Nurul menemukan apa yg dicari-carinya. Tanpa melihatnya Bu Nurul tahu ukuran ****** Ipul tergolong besar dan
panjang. Terlebih jika dibandingkan dengan milik suaminya. Dibelai-belainya batang penis Ipul dan kepala penisnya yg membonggol dan sesekali dengan gemas ia meremasnya. Demikian pula Ipul. Tak puas hanya meraba dan mengusapi vagina Bu Nurul dari luar celana dalamnya, kini jari-jarinya berusaha menyelinap mencari celah agar bisa menyentuh kemaluan wanita yg seusia dengan ibunyaitu. Hanya karena celana dalam warna hitam yg dipakai Bu Nurul kelewat ketat, Ipul agak kesulitan untuk menyingkapkannya.
Akhirnya, setelah melepas kulumannya pada puting-puting susu Bu Nurul, Ipul langsung berjongkok. Celana dalam warna hitam milik wanita ia pelorotkan melewati pinggul dan pantat besarnya hingga sebuah pemandangan yg sangat menggairahkan terpampang di hadapannya. Di selangkangannya, di antara kedua paha membulat Bu Nurul terlihat vaginanya yg membusung. Ipul terpana sesaat. Seperti yg selama ini ia baygkan, vagina Bu Nurul benar-benar besar dan tembem. Ia tak menygka bisa mendapat kesempatan untuk melihat dan menyentuh vagina yg oleh pemiliknya telah dipangkas habis bulu-bulunya itu. Peris di bagian pusar dan bawah perut wanita yg sudah tdk rata lagi itu, sudah banyak lipatan dan kerut-kerut di permukaan kulitnya.
Sedangkan di bagian bawahnya lagi, yg merupakan bagian atas dari vagina Bu Nurul terlihat membentuk semacam gundukan daging dengan permukaan yg lebar dan tebal. Sebenarnya Ipul ingin meminta Bu Nurul membuka dan merenggangkan kakinya yg yg berdiri merapat agar pahanya terbuka hingga ia bisa melihat seluruh bagian vaginanya.
Karena dalam posisi berdiri merapatkan kaki, vagina teman ibunya tdk terlihat sampai keseluruhan lubangnya. Seperti balita baru mendapatkan mainan baru yg menarik hatinya, Ipul mulai mengusap-usap gundukan daging yg terasa hangat di telapak tangannya. Ipul agak grogi saat mengusapi vagina Bu Nurul. Usapannya perlahan karena ia baru pertama kali menyentuh bagian paling merangsang pada tubuh wanita tersebut hingga Bu Nurul mengira Ipul kurang menyukainya.
“Bude kan udah tua Pul, jadi vaginanya udah agak peyot. Pasti jauh merangsang di banding punya pacar Ipul ya?”
“Eng… enggak Bude. Sungguh punya Bude merangsang banget. Saya sangat suka. Saya belum punya pacar dan baru kali ini menyentuh yg seperti ini Bude,” ujar Ipul.
“Masa? Kalau melihat?” Kata Bu Nurul
“Kalau di film BF sering. Ju.. juga saya pernah mengintip dan melihat vagina Bude. Waktu itu Bude mandi numpang mandi di rumah. Saya seneng banget sekarang bisa melihat dan memegang langsung,”

Bu Nurul senang sekaligus bangga mendengar jawaban jujur Ipul. Ia tak menygka anak teman baiknya selama ini menjadi pengagum dirinya secara diam-diam. Ia yg tadinya ragu dan malu untuk memperlihatkan seluruh bagian vaginanya dengan merapatkan kakinya karena takut mendapat penolakan dari Ipul menjadi percaya diri.
Direnggangkan dan lalu diangkatnya kaki kanannya serta ditumpukannya pada pinggiran bale kayu yg ada di dekatnya hingga terpampanglah seluruh bagian vaginanya di hadapan pemuda itu. Ipul kian terperangah. Lekat-lekat ditatapinya vagina Bu Nurul. Di bagian tengah yg menggunduk ada celah memanjang dengan bagian daging yg menebal di bagian bibir luar vagina Bu Nurul. Warnanya coklat hitaman, berkerut-kerut dan mengeras seperti bagian daging yg sudah kapalan. Kontras dengan warna daging merah muda di bagian dalam yg terlihat agak basah. Di bagian atas mendekati ujung celah lubang vagina itu, sebentuk tonjolan daging sebesar biji jagung tampak mencuat.
Mungkin ini yg dinamakan itil, pikir Ipul membatin dan itu kian membuatnya terangsang. Rupanya bagian itu kelewat menarik untuk dilewatkan hingga Ipul tergerak untuk menyentuhnya. Diawali dengan mengusap-usap bibir luar vagina Bu Nurul yg berkerut dan terasa kasar, ujung jari Ipul mulai menelusup masuk ke celahnya lalu menyentuh dan menggesek-gesek tonjolan daging mungil itu.
Mendapat rangsangan di bagian paling peka pada kelaminnya, Bu Nurul yg sudah cukup lama tdk dientot Pak Nardi suaminya, tubuhnya menjadi tergetar hebat. Terlebih ketika itilnya mulai dipermainkan Ipul dengan intensitas sentuhan yg makin kerap.
“Ooouuww.. sshh… sshhh ..ahhh..ahh.. ahh…ssshh. Itil Bude kamu apakan Pul? Ahhh… ssshhhh….ssshhhh….akkhhhhh… enak.. banget Pul,” lenguh Bu Nurul mendesah.
Namun yg membuat Bu Nurul makin menggelinjang seperti cacing kepanasan serta berkali-kali vaginaik tertahan menahan nikmat yg tertahankan adalah tatkala dirasakan bibir vaginanya serasa dilumat. Karena sangat terangsang, Ipul memang akhirnya melumat bibir luar kemaluan Bu Nurul dengan mulutnya. Ia sebenarnya hanya meniru adegan yg sering ditontonnya dalam adegan film mesum.
Tetapi ternyata, ulahnya itu membuat Bu Nurul kelojotan menahan nikmat. Bahkan ketika Ipul mengecupi dan menghisapi itilnya, erangan dan rintihan Bu Nurul semakin kencang. Ipul jadi semakin bersemangat. Lidahnya tak hanya disapu-sapukan tetapi dijulur-julurkan masuk ke kedalaman lubang nikmat Bu Nurul yg mulai terasa asin karena banyaknya cairan pelicin yg keluar.
Merasa pertahanannya hampir jebol dan didorong keinginannya untuk segera merasakan batang penis Ipul yg berukuran ekstra besar dan panjang, Bu Nurul meminta Ipul menghentikan aksi obok-obok vagina dan itil dengan mulut dan lidahnya.
“Sshh.. sshh.. aahhh.. ahhh… ahhh. Udah Pul, Bude nggak tahan.” kata Bu Nurul sambil menarik kepala Ipul menjauh dari selangkangannya.

Lalu diajaknya Ipul ke bale kayu tempat para penjaga hutan melepas lelah. Di bale kayu itu, Bu Nurul langsung merebahkan tubuh telentang dan membuka lebar pahanya. Ipul tahu tugas yg menunggunya kini adalah menyogok lubang vagina teman ibunya yg memang sudah lama ingin dinikmatinya. Seperti tak sabar Bu Nurul langsung menggenggam penis Ipul ketika pemuda itu telah berada di atas tubuhnya. Ujung penis Ipul yg membonggol besar di arahkannya tepat di tengah lubang vaginanya.
“Masukkan Pul.. ahhh ..ahhh Bude udah kepengen merasakan kontolmu,”
“Sa… saya juga Bude. Ipul sudah lama pengen ngentot dengan Bude. Ipul suka vagina Bude,”
“I.ii. iya Pul, cepat tekan dan masukan kontolmu,” ujar Bu Nurul.
Akhirnya, Ipul menurunkan pinggulnya. Ujung penisnya menyentuh bibir luar vagina Bu Nurul yg sudah menunggu untuk disogok. Tetapi karena kepala penis Ipul kelewat membonggol dan berukuran cukup besar, tak mudah untuk masuk meskipun vagina Bu Nurul tergolong sudah oblong.
“Kayaknya penis kamu gede banget Pul. Jauh lebih gede dibanding punya Pak Nardi jadi agak sulit masuknya,”
“Te… terus gimana Bude?,” Kata Ipul bingung.
Namun Bu Nurul tdk kehilangan akal. Dikeluarkannya ludah dari mulutnya dan ditampungnya di telapak tangannya. Lalu, ludah itu dibalur-balurkannya di ujung penis Ipul agar bisa menjadi semacam pelumas.
“Udah Pul, masukkan lagi kontolmu tapi pelan-pelan ya,”
“Ii… iya Bude,”

Karena terburu-buru dan sama sekali belum pernah melakukannya, ujung rudal Ipul sempat meleset. Kepala penis pemuda itu terantuk di bagian atas lubang vagina Bu Nurul dan hanya mengenai itilnya hingga wanita itu vaginaik. Baru setelah dipandu tangan Bu Nurul, sedikit demi sedikit ujung penis Ipul mulai masuk dan akhirnya bleesss! penis Ipul berhasil masuk sepenuhnya ke lubang nikmat itu setelah ia sedikit menyentaknya dan membuat Bu Nurul kembali vaginaik.
“Sa… sakit Bude?”
“Eee .. enggak Pul. Bude cuma kaget. penis kamu gede banget,”
GOAL55
Istri Muda

Istri Muda

Sebagai pemilik sebuah perusahaan besar di Indonesia, papaku banyak mempunyai anak buah. Banyak dari mereka sudah setia lama bekerja dengan papaku. Tetapi ada juga Siska, istri dari pak Irawan, direktur finance diperusahaan papaku. Disaat sang suami rajin bekerja keras dikantor, Siska pun rajin bekerja keras bersamaku diranjang.
Pertama kali aku bertemu Siska kira-kira 3 minggu lalu. Dia datang kekantor untuk mengantarkan makanan kepada pak Irawan suaminya, yang bekerja sebagai direktur finance di perusahaan papaku. Aku diperkenalkan olehnya kepada Siska. Pak Irawan pernah bercerai dengan istri pertamanya, dan Siska adalah istrinya yang kedua.
Cerita Sex Terbaru Istri Muda
Makanya tak heran kalau orang berumur diatas 40 tahun seperti pak Irawan bisa mempunyai istri yang semuda Siska. Disaat Siska mau pulang, aku bersapaan lagi dengannya di lobby kantor. Akupun mulai mengajaknya ngobrol disitu. Ternyata Siska masih berumur 26 tahun, hanya setahun lebih muda dariku. Tidak heran obrolan kami bisa cepat nyambung walaupun awalnya hanya sekedar basa-basi.
Aku mulai memperhatikannya. Tampangnya cukup manis menurutku Rambutnya hitam panjang bergelombang, matanya cukup besar untuk seorang wanita keturunan Chinese. Dia tidak tinggi, mungkin sedikit dibawah 160cm. Badannya tidak terlalu spesial tetapi lumayan ramping sehingga terlihat bagus. Siska mulai tersenyum malu dan mukanya memerah disaat dia sadar kalau aku sedang memperhatikannya.
Setelah ngobrol sedikit lagi, dia pun pamit untuk pulang.
“Hmmm… Seandainya bisa kurasakan kehangatan badan Siska.” pikirku disaat melihatnya jalan keluar dari gedung kantor.
Kamipun bertemu lagi di sebuah acara pesta peluncuran produk baru dikantorku. Siska datang mendampingi pak Irawan. Dia terlihat sangat cantik dengan gaun malamnya yang anggun bewarna hitam. Pundaknya yang mulus dan putih bersih terlihat jelas karena dia memakai gaun bermodelkan kemben. Kami bertiga saling bersapa dan sempat mengobrol sebentar. Aku mulai mencuri pandangan kepada Siska yang terlihat cantik itu malam ini. Dia hanya tersenyum dan menunduk disaat mata kami bertemu. Tidak lama, pak Irawan meminta ijin untuk pergi ke toilet.
“Sendirian aja pak Roger?” tanya Siska.
“Iya nih,” jawabku sambil terus memandangi tubuhnya yang berada didepanku.
“Makanya, cari istri dong Pak… Biar ada yang nemenin,” katanya sambil tersenyum manis.
“Belum ada yang mau nih,” jawabku.
“Ahh… Bapak bisa saja. Pasti banyak banget cewek yang mau sama pak Roger.. Kalau belum married saya juga mau lho.” jawabnya menggoda.
Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org
Memang sepertinya Siska ini punya perasaan tertentu padaku. Tampak dari cara bicaranya dan cara dia memandangku.
“Oh… Kalau saya sih mau lho sama kamu biarpun kamu sudah married.” kataku mulai memancing sambil menatap wajahnya yang cantik.
“Ah.. Pak Roger bisa aja..” jawabnya sambil tersipu malu.
“Bener lho mau aku buktiin?” godaku.
“Janganlah pak… Nanti kalau ketahuan suamiku bisa gawat” jawabnya perlahan sambil tersenyum.
“Kalau nggak ketahuan gimana. Nggak apa kan?” rayuku lagi.
Santi tampak makin tersipu malu.Cerita Sex Terbaru
Aku merasakan seperi mendapat lampu hijau. Mungkin keinginanku untuk merasakan tubuh istri karyawanku ini akan bisa benar terjadi. Dari cara bicaranya aku punya dugaan bahwa pak Irawan ini tidak begitu memuaskannya di atas tempat tidur. Mungkin karena usia pak Irawan yang sudah berumur dibandingkan dengan dirinya yang masih penuh gejolak hasrat seksual wanita muda. Pasti jarang sekali dia mengalami orgasme. Kasihan sekali pikirku.
Tak lama pak Irawan pun datang dari kejauhan.
“Wah.. Pak Irawan, punya istri cantik begini kok ditinggal sendiri” kataku menggoda.
Siska tampak senang aku puji seperti itu. Tampak dari tatapan matanya yang haus akan kehangatan laki-laki tulen seperti aku ini.
“Iya pak.. Habis dari belakang nih” jawabnya.
Tatapan matanya tampak curiga melihat aku sedang mengobrol dengan istrinya yang jelita itu. Mungkin dia sudah dengar kabar akan keplayboyanku di kantor.
“Ok saya tinggal dulu ya pak Irawan…” aku pun berpamitan dengan mereka.
Aku pergi mengambil hidangan dan menyantapnya nikmat. Maklum perutku sudah keroncongan, terlalu banyak basa-basi dengan para tamu undangan tadi. Aku berpapasan dengan sekretarisku Rina dan tunangannya. Tampak sexy dan cantik sekali dia malam itu, disamping juga anggun. Walaupun ia tampak menjaga perilakunya, dengan gaun malam yang berdada rendah, belahan buah dadanya yang besar tampak menggoda. Sungguh kasihan sekali tunangannya itu, dia tidak tahu betapa liar dan nakalnya Rina yang sering aku nikmati tubuhnya dikantor.
Iklan Sponsor :

Ketika aku mencari Siska dengan pandanganku, dia juga sedang mencuri pandang padaku sambil tersenyum. Pak Irawan tampak sedang mengobrol dengan tamu yang lain. Memang payah juga bapak yang satu ini, tidak bisa membahagiakan istrinya.
Siska kemudian berjalan mengambil hidangan, dan akupun menghampirinya.
“Siska.. Kita terusin ngobrolnya diluar yuk,” ajakku berbisik padanya.
“Nanti kalau dicari suamiku gimana pak?” jawabnya ragu.
“Bilang aja kamu sakit perut.. Perlu ke toilet.” kataku mencari alasan.
“Aku tunggu diluar ya,” Kataku sambil menahan nafsu melihat lehernya yang putih jenjang.
Tak lama Siska pun keluar ruangan pesta untuk menyusulku. Aku tuntun tangannya dan pergi keruangan kantorku dilantai atas. Kutarik Siska kedalam ruanganku dan kututup pintunya. Tanpa basa-basi lagi, aku cium bibirnya yang indah itu. Siskapun membalas bergairah. Tangankupun bergerak merambahi buah dadanya, sedangkan tanganku yang satu mencari kaitan retsleting di belakang tubuhnya. Kuturunkan gaunnya sebagian kebawah sehingga tampak buah dadanya yang ranum hanya tertutup BH mungil berwarna krem. Kuciumi leher Siska yang jenjang itu, dan kusibakkan cup BHnya kebawah sehingga buah dadanya mencuat keluar.
Iklan Sponsor :

Tidak terlalu besar memang, kira-kira ukuran 32B, namun masih terlihat kencang. Langsung kujilati dengan rakus buah dada itu, aku hisap dan aku permainkan putingnya yang sudah mengeras dengan lidahku.
“Oh.. Pak Roger…” desah Siska sambil menggeliat.
“Enak Siska?”
“Enak pak… Terus pak…” desahnya lirih.
Tangankupun mengangkat rok gaunnya dan meraba pahanya yang mulus, sampai pada celana dalamnya. Tampak Santi sudah begitu bergairah sehingga celananya sudah lembab oleh cairan kewanitaannya.
Siska pun kemudian tak sabar dan membuka kancing kemeja batikku. Dicium dan dijilatinya putingku.. Lalu terus ke bawah ke perutku. Kemudian dia berlutut dan dibukanya retsleting celanaku, dan tangannya yang lentik halus itu merogoh ke dalam mengeluarkan kemaluanku dari celana dalamnya.
Memang kami sengaja tidak mau telanjang bulat karena kondisi yang tidak memungkinkan.
“Ohh… Besar sekali Pak Roger. Siska suka…” katanya manja sambil mengagumi kemaluanku dari dekat.
“Memang punya suamimu seberapa?” tanyaku tersenyum menggoda.
“Mungkin cuma separuhnya pak Roger… Oh, Siska suka..” katanya tak melanjutkan lagi jawabannya karena mulutnya yang mungil itu sudah mengulum kemaluanku.
“Enak pak?” tanyanya sambil melirik nakal kepadaku.
Tangannya sibuk meremas-remas buah zakarku sementara lidahnya menjilati batang kemaluanku.
“Enak sayang.. Ayo isap lagi” jawabku menahan rasa nikmat yang menjalar hebat.
Dikulumnya lagi kemaluanku, sementara kedua tangannya meremas-remas pantatku. Sangat sexy sekali melihat pemandangan itu. Seorang wanita cantik yang sudah bersuami, bertubuh padat, sedang berlutut didepanku dengan pipi yang menggelembung menghisap kemaluanku. Terlebih ketika kemaluanku keluar dari mulutnya, tanpa menggunakan tangannya dan hanya menggerakkan kepalanya mengikuti gerak kemaluanku, Siska mengulumnya kembali.
“Hm… Kontol bapak enak banget.. Siska suka kontol yang besar begini” desahnya.
Tiba-tiba terdengar bunyi handphone. Santipun menghentikan isapannya.
“Iya mas.. Ada apa?” jawabnya.
“Lho Mas udah pikun ya.. Kan Siska tadi usah bilang, Siska mau ke toilet sakit perut. Gimana sih.” Siska berbicara kepada suaminya yang tak sabar menunggu.
Sementara tangan Siska yang satu tetap meraba dan mengocok kemaluan boss suaminya ini.
“Iya mas.. Mungkin salah makan nih, sebentar lagi mas.. Sabar ya..” Kemudian tampak suaminya berbicara agak panjang di telpon, sehingga waktu tersebut digunakan Siska untuk kembali mengulum kemaluanku sementara tangannya masih memegang handphone.
“Iya mas.. Siska juga cinta sama mas..” katanya sambil menutup telponnya.
Dia menatapku dari bawah
“Pak Roger, sepertinya Siska gak bisa berlama-lama… Biar kali ini, bapak aja yang Siska puasin yah. Tapi lain kali giliran pak Roger lho…” Tanpa sempat aku menjawab, dia langsung kembali mengulum kontolku yang keras ini.
Tanpa basa-basi, langsung aku pegang kepala Siska dan kupercepat gerakannya maju mundur.
Setelah 5 menit aku gunakan mulut Siska ini, akhirnya akupun menymburkan spermaku didalam mulutnya. Siska terus berdiri setelah dia menelan semua spermaku dan membersihkan mulutnya.
Iklan Sponsor :

“Kamu pintar sekali blowjob ya? Sering latihan?” tanyaku.
“Siska sering lihat di VCD aja pak. Kalau sama suami sih jarang Siska mau begitu. Habis nggak nafsu sih lihatnya” Wah.. Kasihan juga pak Irawan pikirku geli.
Malah aku yang dapat menikmati enaknya dioral oleh istrinya yang manis itu.
“Kapan kita bisa melakukan lagi pak” kata Siska mengharap ketika kami keluar ruangan kantorku.
“Bagaimana kalau besok, kira-kira jam makan siang?” kataku.
“Wah, ide bagus tuh pak Roger. Janji ya?” jawabnya sambil tertawa gembira.
Kamipun kembali ke ruangan resepsi. Siska aku suruh turun terlebih dahulu, baru aku menyusul beberapa menit kemudian.
Tak lama Siska datang bersama pak Irawan suaminya.Cerita Sex Terbaru
“Pak Roger, kami mau pamit dahulu. Ini Siska nggak enak badan katanya.” kata pak Irawan.
“Oh ya pak Irawan, silakan saja. Istri bapak cantik harus benar-benar dirawat lho.” Siska tampak tersenyum mendengar perkataanku itu, sementara wajah pak Irawan menunjukkan rasa curiga.
Kasihan, pikirku. Mungkin dia akan shock berat bila tahu kontolu baru saja dihisap istrinya yang masih muda itu.
Keesokan harinya sebelum jam makan siang, aku menelpon Siska. Kamipun berjanjian bertemu di salah satu hotel dekat kantorku. Disaat aku berjalan menuju keluar dari kantor, aku melewati ruangan pak Irawan dan melihatnya sedang sibuk bekerja. Aku tersenyum sendiri memikirkan bahwa aku akan bertemu dan menikmati tubuh istrinya yang muda dan cantik itu.
Sesampainya di hotel, aku langsung naik keatas menuju ke kamar yang sudah dibooking oleh Siska. Aku ketuk pintu kamar dan Siska memanggilku dari dalam untuk masuk. Pintu tidak dikunci katanya. Setelah aku masuk aku bisa melihat Siska sedang berdiri menungguku. Terlihatlah Siska hanya memakai lingerie berenda-renda yang sangat seksi bewarna putih. Aku bisa melihat badannya yang langsing dan kulitnya putih mulus. Dia berjalan perlahan kearahku dan memeluk badanku.
Siska mencium bibirku dan berkata,
“Pak Roger, Siska kangen berat nih sama bapak… Semalaman Siska nggak bisa tidur, cuma bisa mikirin kontol pak Roger yang gede ini.” Katanya sambil merogoh kemaluanku dari luar celana.
Dia mengusap-usap pelan kontolku yang mulai mengeras.
“Siska mau punya bapak yang gede ini… Suamiku gak ada apa-apanya dibandingkan pak Roger.” Kemudian Siska mulai membuka pakaianku.
Dari jas, dasi dan kemejaku, sampai dia menurunkan celana kerja dan celana dalamku. Kemaluanku mencuat keluar dihadapannya.
Siska mulai mengocok batangku dengan tangannya sambil dia mengulum bibir dan lidahku. Aku sambut ciumannya sambil mulai membuka BH putihnya. Aku mainkan dadanya itu sehingga membuat Siska mulai mendesah. Siska pun mulai turun dan berlutut dihadapanku. Mulutnya kembali bekerja menghisap kemaluanku yang sudah keras. Dikocoknya batangku, kepala kontolku dijilati dan dikulum dengan lidah dan mulut Siska. Dengan aktif dia mainkan terus mulutnya dikemaluanku.
Aku sudah tidak tahan ingin menikmati kehangatan tubuh wanita istri bawahanku ini. Kutarik tangannya agar berdiri, dan akupun tiduran di atas ranjang. Tanpa perlu disuruh lagi Siska menaiki tubuhku dan menyibak celana dalamnya sehingga vaginanya tepat berada di atas kemaluanku yang sudah menjulang menahan gairah. Siska kemudian menurunkan tubuhnya sehingga kemaluankupun menerobos liang vaginanya yang masih sempit itu.Cerita Sex Terbaru
“Oh my godddd…” jeritnya tertahan. Kupegang pinggangnya dan kemudian aku naik turunkan sehingga kemaluanku keluar masuk menjelajahi liang nikmat istri muda pak Irawan ini.
Kemudian tanganku bergerak meremas buah dadanya yang bergoyang saat Siska bergerak naik turun di atas tubuhku. Sesekali kutarik badannya sehingga buah dadanya bergerak ke depan wajahku untuk kemudian aku hisap dengan gemas.
“Ohh pak Roger.. Bapak memang jantan…” desahnya
“Ayopak.. Puasin Siska pak..” Siska berkata sambil menggoyang-goyangkan badannya maju mundur di atas kemaluanku.
Setelah itu dia kembali menggerakkan badannya naik turun mengejar kepuasan bercinta yang tak didapatkan dari suaminya. Setelah beberapa menit aku turunkan tubuhnya dan aku suruh dia menungging sambil berpegangan pada tepian ranjang.
Aku berdiri dibelakangnya, dan tampak pantatnya yang putih menggairahkan hanya tertutup oleh celana dalam yang sudah tersibak kesamping. Kuarahkan kemaluanku ke vaginanya, dan langsung kugenjot dia, sambil tanganku meremas-remas rambutnya yang ikal itu.
“Kamu suka Sska?” kataku sambil menarik rambutnya ke belakang.
“Suka pak, Siska sukaaaa…”.
“Suamimu memang nggak bisa ya”
“Dia lemah pak… Nggak kayak pak Roger… Enak pak.. Ohh”.
“Ayo bilang.. Kamu lebih suka ngentotin suamimu atau aku” tanyaku sambil mencium wajahnya yang mendongak ke belakang karena rambutnya aku tarik.
“Siska lebih suka dientotin pak Roger.. Pak Roger jantan, suamiku lemah.. Ohh.. God..” jawabnya.
“Kamu suka kontol besar ya?” tanyaku lagi
“Iya pak.. Oh.. Terus pak.. Punya suamiku kecil pak.. Oh yeah.. Pak Rogert besar. Ohh yeah oh… Suamiku jelek, pak Roger ganteng. Enaaakkk…” Aku tersenyum mendengar perkataan istri karyawanku ini yang sudah seperti pelacur.
Siska mulai meracau kenikmatan.
“Oh.. Pak.. Siska hampir sampai pak… Ayo pak terusin pak…” jeritnya.
“Tentu sayang… Aku bukan suamimu yang lemah itu.” jawabku sambil terus mengenjot dia semakin kencang dari belakang.
Tangankupun sibuk meremas-remas buah dadanya yang bergoyang menggemaskan.
Baca Juga Cerita Seks Godaan Janda Panas
“Ahh… Siska sampaipak…” Siska melenguh ketika gelombang orgasme menerpanya.
Akupun hampir sampai. Kemaluanku sudah berdenyut-denyut ingin mengeluarkan laharnya. Kutarik tubuh Siska hingga dia kembali berlutut di depanku. Kukocok-kocok kemaluanku dan tak lama tersemburlah spermaku ke wajahnya yang cantik. Kuoles-oleskan sisa-sisa cairan dari kemaluanku ke seluruh wajahnya. Kemudian Siskapun mengulum dan menjilati kemaluanku hingga bersih.
“Terimakasih pak Roger… Siska puas sekali” katanya saat dia membersihkan wajahnya dengan tissue.
Tidak lama, kami berduapun membersihkan badan bersama di kamar mandi. Sebenarnya aku masih ingin menggarap Siska lagi, namun masih banyak pekerjaan menumpuk dikantor, sehingga aku harus kembali secepatnya. Sebelum kami berdua berpisah, Siska bertanya manja,
“Kapan lagi yah pak kita bisa begini lagi?” Aku berpikir sebentar,
“Gimana kalau minggu depan suamimu aku suruh keluar kota? Kebetulan sedang ada proyek disana yang dia bisa kerjakan.” Siska pun tersenyum girang
“Wah benar ya?” Dia menatapku dari dekat
“Siska sekarang sudah menjadi milik bapak. Kapan aja pak Roger mau pakai Siska, Siska siap. Siska udah ketagihan sama punya pak Roger, punya suamiku yang kecil itu gak mungkin bisa puasin Siska lagi…”

Aku pun tersenyum bangga mendengar itu. Istri direktur keuangan perusahaanku sendiri ini sekarang sudah menjadi budak seksku. Setelah aku kirim suaminya untuk dinas keluar kota, hampir setiap hari aku datang kerumahnya untuk menagih pelayanan dari Siska. Bahkan aku mulai sering menginap disana dan tidur diranjang Siska dan pak Irawan. Tentu saja pak Irawan pun semakin sering mendapat tugas keluar kota dariku. Dan istrinya semakin rajin melayaniku dengan tubuhnya.-
Cerita Dewasa Kenangan Sex Bersama Mertua

Cerita Dewasa Kenangan Sex Bersama Mertua

Aku adalah seorang suami dari istri yang begitu setia. Urusan rumah tanggaku begitu harmonis, apalagi masalah seks. Dikaruniai seorang anak ganteng yang baru berusia 2 tahun. Usiaku saat ini baru menginjak 28 tahun. Dan ini adalah kisah mengharukan dalam hubungan terlarangku.
Cerita Dewasa Kenangan Sex Bersama MertuaCerita Dewasa Kenangan Sex Bersama Mertua | Mertuaku adalah wanita yang paling pintar merawat diri. Diusianya yang menginjak kepala empat tidak membuat tampilannya terlihat seperti ibu-ibu yang sudah memiliki cucu. Bapak mertuaku seorang arsitek, dan saat peristiwa ini terjadi beliau sedang ada diluar pulau jawa.
Ibu Mertuaku saat itu terkena demam, sudah dua hari panasnya tidak turun-turun. Sudah dibawa kedokter, namun ibu mertua memilih untuk berobat jalan. Karena rumahku lebih dekat daripada rumah ipar-iparku, dengan otomatis aku dan istri bergantian untuk menjaga dan merawat ibu mertua.
Cerita Dewasa Kenangan Sex Bersama Mertua | Istriku sangat sayang sama ibunya, dan dia membagi tugas untuk merawat ibu mertua.Aku mendapatkan jaga selepas pulang kerja, dan istri menjaga dari pagi hingga aku pulang kerja.
Malam Pertama Merawat Ibu Mertua
“Yang… ayah pengen gituan dulu dong sebelum jagain mamah” ucapku sama istri.
“tahan aja dong Yah, nanti kalau mamah sembuh baru deh aku puasin lagi ya! Mmmuuuaaaach…” penolakan lembut istriku yang membuat luluh senjata tempurku.
“Iya deh sayang, tapi janji ya!” aku mengiyakan
“Iya suamiku yang ganteng. Aku pulang dulu ya…” kalimat terakhir yang istriku ucapkan dimalam itu. Istriku pulang bersama anak kesayangan ku. Dan tinggalah aku dan ibu mertuaku yang tergolek lemas didalam kamarnya.
Cerita Dewasa Kenangan Sex Bersama Mertua | Aku menyalakan TV dan saat itu ada movie menarik dichanel HBO, dimana ada adegan yang lumayan merangsang libido walaupun movienya semi. Sedang asyik nonton tiba-tiba aku dipaggil ibu mertua.
“jhon.. Jhon…” Ibu mertuaku memanggil namaku. Oh iya, namaku Jhony (nama samaran). Dan bergegaslah aku menuju kamar ibu mertua yang memang sengaja tidak dikunci.
“Iya mah, ada apa?” tanyaku kepada ibu mertua. Aku memanggilnya ibu mertua dengan panggilan mamah. Karena hampir semua menantunya memanggil Mamah, otomatis akupun ikut tradisi.
“Mamah keringetan Jhon, pengen ganti daster mamah. Tolong ambilin daster mamah didalam lemari.” Mamah menyuruhku untuk mengambilkan pakaiannya. Karena demam, mamah begitu banyak mengeluarkan keringat, apalagi setelah meminum obat.
“nih mah…” Aku memberikan daster baru sebagai penggantinya, dengan segera berbalik badan karena takut mamah berpikir macam-macam.
“kenapa kamu Jhon? kok mamah dibelakangi gitu?” mamah bertanya karena sikapku tersebut.
“Kan mamah mau ganti baju, masa Jhony liatin sih. Kan gak sopan mah…” jawabku sekenanya.
“Kamu ini, kaya bukan anak mamah aja. Biasa aja kali Jhony, lagian mamah gak bakalan mengundang nafsu kamu kan?”
“Bu…bukan begitu mah… Jhony gak biasa aja…”
“Nih Jhon baju basahnya simpan dikamar mandi aja.” Perintah mamah, dan akupun langsung berbalik badan.
Sungguh kagetnya aku saat membalikan badan. Dikira mamah sudah menggunakan pakaian gantiya, hanya celana dalam saja yang dikenakan. Payudara yang begitu indah muncul tampak menggantung karena faktor usia. Namun masih dikategorikan payudara perangsang nafsu.
“Kamu liat apa Jhon?” mamah bertanya disaat kebengongan diriku muncul. “Udah sana simpan bajunya, ada yang lebih juga dirumah mu masih aja bengong liat punya nenek-nenek juga…” mamah ngomel ngeledek yang membuyarkan kegugupanku.
“Justru itu mah, Jhony kaget kok bisa nenek-nenek masih kaya abg… hehehe” candaku sambil ngeloyor kekamar mandi.
Sesaat keluar dari kamar mandi yang lokasinya ada dikamar tidur mamah, aku sudah tidak lihat lagi tubuh setengah bugil mamah. Mamah sudah terlentang dengan selimut tebal menutupinya, tinggal bagian muka saja yang tidak tertutup.
“Jhon, kamu malam ini tidur disamping mamah aja. Biar kalau ada apa-apa mamah bisa bangunin kamu. Kalau kamu tidur diruang tamu nanti mamah malah bingung” mamah memberikan amanah yang sudah menjadi sinyal salah arti bagiku.
Lewat jam 10 malam, mata sudah mulai rapet. Aku langsung bergegas kekamar mamah. Dan menjatuhkan dikasur mamah yang memang lebih empuk daripada punyaku dirumah. Dan malam pertama merawat mamah, aku tidak belum mendapatkan apa yang diharapkan. Faktor kelelahan setelah aktivitas mungkin penyebabnya.
Sekitar jam 3 Dini hari, mamah membangunkan aku. Dia menggigil kedinginan dan meminta aku untuk menambah selimut tebal lagi. Dengan kondisi yang masih ngantuk, akupun mengambil selimut tebal jenis Bed Cover. Dan segera menutup tubuh mamah agar tidak menggigil kedinginan.
Muka mamah pucat pasi, bibir berubah jadi putih dan bergetar. Keringat dengan deras muncul dimukanya. Bingung sekali saat itu, dan apa yang harus aku lakukan. Mu telpon istri tapi takut ganggu istirahatnya, akhirnya aku mengingat saat kejadian istriku menggigil kedinginan dulu, aku memeluk erat tubuhnya hingga suhu tubuh istriku normal kembali. Tapi aku masih ragu, apakah trik ini bisa ampuh ditubuh mamah.
Karena rasa iba, akupun langsung masuk kedalam selimut tebal. Dan segera memeluk tubuh mamah yang kedinginan. Awalnya aku memeluk mamah dari samping, dan menempelkan tanganku diperutnya.
“Mamah, maafin Jhony. Jhon bukan kurang ajar, tapi seperti ini pernah membuat istri jhon tidak mengigil lagi.” bisik ku pada mamah yang masih diam mengigil.
10 menit tidak ada perubahan, dan aku langsung menindih tubuh mamah. Kubuka daster mamah agak keatas, agar perut mamah tidak terhalang saat aku akan menempelkan perutku. Perut aku dan mamah kini menempel tanpa pembatas benang sehelaipun. Kurang lebih setengah jam, bibir putih mamah berubah warnanya menjadi biasa. Dan keringat tidak lagi deras.
Melihat situasi tersebut, aku berinisiatif untuk turun dan kembali tidur disamping mamah. Namun mamah terus memeluk dengan erat, terbangun saat aku bergerak.
“jhon, jangan lepaskan pelukanmu dulu ya. Mamah masih dingin.”
“Ya udah mah, peluknnya nyamping aja ya. Jhon takut mamah keberatan ditindih tubuh Jhon.” ajak ku untuk berpelukan sambil tidur menyamping. Kakiku kini saling silang dengan mamah. Kami tertidur hingga sinar matahari masuk kedalam kamar yang menandakan sudah masuk pagi.
sekitar jam 6 pagi, Istriku datang dan akupun pulang untuk segera beraktivitas mencari nafkah lagi.
Malam Kedua Merawat Mamah
“Gimana kondisi mamah sayang?” tanyaku pada istri sepulang kerja yang langsung menuju rumah mamah.
“Udah baikan sayang, tapi kamu nginep semalam lagi ya disini. Kasian mamah belum 100% pulih.” jawab istriku sambil memerintahku untuk merawat lagi malam ini.
Jam 7 malam istriku sudah pulang kerumahku. Kini aku kembali berdua dengan mamah. Sekarang tidak lagi nonton Movie, melainkan langsung menuju kamar mamah dan duduk disamping mamah yang tergolek diatas kasur.
“Istrimu udah pulang Jhon?” tanya mamah
“Udah mah, barusan…” jawabku sambil memijit betis mamah dari luar selimut.
“Jhon, sebenarnya mamah udah sembuh. Badan mamah kembali ringan, tapi mamah masih malas untuk bangun. Jadi meminta istrimu untuk menyuruhmu jagain lagi malam ini.” mamah berkata sambil bangun dan duduk berhadapan denganku.
“Syukur dech mah” jawabku ketus.
“maafin mamah ya Jhon, mamah sudah mengganggu jatahmu berhubungan badan dengan istrimu” Ucapan membuat saya berhenti memijit karena kaget.
“Tadi istrimu bercerita panjang tentang kebahagiannya termasuk hubungan seks mu, katanya kamu sudah lima hari belum mendapatkan jatah lagi ya Jhon? karena harus jagain mamah?” lanjut mamah sambil bertanya pertanyaan yang membuat naluri kelelakianku bangkit.
“Ya gitu deh mah. Mau gimana lagi..” jawabku sambil melanjutkan pijitan dibetis mamah.
“Jhon…” mamah memanggil namaku dan langsung memeluk erat. “Mamah pengen pelukan seperti kemarin malam lagi Jhon. Peluk mamah lagi sayang…”
Aku hanya bengong dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Nafas mamah berubah menjadi nafas penuh nafsu. Batang kemaluanku berubah keras karena hembusan nafas mamah jelas terdengar disamping telingaku.
Mamah mengangkat T-Shirt ku dan meminta aku untuk telanjang dada lagi. Dan dia menusul melepas daster nya, dan kali ini hanya tersisa celana dalamnya saja. Payudara menggantung indah itu tidak terlihat lama oleh mataku, karena mamah langsung mendekap lagi tubuhku. Payudara tidak terlihat namun kini terasa ada didepan dada, dan begitu kenyalnya.
Karena terdorong nafsu. Aku merebahkan mamah dan menindih tubuh mamah.
“Mah, maafin Jhony ya…” hanya itu yang aku ucapin sebelum melumat bibir mamah yang masih seksi itu.
Leher dan telinga tidak luput dari jilatanku. hanya suara “Ssssh… aassssh…ssssttt…” yang aku dengar dari mulut mamah.
Tanganku mulai memegang payudara mamah, puting yang sudah coklat kehitaman menjadi keras dan begitu nikmat saat ku sedot. Tangan kiri dipayudara satunyalagi hingga puas aku turunkan jilatanku menuju bawah, perut mamah yang masih kencang menjadi padang kenikmatan aku dan mamah.
Saat aku akan membuka celana dalam mamah, mamah langsung bangun dan mendorongku hingga jatuh rebah. Dengan cepat mamah langsung menurunkan celana trainingku dan tidak lupa celana dalampun ikut dilepas.

Senjataku langsung digenggang mamah, dan begitu nikmatnya di emut sama cewek selain istri. Sekitar lima belas menitan, mamah langsung menindih ku dan kini WOT (women on Top) pun terjadi